skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Larangan Antibiotik Untuk Penderita Penyakit Diare

Larangan Antibiotik Untuk Penderita Penyakit Diare

Penyakit Diare sering dikaitkan dengan infeksi gastrointestinal (saluran cerna), yang dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme seperti bakteri, virus dan parasit. Mikrorganisme tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau bisa juga dari orang ke orang sebagai akibat dari kebersihan yang buruk

Hal yang dapat menjadi penyebab diare adalah racun seperti insektisida, jamur psychedelic, arsenik, dan terlalu sering minum alkohol atau kafein.

Penyakit Diare merupakan masalah global yang menjadi penyebab kematian pada anak nomor dua setelah pneumonia. Berdasarkan data, hampir sembilan juta anak usia di bawah lima tahun meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.

Diare ini merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ketigabelas sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen.

Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ketiga penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.

Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Oleh sebab itu diare tidak boleh dianggap enteng walaupun kondisi ini umum terjadi.

Diare dapat disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan. Banyak obat dapat menyebabkan diare, yang paing sering adalah antibiotik, beberapa obat tekanan darah, obat kemoterapi, dan antasida yang mengandung magnesium.

Obat lain yang dapat menyebabkan diare termasuk digitalis (digunakan untuk mengobati penyakit jantung), diuretik (digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan pemebengkakan), obat penurun kolesterol, lithium (yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar), teofilin (obat sesak napas karena asma), hormon tiroid, dan colchicine (digunakan untuk mengobati asam urat).

Diare kronis kemungkinan besar disebabkan oleh antibiotik, obat untuk tekanan darah tinggi, dan obat kanker.

Diagnosis Penyakit Diare

Dalam mendiagnosis diare, dokter biasanya akan menanyakan seputar gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mencari apakah terjadi dehidrasi. Pada sebagian kasus, dokter perlu melakukan pemeriksaan rektum, meneliti sampel tinja, atau bahkan pemeriksaan darah.

Larangan Antibiotik Untuk Penderita Penyakit Diare

Pengobatan diare dengan antibiotik tidak dianjurkan untuk diare jika penyebabnya tidak diketahui. Hal ini karena antibiotik:

– Dapat menjadi kurang efektif untuk mengobati kondisi yang lebih serius jika sudah berulang kali digunakan untuk mengobati kondisi ringan

– Tidak akan bekerja jika diare disebabkan oleh virus

– Dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan

– Antibiotik disarankan jika Anda memiliki diare berat dan disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu. Terlebih ketika seseorang memiliki masalah kesehatan berupa sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Beberapa studi sebenarnya menunjukkan bahwa obat-obatan diare tidak mendatangkan keuntungan bagi penderita dan malah dapat memperburuk keadaan. Obat antidiare tidak mengatasi penyebab diare sehingga pemakaian obat-obatan antidiare sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Antibiotik hanya diberikan bila ada indikasi, misal pada disentri atau kolera. Pemberian antibiotik yang tidak rasional dapat menganggu kesimbangan bakteri normal pada usus sehingga dapat menyebabkan diare persisten. Antibiotik diberikan sesuai dengan organisme penyebab diare. Daire akibat virus tidak membutuhkan antibiotik.

Mengobati Penyakit Diare dengan Biji Fenugreek

Riset telah menemukan kenyataan kalau biji fenugreek dapat berguna untuk menangani diare. Tetapi penyembuhan diare memakai biji ini hanya untuk dewasa saja, anak-anak belum bisa digunakan. Langkahnya yaitu dengan merebus biji fenugreek serta lalu meminum air rebusannya. Minum air rebusannya dengan teratur yakni tiga kali sehari.

Anda dapat membaca artikel kita lainnya disini