skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pengertian Penyakit Sirosis Hati

Pengertian Penyakit Sirosis Hati

Sirosis hati adalah penyakit hati menahun yang ditandai dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Biasanya dimulai dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul.

Distorsi arsitektur hati akan menimbulkan perubahan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak teratur akibat penambahan jaringan ikat dan nodul tersebut.

Ada 3 tipe Sirosis hati:

  1. Sirosis bilier, dimana pembentukan jaringan parut terjadi dalam hati di sekitar saluran empedu. Terjadi akibat obstruksi bilier yang kronis dan infeksi (kolangitis).
  2. Sirosis portal laennec (alkoholik nutrisional), dimana jaringan parut secara khas mengelilingi daerah portal. Sering disebabkan oleh alkoholis kronis.
  3. Sirosis pasca nekrotik, dimana terdapat pita jaringan parut yang lebar sebagai akibat lanjut dari hepatitis virus akut yang terjadi sebelumnya.

Di negara berkembang, penyebab utama sisrosis hati adalah virus hepatitis B dan C, selain itu konsumsi alkohol dan autoimun juga mempengaruhi terjadinya sirosis hati.

Penyakit perlemakan hati non alkoholik (nonalcoholic steatohepatitis) NASH, yang lemaknya dalam hepatosit (sel-sel hati) dapat menyebabkan komplikasi berupa peradangan atau inflamasi hati atau fibrosis juga dapat menyebabkan terjadinya sirosis kriptogenik (penyebab tidak diketahui pasti).

Gejala terjadi akibat perubahan morfologi dan lebih menggambarkan beratnya kerusaka yang tejadi. Didapatkan gejala dan tanda sebagai berikut:

– Gejala-gejala gastrointestinal yang tidak khas seperti anoreksia, mual, muntah dan diare.

– Demam, berat badan turun dan lekas lelah

– Asites, hidrothoraks dan edema.

– Ikterus, kadang-kadang urine menjadi lebih tua warnanya atau kecoklatan.

– Hepatomegali, bila telah lanjut hati dapat mengecil karena fibrosis. Bila secara klinis didapati adanya demam, ikterus dan asites, dimana demam bukan karena sebab-sebab lain, dikatakan Sirois dalam keadaan aktif.

– Hati-hati akan timbulnya prekoma dan koma hepatikum.

– Kelainan pembuluh darah seperti kolateral-kolateral di dinding abdomen dan thoraks, kaput medusa, wasir dan varises esofagus.

– Spider angiomata atau spider nevi, lesi vaskular terdiri dari arteriola pusat yang dikelilingi oleh pembuluh yang lebih kecil (seperti laba – laba) biasanya pada daerah dada dan punggung.

– Jaundice, yaitu menguningnya kulit, mata, dan selaput lendir karena bilirubin yang meningkat. Urin juga terlihat menjadi lebih gelap seperti air teh.

Komplikasi Penyakit Sirosis Hati

  1. Perdarahan Gastrointestinal

Varises esophagus yang terjadi pada suatu waktu mudah pecah, sehingga timbul perdarahan yang massif.

Sifat perdarahan yang ditimbulkan adalah muntah darah atau hematemesis biasanya mendadak dan massif tanpa didahului rasa nyeri di epigastrium. Darah yang keluar berwarna kehitam-hitaman dan tidak akan membeku, karena sudah tercampur dengan asam lambung. Setelah hematemesis selalu disusul dengan melena (Sujono Hadi).

  1. Koma hepatikum

Pada penyakit hati yang kronis timbullah gangguan metabolisme protein, dan berkurangnya pembentukan asam glukoronat dan sulfat. Demikian pula proses detoksifikasi berkurang. Pada keadaan normal, amoniak akan diserap ke dalam sirkulasi portal masuk ke dalam hati, kemudian oleh sel hati diubah menjadi urea. Pada penderita dengan kerusakan sel hati yang berat, banyak amoniak yang bebas beredar dalam darah. Oleh karena sel hati tidak dapat mengubah amoniak menjadi urea lagi, akhirnya amoniak menuju ke otak dan bersifat toksik/iritatif pada otak.

  1. Infeksi

Setiap penurunan kondisi badan akan mudah kena infeksi, termasuk juga penderita sirosis, kondisi badannya menurun. Menurut SCHIFF, SPELLBERG infeksi yang sering timbul pada penderita sirosis, diantaranya adalah: peritonitis, bronchopneumonia, pneumonia, tbc paru-paru, glomeluronefritis kronik, pielonefritis, sistitis, perikarditis, endokarditis, erysipelas maupun septikemi.