skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Obat Sakit Thypoid

Obat Sakit Thypoid

Demam tifoid, atau typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhosa. Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja.

Penyakit demam tifoid yang biasa dikenal dengan istilah awam sebagai demam tifus atau gejala tipes merupakan penyakit yang banyak ditemukan pada masyarakat baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Penyakit ini memiliki hubungan yang erat dengan kualitas kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan yang kurang baik.

Obat Sakit Thypoid

Pengobatan antibiotik merupakan pengobatan utama karena pada dasarnya patogenesis infeksi Salmonella typhi berhubungan dengan keadaan bakteriemia. Obat-obat antimikroba yang sering digunakan antara lain

  1. Kloramfenikol

Dosis yang dianjurkan ialah 50 – 100 mg/kgbb/hari, selama 10 – 14 hari. Untuk neonatus penggunaan obat ini sebaiknya dihidari, dan bila terpaksa, dosis tidak boleh melebihi 25 mg/kgBB/hari, selama 10 hari.

  1. Tiamfenikol

Komplikasi hematologi pada penggunaan Tiamfenikol jarang dilaporkan. Dosis oral dianjurkan 50 – 100 mg/kgBB/hari, selama 10 – 14 hari.

  1. Kotrimoksasol

Dapat digunakan untuk kasus yang resisten terhadap kloamfenikol, penyerapan di usus cukup baik, dan kemungkinan timbulnya kekambuhan pengobatan pengobatan lebih kecil dibandingkan kloramfenikol.

Kelemahannya ialah dapat terjadi skin rash (1 – 15%), sindrom Steven Johnson, argunulositosis, trombositopenia, anemia megaloblastik, hemolisis eritrosit terutama pada penderita G6PD, dosis oral yang dianjurkan adalah 30 – 40 mg/kgbb/hari Sulfametoksazoldan 6 – 8 mg/kgBB/hari untuk Trimetoprim, diberikan dalam 2 kali pemberian, selama 10 – 14 hari.

  1. Ampisilin dan Amoksisilin

Dapat digunakan pada kasus yang resisten terhadap Kloramfenikol. Kelemahannya dapat terjadi skin rash (3 – 18%), dan diare (11%). Ampisilin mempunyai daya anti bakteri yang sama dengan Ampisilin, terapi penyerapan peroral lebih baik sehingga kadar obat yang tercapai 2 kali lebih tinggi, dan lebih sedikit timbulnya kekambuhan (2 – 5%) dan karier (0 – 5%).

Dosis yanng dianjurkan adalah: Ampisilin 100 – 200 mg/kgBB/hari, selama 10 – 14 hari. Pengobatan demam tifoid yang menggunakan obat kombinasi tidak memberikan keuntungan yang lebih baik bila diberikan obat tunggal.

  1. Seftriakson

Dosis yang dianjurkan adalah 50 – 100 mg/kgBB/hari, tunggal atau dalam 2 dosis iv.

  1. Fluoroquinolones

Fluoroquinolones meliputi siprofloksasin, Levofloksasin, dan norfloxacin. Obat ini dianggap obat pilihan untuk pengobatan penyakit tipus demam anak dan dewasa menurut WHO. Akan tetapi laporan resistensi bakteri terhadap fluoroquinolones terus meningkat, terutama di India dan bagian lain dari Asia.

Dengan demikian, obat ini tidak boleh digunakan dalam area resistansi tinggi sampai tes laboratorium menunjukkan bahwa bakteri yang sedang diidap pasien lemah terhadap obat.

  1. Sefotaksim

Dosis yang dianjurkan adalah 150 – 200 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 – 4 dosis iv.

  1. Siprofloksasin

Dosis yang dianjurkan adalah 2 x 200 – 400 mg oral pada anak berumur lebih dari 10 tahun.

  1. Ceftriaxone

Ceftriaxone adalah antibiotik suntik yang menjadi obat pilihan bersama-sama sefalosporin generasi ketiga (3rd gen) dalam kasus di mana kemungkinan hambatan fluoroquinolone tinggi, demikian dijelaskan oleh CDC. Efek samping yang serius seperti reaksi alergi dan penyakit kuning, berubahnya warna kulit menjadi kuning, dapat terjadi dengan penggunaan obat ini.

  1. Azithromycin

Azithromycin juga digunakan untuk mengobati demam tifoid pada orang dewasa dan anak-anak, menurut WHO. Ceftriaxone dan sefalosporin generasi ketiga (3rd gen) dapat secara efektif mengatasi kasus di mana bakteri resisten terhadap obat-obatan seperti fluoroquinolones.