skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Bagaimana Cara Mendeteksi Penyakit Diare?

Bagaimana Cara Mendeteksi Penyakit Diare?

Penyakit Diare adalah penyakit yang sangat umum dijumpai. Penyakit ini dapat menyerang baik anak-anak maupun dewasa. Angka kejadian tertinggi ditemukan pada anak usia di bawah 2 tahun, di mana pada kelompok usia tersebut virus adalah penyebab tersering diare.

Diare didefinisikan sebagai suatu keadaan bertambahnya frekuensi dan keenceran buang air besar. Frekuensi buang air besar yang dianggap normal adalah 1-3 kali per hari dan banyaknya 200-250 gram sehari. Jika melebihi jumlah tersebut, maka seseorang sudah dapat dikatakan mengalami diare.

Penyebab diare dapat dikarenakan terkena infeksi bakteri yang paling sering adalah bakteri Salmonella, Shigella, Escherichia coli, dan Campylobacter jejuni. Bakteri E. coli dapat menyebabkan diare dengan cara menyerang dinding usus atau dengan memproduksi racun yang menghambat kemampuan usus untuk menyerap air dan elektrolit.

Bahkan beberapa racun yang dihasilkan oleh bakteri malah dapat membuat usus mengeluarkan air dan elektrolit bukannya menyerap. Diare karena E. coli ini telah sering dilaporkan dapat menyebabkan wabah diare dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Adapun penyebab diare karena virus, paling sering disebabkan oleh rotavirus atau virus Norwalk. Virus ini menyerang manusia dengan cara merusak selaput lendir yang melapisi usus, dan mengganggu penyerapan cairan.

Rotavirus merupakan penyebab diare paling sering pada anak-anak. Bahkan, sebagian besar anak-anak telah mengalami infeksi rotavirus pada saat mereka berusia empat atau lima tahun, meskipun mereka mungkin tidak selalu menunjukkan gejala. Sedangkan pada dewasa penyebab diare lebih sering oleh virus Norwalk. Virus ini dapat ditemukan dalam air minum, atau dalam makanan seperti kerang yang terkontaminasi.

Dampak Penyakit Diare

Diare yang parah atau yang berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi tidak boleh dianggap enteng karena dapat berakibat kepada kematian.

Pada anak-anak, gejala dehidrasi bisa meliputi rewel atau cepat mengantuk dan kondisi tubuh yang menurun. Selain itu, jarang buang air kecil, kaki dan tangan terasa dingin, serta kulit pucat dan berbintik bisa mengindikasikan dehidrasi juga. Orang tua disarankan untuk mewaspadai gejala-gejala dehidrasi pada anak mereka.

Sedangkan pada orang dewasa, gejala dehidrasi meliputi hilangnya nafsu makan, mual dan pusing, kelelahan atau kurang tenaga, serta pening ketika berdiri. Selain itu, jantung berdebar, kram otot, mata cekung, serta lidah kering bisa mengindikasikan terjadinya dehidrasi.

Mendeteksi Penyakit Diare

Untuk mendeteksi keberadaan diare pada seseorang pada awalnya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan pada penderita, misalnya seberapa sering penderita mengalami diare, seperti apa tekstur kotoran yang dikeluarkan, apakah diare disertai gejala demam, apakah penderita suka makan di sembarang tempat, dan apakah penderita pernah melakukan kontak dengan penderita diare.

Selain itu, dokter juga mungkin akan menanyakan apakah penderita sedang mengonsumsi suatu obat (bisa jadi diarenya akibat efek samping obat), berapa banyak kopi atau minuman beralkohol yang dia konsumsi, atau apakah baru-baru ini penderita sering gelisah dan mengalami stres.

Pemeriksaan lebih lanjut Penyakit Diare

Pemeriksaan lebih lanjut bisa saja dilakukan apabila jawaban yang diberikan penderita belum cukup membantu dokter dalam menarik kesimpulan. Beberapa jenis metode pemeriksaan untuk kasus diare di antaranya adalah tes darah, analisis sampel tinja, dan pemeriksaan rektum.

Pemeriksaan darah biasanya disarankan oleh dokter jika diare diduga terjadi akibat penyakit tertentu, seperti penyakit inflamasi usus.

Sedangkan langkah analisis sampel tinja dilakukan jika dokter mencurigai diare disebabkan oleh bakteri atau parasit, atau jika penderita:

– Baru saja dirawat di rumah sakit atau mengonsumsi antibiotik.

– Memiliki gejala lain, seperti adanya darah atau nanah pada tinja.

– Mengalami diare berkepanjangan selama lebih lebih dari seminggu.

– Memiliki gejala yang berdampak kepada seluruh tubuh Anda, seperti demam dan dehidrasi.

– Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena Anda mengidap HIV.

– Jika Anda berusia di atas 50 tahun atau jika penyebab diare tidak diketahui, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan colok dubur.

Anda dapat membaca artikel kita lainnya disini