skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pencegahan Penyakit Ascariasis Dan Gejalanya

Pencegahan Penyakit Ascariasis Dan Gejalanya

Penyakit Ascariasis  adalah infeksi usus kecil yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides. Ascaris lumbricoides adalah cacing gelang besar yang panjangnya dapat mencapai 40 cm dan setebal pensil. Askariasis terjadi di seluruh dunia, namun lebih sering terjadi pada daerah yang beriklim tropis dan subtropis.

Seseorang terinfeksi setelah menelan telur Ascaris lumbricoides. Di dalam perut, telurnya menetas menjadi larva, kemudian menembus dinding usus dan melakukan perjalanan hingga ke jantung dan paru-paru melalui aliran darah.

Setelah menghabiskan waktu antara enam hingga 10 hari di paru-paru, larva berjalan ke tenggorokan, lalu orang tersebut batuk dan kemudian menelannya hingga masuk ke perut. Kemudian di usus kecil larva dewasa terus berkembang menjadi cacing dewasa, dan terus tinggal disana hingga mati.

Ketika penderita askariasis buang air besar, mereka juga mengeluarkan telur cacing Ascaris lumbricoides (sekitar 240.000 telur per hari bagi setiap cacing). Kemudian kotoran yang mengandung telur cacing Ascaris lumbricoides mengontaminasi tanah dan air, hingga masuk ke perut orang lain.

Bagaimana Cacing Ini Bisa Masuk ke Dalam Tubuh?

Mungkin Anda bertanya-tanya tentang cara cacing masuk ke tubuh. Tubuh terinfeksi cacing gelang karena adanya telur cacing yang tertelan. Telur cacing terdapat di tanah yang sudah terkena kotoran manusia.

Kotoran manusia yang mengandung telur cacing gelang juga bisa mengontaminasi makanan yang kemudian dikonsumsi oleh manusia. Bahkan, telur cacing dapat masuk ke tubuh karena tertular orang lain yang sudah mengidap ascariasis.

Melihat cara menginfeksi cacing gelang melalui makanan atau masuk melalui mulut, ada baiknya bagi Anda untuk memastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan sudah dimasak. Biasakan untuk selalu mencuci tangan ketika menyentuh makanan dan setelah keluar dari kamar mandi.

Penyebab Penyakit Ascariasis

Ascariasis tidak menular langsung dari orang ke orang. Penularan terjadi ketika seseorang menelan telur Ascaris lumbricoides, dapat berasal dari makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran manusia. Ada beberapa kondisi yang menambah kemungkinan seseorang untuk terkena ascariasis, diantaranya:

– Makan-makanan kotor dan tidak sehat.

– Anak usia pra sekolah atau lebih muda (kelompok usia 3-8 tahun) karena mereka sering meletakkan tangan ke mulut setelah bermain di tanah atau air yang terkontaminasi.

– Minum air dari sumber yang tidak bersih.

– Hidup di negara beriklim tropis.

Faktor Risiko Penyakit Ascariasis

Faktor risiko ascariasis meliputi:

  1. Sanitasi yang buruk

Ascariasis tersebar luas di negara-negara berkembang atau wilayah kumuh di mana kotoran manusia mungkin bercampur dengan tanah di sekitar lingkungan tempat tinggal.

  1. Usia

Ascariasis kebanyakan menginfeksi anak berusia 10 tahun atau lebih muda. Anak-anak dalam kelompok usia ini berada pada risiko yang lebih tinggi karena mereka lebih sering bermain di tanah.

  1. Iklim hangat

Ascariasis lebih banyak berkembang di wilayah beriklim hangat seperti di Indonesia.

Gejala Penyakit Ascariasis

Umumnya askariasis ringan tidak disertai dengan gejala. Tapi ketika usus telah penuh dengan ratusan cacing Ascaris lumbricoides, gejala serius dan komplikasinya dapat terjadi. Gejala-gejala askariasis, antara lain:

– Sakit perut.

– Mual atau muntah.

– Gizi buruk, terutama pada anak-anak.

– Diare atau BAB berdarah.

– Demam dan batuk kering.

– Mengi.

– Cacing keluar baik dari mulut, hidung atau rektum (anus).

Komplikasi lain yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides, seperti:

– Radang selaput perut.

– Pengobatan askariasis.

– Penyakit kandung empedu.

– Abses hati.

– Pankreatitis

– Radang usus buntu.

Bentuk pengobatan untuk askariasis adalah sebagai berikut:

  1. Obat

Mebendazol, albendazole, dan pirantel pamoat.Obat-obat ini bekerja dengan membunuh cacing dewasa. Cukup efektif untuk mengobati askariasis.

  1. Endoskopi atau pembedahan

Dalam kasus askariasis berat, dapat terjadi obstruksi atau perforasi usus, obstruksi saluran empedu, dan usus buntu yang mungkin memerlukan pembedahan.

Pencegahan Penyakit Ascariasis

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah askariasis, antara lain:

– Mencuci sayuran dengan bersih.

– Mencuci tangan ketika selesai dari kamar mandi.

– Menghindari mengonsumsi makanan yang disiapkan tanpa sanitasi atau kebersihan yang memadai.

– Menghindari air dan minuman lain yang diperoleh dari sumber-sumber yang terkontaminasi.

– Menghindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi dengan kotoran manusia.

Baca juga artikel menarik lainnya disini