skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
4 Obat Penyakit Disentri Yang Dianjurkan Dokter

4 Obat Penyakit Disentri Yang Dianjurkan Dokter

Penyakit Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Diare merupakan buang air besar encer dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Di samping diare, gejala disentri lainnya meliputi kram perut, mual atau muntah, serta demam.

Disentri merupakan penyakit yang sangat umum terjadi, terutama jenis disentri basiler. Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun di Indonesia.

Jumlah pasti penderita disentri tidak diketahui karena selain penyakit ini belum tercatat secara resmi, kebanyakan penderita juga merawat diri di rumah tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Sanitasi yang buruk dan keterbatasan air bersih, terutama di daerah yang padat penduduknya, bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit ini. Selain itu, faktor risiko disentri yang kuat di Indonesia adalah kontaminasi pada makanan dan minuman.

Gejala Penyakit Disentri

Gejala umum dari disentri adalah diare (sering kali berdarah), demam, dan kram perut, mulai dari 1 atau 2 hari setelah terekspos bakteri. Disentri biasanya berlangsung selama 5 sampai 7 hari.

Pada beberapa orang, terutama anak-anak kecil dan lansia, diare yang terjadi dapat menjadi sangat serius dan diperlukan rawat inap di rumah sakit. Beberapa orang yang terinfeksi mungkin tidak mengalami gejala sama sekali namun masih menyebarkan bakteri ke orang lain.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab Penyakit Disentri

Penyebab penyakit disentri secara umum ialah faktor sanitasi yang buruk, baik lingkungan maupun makanan serta minuman yang dikonsumsi. Ini dikarenakan infeksi bakteri Shigella dan Amoeba di dalam sistem pencernaan tubuh. Seterusnya, penularan penyakit disentri bisa terjadi akibat makanan dan minuman yang terkontaminasi kista bakteri.

Bakteri yang masuk ke dalam sistem akan bergerak ke arah dinding usus, dan masuk ke dalam aliran darah. Ia bisa menginfeksi organ lainnya sehingga menyebabkan pendarahan pada organ tersebut. Darah yang dihasilkan akan keluar bersamaan dengan feses penderita.

Bakteri yang keluar bersama feses dapat bertahan hidup dan menginfeksi tubuh jika kembali masuk ke dalam sistem pencernaan.

Obat Penyakit Disentri

  1. Secnidazole

Obat kimia yang Anda dapat percayai untuk mengatasi disentri adalah secnidazole di mana ada kandungan zat tertentu yang memang memiliki kemampuan dalam melawan infeksi pemicu utama disentri. Mengonsumsi obat ini harus secara tepat dan menurut takaran dosis yang sudah ada tertulis pada label.

Meminum obat ini harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan tak disarankan untuk menambah dosisnya misalpun tak ada perkembangan atau hanya karena ingin lekas sembuh. Jika memang obat ini tak mempan bagi Anda, Anda perlu memeriksakan kembali kondisi Anda ke dokter supaya perawatan yang didapat jauh lebih baik, aman dan intensif. Konsultasikan penanganan selanjutnya dengan dokter.

  1. Paracetamol

Obat selanjutnya yang dapat Anda percayai adalah paracetamol di mana memang obat ini termasuk sangat mudah dijumpai dan dibeli di apotek-apotek biasa.

Karena obat ini sangat familiar, maka tak ada alasan bagi Anda untuk tidak mampu memperolehnya. Obat ini aman karena sudah sering diminumkan pada anak-anak selain dikonsumsi oleh orang dewasa.

Dalam mengatasi demam, memang obat ini sangat ampuh, dan untuk disentri pun sama juga keampuhannya. Gejala-gejala disentri akan berhenti ketika Anda mencoba untuk mengonsumsi obat ini, seperti halnya sakit kepala dan demam. Dengan dosis yang dianjurkan dan tertera di label, Anda dapat mengikutinya agar efeknya maksimal.

  1. Diloxinade

Obat anti-protozoa ini adalah obat yang bisa Anda gunakan sebagai penyembuh disentri Anda. Efektivitas dari obat ini terbilang baik dan banyak juga orang yang mengonsumsi obat generik ini ketika disentri membuat mereka tak nyaman.

Setelah meminum obat ini, rata-rata penderitanya akan merasakan kenyamanan dan kondisi tubuh yang lebih baik.

Anda dapat memperoleh atau membeli obat ini secara mudah di apotek, tapi dengan catatan Anda harus membawa resep dari dokter. Alasan mengapa dokter Anda harus menyetujuinya lebih dulu adalah supaya mencegah efek buruk bagi yang juga memiliki alergi obat. Jadi, silakan mengonsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

  1. Metronidazole

Termasuk dalam kategori obat generik, metronidazole ini juga bisa diyakini sebagai obat yang ampuh untuk mengatasi disentri.

Di dalam obat ini terdapat zat aktif yang keefektifannya begitu tinggi dalam membasmi segala bakteri dan bentuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri tersebut di dalam tubuh penderitanya.

Namun obat ini tak bisa didapat secara bebas karena alangkah jauh lebih baik dan aman apabila Anda membelinya atas dasar resep dokter. Takarannya pun sebaiknya ditentukan dokter karena Anda tak boleh sembarangan meminumnya, khususnya tanpa sama sekali resep dokter. Waspadai efek sampingnya apabila dosis yang dikonsumsi secara sembarangan atau berlebihan tak menurut aturannya.

Apa Itu ElderlyCare?

Elderlycare adalah Produk PT. Autoimun Care Indonesia yang merupakan Formula Organik yang diciptakan khusus untuk membantu menyembuhkan penyakit Maag, membantu mengatasi Gangguan pada Sistem Pencernaan, dan membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Elderlycare ini di Produksi dengan teknologi canggih Nanotechnology yang dapat menjaga kesehatan dan membantu menyembuhkan gangguan pencernaan tubuh serta membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.