skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Langkah Upaya Pencegahan Penyakit Bronkitis

Langkah Upaya Pencegahan Penyakit Bronkitis

Penyakit Bronkitis akut adalah radang mendadak pada bronkus yang biasanya mengenai trakea dan laring, sehingga sering disebut juga dengan laringotrakeobronkitis. Radang ini dapat timbul sebagai kelainan jalan napas tersendiri atau sebagai bagian dari penyakit sistemik, misalnya pada morbili, pertusis, difteri dan tipus abdominalis.

Bronkitis kronis menunjukkan kelainan pada bornkus yang sifatnya menahun (berlangsung lama) dan disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari luar bronkus maupun dari bronkus itu sendiri.

Bronkitis kronis merupakan keadaan yang berkaitan dengan produksi mukus takeobronkial yang berlebihan, sehingga cukup untuk menimbulkan batuk dengan ekspektorasi sedikitnya 3 bulan dalam setahun dan paling sedikit 2 tahun secara berturut-turut.

Menurut World Health Organization (WHO) bronkitis kronis merupakan jenis penyakit yang dekat dengan chronic obstructive pulmonary disease (CORD) ataupun penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Saat ini, penyakit bronkitis diderita oleh sekitar 64 juta orang di dunia. Penggunaan tembakau, polusi udara dalam ruangan/luar ruangan dan debu serta bahan kimia adalah faktor resiko utama.

Gejala Penyakit Bronkitis

  • Diare
  • Mual
  • Ingusan
  • Sakit pada bagian tubuh
  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit teggorokan
  • Batuk
  • Napas pendek-pendek
  • Rasa sakit di bagian tubuh
  • Sesak napas.

Penyebab Penyakit Bronkitis

Bronkitis disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia)

Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:

  • Sinusitis kronis
  • Bronkiektasis
  • Alergi
  • Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.

Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:

  • Berbagai jenis debu
  • Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
  • Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
  • Tembakau dan rokok lainnya.

Pencegahan Penyakit Bronkitis

  1. Berhenti Merokok dan Menghindari Rokok

Seperti yang telah dibahas bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Menghisap rokok apalagi saat sedang sakit bronkitis akan membuat kondisi penderita kian parah. Racun dalam rokok kemungkinan juga bisa memicu penyakit lain selain bronkitis.

Bahaya asap rokok yang perlu dihindari, termasuk juga beberapa iritan paru-paru. Daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi seperti, jalan raya di mana banyak kendaraan lalu lalang, daerah yang berbau bahan-bahan kimia. Yang termasuk kategori ini adalah salon kecantikan, pabrk, pom bensin.

  1. Kompres hangat

Batuk-batuk ketika sakit bronkitis membuat dada sesak dan sakit. Tekanan batuk dapat diatasi dengan kompres yang berisi air hangat.

Untuk membuat rasa hangat di dada dapat dilakukan dengan bantal penghangat yang ditaruh di atas baju, agar tak kepanasan, dapat memakai botol berisi air hangat, selimuti diri agar tetap hangat, berendam di air hangat.

  1. Tak Perlu Minum Obat Penekan Batuk

Bronkitis memang disertai dengan batuk yang berdahak. Namun, tidak perlu konsumsi penekan batuk untuk mengatasi batuk. Konsumsi penekan batuk haruslah dengan resep dokter atau telah berkonsultasi sebelumnya dengan dokter.

Bagi yang masih ragu-ragu tentang kondisi tubuhnya. Apakah terkena batuk biasa bronkitis atau mungkin pneumonia, dapat berkonsultasi dan periksa ke dokter untuk mendapatkan kepastian tentang penyakit yang sebenarnya diderita.

  1. Perbanyak Istirahat

Istirahat sangat diperlukan oleh penderita bronkitis, karena infeksi yang terjadi pada paru-paru ini dapat membuat penderitanya merasa capai dan lelah. Pada awal terjangkit penyakit ini biasanya dada sesak dan napas sulit.

Ketika infeksi bronkitis terjadi, jangan bekerja berat dulu. Jangan keluar rumah, karena takut ada paparan asap atau orang merokok yang membuat keadaan semakin parah. Istirahat atau tidur lebih baik.

Jangan memaksakan diri untuk berolahraga. Olahraga memang penting untuk kesehatan tubuh, tetapi itu bagi seseorang yang sehat. Lihat kondisi tubuh! Penderita bronkitis tidak dianjurkan untuk berolahraga berat apalagi yang memerlukan napas panjang. Seperti olahraga lari, berenang, bersepeda, dan sebagainya.

  1. Konsumsi Minuman Hangat

Minuman yang hangat dapat membantu kita kurangi sakit di tenggorokan dan juga membantu agar dahak yang terdapat di tenggorokan bisa encer dan mudah untuk dikeluarkan.

Minuman hangat berupa perasan lemon yang dicampur madu sangat cocok dikonsumsi. Sebab lemon merupakan buah yang mengandung vitamin C yang tinggi sedangkan dalam madu terdapat berbagai zat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, termasuk pada radang tenggorokan.

Air garam hangat pun bisa membantu meredakan iritasi yang terjadi di tenggorokan kita. Namun air garam hangat tidak untuk diminum, ya. Melainkan hanya digunakan untuk kumur-kumur.

  1. Perlu Menghirup Udara yang Hangat dan Lembab

Ketika sakit bronkitis berarti paru-paru kita tengah lemah dan mendapat gangguan. Untuk menghindari iritasi yang makin parah menyerang paru-paru, dibutuhkan udara yang lembab juga hangat. Air panas yang ditaruh di baskom lalu bisa dihirup uapnya.

Humidifer dapat kita beli untuk penambah lembab udara di ruangan, uap air panas dari hasil rebusan air sendiri dapat membantu ruangan jadi lembab, pakai nebulizer, mandi uap, berendam uap panas, Satu mangkuk air yang ditaruh di atas radiator bisa membuat udara jadi lembab. Itulah beberapa cara membuat udara ruangan jadi lembab.

Apa Itu Pulmohealer?

Obat Penyakit Paru-Paru Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.