skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Komplikasi Penyakit Thypoid

Komplikasi Penyakit Thypoid

Thypoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Penyakit ini ditandai oleh panas berkepanjangan,ditopang dengan bakteremia tanpa keterlibatan struktur endotelial atau endokardial dan invasi bakteri sekaligus multiplikasi ke dalam sel fagosit mononuklear dari limpa,kelenjar limfe usus dan Peyer’s patch.

Terjadinya penularan Thypoid atau salmonella typhi ini adalah sebagian besar dari makanan/minuman yang tercemar oleh kuman yang berasal dari penderita atau pembawa kuman, biasanya keluar bersama-sama dengan tinja (melalui rute oral fekal = jalur oro-fekal).

Tanda Dan Gejala

Tanda-tanda dan gejala dari tifus yang muncul 1 hingga 3 minggu setelah paparan adalah:

  • Demam yang rendah namun meningkat setiap harinya, dalam mencapai hingga 40,5 derajat Celcius
  • Sakit kepala
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Sakit perut
  • Diare atau konstipasi
  • Ruam
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan
  • Perut yang sangat bengkak.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Komplikasi

Bila tidak diobati dengan cepat dan tepat penyakit Thypoid bisa menimbulkan beberapa komplikasi pada minggu kedua dan ketiga demam. Komplikasi yang timbul dapat terjadi pada saluran pencernaan dan di luar saluran pencernaan. Komplikasi pada saluran pencernaan mirip dengan usus buntu yaitu:

  1. Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit pada saluran pernapasan yang tidak jarang terjadi. pneumonia tidak jarang terjadi, khususnya pada pada anak anak yang lebih rentan untuk mengalami pneumonia. Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi, infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah yaitu paru paru. paru paru di infeksi sehingga menyebabkan inflamasi di dalamnya.

inflamasi pada paru paru akan menyebabkan paru paru memiliki kantung kantung udara di dalamnya, kantung di dalam paru paru yang berisikan cairan sehingga kondisi ini yang menimbulkan banyak dampak buruk untuk pernapasan.

  1. Peritonitis

Peritonitis adalah peradangan lapisan tipis di dinding bagian dalam perut (peritoneum). Peritoneum juga berfungsi untuk melindungi organ di dalam perut.

Jika dibiarkan memburuk, maka peritonitis bisa menyebabkan infeksi seluruh sistem tubuh yang membahayakan nyawa. Infeksi pada peritoneum bisa disebabkan oleh bakteri atau jamur. Jika dibedakan dari asal infeksinya, peritonitis dibagi menjadi dua jenis yaitu peritonitis sekunder dan primer.

Komplikasi lainnya seperti:

  • Perdarahan
  • Perforasi (lubang) pada usus, alias usus bocor.
  • Peritonitis (infeksi selaput rongga perut)
  • Thypoid toksik (Thypoid ensefalopati): dengan gejala gangguan mental hebat dan penurunan kesadaran
  • Syok septik: dengan gejala penurunan tekanan darah, nadi yang halus dan cepat disertai ujung-ujung jari yang dingin.
  • Hepatitis tifosa: dengan gejala mata kuning dan pembesaran hati
  • Pankreatitis tifosa

Karena sifat penyakit yang mudah menular, maka sangat penting untuk melakukan pencegahan dan pengendalian Thypoid melalui perbaikan pada sanitasi lingkungan (penyediaan air bersih), peningkatan kebersihan makanan dan minuman, dan peningkatan kebersihan perorangan (tidak BAB sembarangan).

Perawatan dan Pengobatan Penyakit Thypoid

Perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit Thypoid atau types bertujuan menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta mencegah agar tak kambuh kembali.

Pengobatan penyakit tifus dilakukan dengan jalan mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Pasien harus berbaring di tempat tidur selama tiga hari hingga panas turun, kemudian baru boleh duduk, berdiri dan berjalan.

Selain obat-obatan yang diberikan untuk mengurangi gejala yang timbul seperti demam dan rasa pusing (Paracetamol), Untuk anak dengan Thypoid maka pilihan antibiotika yang utama adalah kloramfenikol selama 10 hari dan diharapkan terjadi pemberantasan/eradikasi kuman serta waktu perawatan dipersingkat.

Namun beberapa dokter ada yang memilih obat antibiotika lain seperti ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, kotrimoksazol, sefalosporin, dan ciprofloxacin sesuai kondisi pasien. Demam berlebihan menyebabkan penderita harus dirawat dan diberikan cairan Infus.