skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pengertian Penyakit Batu Empedu Menurut Para Pakar Kesehatan

Pengertian Penyakit Batu Empedu Menurut Para Pakar kesehatan

Pengertian Penyakit Batu Empedu Menurut Para Pakar kesehatan – Kandung empedu adalah kantong berbentuk buah pir yang terletak pada permukaan visceral hepar. Kantung empedu dibagi menjadi fundus, corpus dan collum. Fundus berbentuk bulat dan biasanya menonjol dibawah pinggir inferior hepar, dimana fundus berhubungan dengan dinding anterior abdomen setinggi ujung rawan costa IX kanan.

Corpus bersentuhan dengan permukaan visceral hati dan arahnya ke atas, belakang dan kiri. Collum dilanjutkan sebagai duktus cysticus yang berjalan dalam omentum minus untuk bersatu dengan sisi kanan ductus hepaticus comunis membentuk duktus koledokus. Peritoneum mengelilingi kandung empedu dengan sempurna menghubungkan corpus dan collum dengan permukaan visceral hati.

Batu empedu merupakan deposito cairan empedu yang mengeras atau membatu yang terbentuk dalam kantong empedu. Kantong atau Kandung empedu (gallbladder) adalah organ kecil berbentuk seperti buah pir yang terletak di perut bagian kanan, tepat di bawah hati.

Jenis Jenis Penyakit Batu Empedu

Batu empedu dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan zat yang membentuknya, sehingga dapat menjadi indikasi tubuh seseorang mengalami kelebihan suatu zat tertentu, yaitu:

  1. Batu Empedu Kolesterol, merupakan penyakit batu empedu paling umum yang terjadi, biasanya kristal batu empedu ini berwarna kekuningan karena sebagian besar pembentuk adalah zat kolesterol dan lemak yang tidak larut.
  2. Batu Empedu Pigmen, pengkristalan batu empedu ini cenderung berwarna gelap seperti hitam atau kecoklatan yang umumnya disebabkan oleh tubuh anda kelebihan zat bilirubin.

Ciri-Ciri Penyakit Batu Empedu

Batu empedu umumnya tidak menyebabkan penyakit. Ciri gejala dapat muncul jika batu ini menyumbat saluran kantong empedu atau saluran pencernaan lainnya. Gejala utama yang biasanya dialami adalah sakit perut yang datang secara tiba-tiba atau disebut dengan kolik bilier.

Rasa sakit ini dapat terjadi pada beberapa bagian perut. Di antaranya adalah bagian tengah, atas, atau kanan perut. Rasa sakit ini juga bisa menyebar ke sisi tubuh atau tulang belikat. Tanda-tanda sakit perut ini juga bervariasi, misalnya:

– Dapat berlangsung selama beberapa menit sampai berjam-jam

– Dapat muncul kapan saja

– Tidak akan berkurang meski sudah ke toilet, kentut, atau muntah

– Frekuensi kemunculannya jarang tapi bisa dipicu oleh makanan dengan kadar lemak yang tinggi.

Jika batu empedu menyebabkan penyumbatan pada salah satu saluran pencernaan, gejala-gejala berikut dapat muncul:

– Diare

– Gatal-gatal pada kulit

– Sakit perut yang terus-menerus atau selalu kembali

– Demam tinggi

– Kehilangan nafsu makan

– Sakit kuning

– Mual dan muntah

– Detak jantung yang cepat

– Linglung.

Diagnosis

Untuk mendeteksi adanya batu empedu biasanya pihak medis melakukan:

  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Prosedur selanjutnya untuk mendiagnonis penyakit batu empedu adalah dengan menggunakan MRI. Mesin MRI menggunakan gelombang radio dan magnet untuk menghasilkan gambar terperinci dari organ tubuh dan jaringan lunak tanpa menggunakan sinar x ray.

Seorang teknisi yang terlatih khusus melakukan prosedur ini rumah sakit, dan radiolog yang akan menafsirkan gambar. Anestesi juga tidak diperlukan untuk mengikuti MRI.

Kebanyakan mesin MRI, pasien berbaring di atas meja yang akan masuk ke dalam perangkat berbentuk terowongan yang mungkin terbuka atau ditutup di salah satu ujung. Beberapa mesin yang lebih baru memungkinkan orang untuk berbaring di tempat yang lebih terbuka. MRI dapat menunjukkan batu empedu yang terdapat di dalam saluran sistem empedu.

  1. Cholescintigraphy (HIDA scan)

Cholescintigraphy atau yang juga disebut HIDA scan merupakan tes yang menggunakan bahan radioaktif yang tidak berbahaya, untuk menghasilkan gambar dari sistem empedu.

Pada saat dilakukan Cholescintigraphy, pasien akan berbaring di meja ujian dan perawat akan menyuntikkan sejumlah kecil bahan radioaktif yang tidak berbahaya ke pembuluh darah lengan pasien. Perawat juga dapat menyuntikkan zat yang menyebabkan kantong empedu berkontraksi.

Sebuah kamera khusus mengambil gambar dari bahan radioaktif ketika bergerak melalui sistem bilier. Seorang teknisi terlatih khusus melakukan prosedur ini di rumah sakit, dan radiolog yang menafsirkan gambar. Anestesi tidak diperlukan untuk melakukan tes ini. Cholescintigraphy digunakan untuk mendiagnosa kontraksi abnormal dari kandung empedu atau obstruksi saluran empedu.

  1. USG

Prosedur diagnosa batu empedu yang pertama adalah dengan USG. USG merupakan prosedur yang paling umum dan paling sering di dengar oleh masyarakat umum. Biasanya kita mengetahui USG berguna untuk mengetahui perkembangan janin. Namun ternyata USG juga bisa mendeteksi penyakit batu empedu dan penyakit lainnya, seperti kista dan miom.

Prosedur USG menggunakan perangkat, yang disebut Transduser, yang memantulkan gelombang suara untuk membuat gambar struktur organ. Saat melakukan USG tidak diperlukan anestesi.

Jika memang terdapat batu empedu, maka akan terlihat pada gambar. USG adalah metode yang paling akurat untuk mendeteksi adanya batu empedu.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.