skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pengobatan Penyakit Sirosis Hati

Pengobatan Penyakit Sirosis Hati

Sirosis hati adalah penyakit hati menurun yang difusi di tandai dengan adanya pembentukan Jaringan ikat disertai nodul, biasanya di mulai dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas. Pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul.

Biasanya dimulai dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul. Distorsi arsitektur hati akan menimbulkan perubahan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak teratur akibat penambahan jaringan ikat dan nodul tersebut.

Hepatitis virus terutama tipe B sering disebut sebagai salah satu penyebab sirosis hati, apalagi setelah penemuan Australian Antigen oleh Blumberg pada tahun 1965 dalam darah penderita dengan penyakit hati kronis, maka diduga mempunyai peranan yang besar untuk terjadinya nekrosa sel hati sehingga terjadi sirosis.

Secara klinik telah dikenal bahwa hepatitis virus B lebih banyak mempunyai kecenderungan untuk lebih menetap dan memberi gejala sisa serta menunjukan perjalanan yang kronis, bila dibandingkan dengan hepatitis virus A

Secara klinis sirosis hati dibagi menjadi:

  1. Sirosis hati kompensata, yang berarti belum adanya gejala klinis yang nyata.
  2. Sirosis hati dekompensata yang ditandai gejala-gejala dan tanda klinik yang jelas. Sirosis hati kompensata merupakan kelanjutan dari proses hepatitis kronik dan pada satu tingkat tidak terlihat perbedaanya secara klinis, hanya dapat dibedakan melalui biopsi hati.

Hepatitis virus terutama tipe B sering disebut sebagai salah satu penyebab sirosis hati, apalagi setelah penemuan Australian Antigen oleh Blumberg pada tahun 1965 dalam darah penderita dengan penyakit hati kronis, maka diduga mempunyai peranan yang besar untuk terjadinya nekrosa sel hati sehingga terjadi sirosis.

Secara klinik telah dikenal bahwa hepatitis virus B lebih banyak mempunyai kecenderungan untuk lebih menetap dan memberi gejala sisa serta menunjukan perjalanan yang kronis, bila dibandingkan dengan hepatitis virus A

Pengobatan Penyakit Sirosis Hati

Pengobatan yang dilakukan pada sirosis bertujuan memperlambat kerusakan yang sudah terjadi pada jaringan hati dan juga mencegah atau mengobati gejala-gejala yang muncul serta mengatasi komplikasi dari sirosis.

Sirosis tidak bisa disembuhkan karena hati telah mencapai tingkat kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi. Namun, penyebab dasar munculnya penyakit hati dapat diketahui dan ditangani. Penanganan dilakukan agar sirosis yang sudah terjadi tidak bertambah parah.

Untuk membantu meredakan gejala yang muncul akibat sirosis, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

– Menggunakan krim untuk mengatasi rasa gatal yang muncul.

– Mengonsumsi menu makanan rendah sodium dan tablet diuretik untuk menurunkan jumlah cairan di dalam tubuh.

– Menggunakan tablet untuk menurunkan hipertensi di pembuluh darah yang mengirimkan darah ke hati. Selain itu, obat ini bisa digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi yang terjadi.

Obat-obatan untuk Sirosis

Obat-obatan yang diberikan untuk mengatasi penyebab dasar dari munculnya kerusakan pada organ hati berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya. Obat yang akan diresepkan dokter adalah:

– Obat antivirus akan diberikan jika Anda menderita hepatitis virus.

– Obat steroid (kortikosteroid) atau imunosupresan akan diberikan jika Anda menderita hepatitis autoimun.

Transplantasi Hati

Jika jaringan organ hati mengalami kerusakan parah, maka organ tersebut berpotensi untuk tidak bekerja sama sekali. Pada kasus seperti ini, satu-satunya pilihan penanganan yang tersedia adalah transplantasi organ hati. Organ hati Anda yang sudah rusak akan digantikan oleh organ hati baru yang sehat dari pendonor.

Pencegahan Dengan Vaksinasi

Terdapat beberapa program vaksinasi untuk mencegah terjadinya infeksi yang terjadi, baik oleh virus maupun bakteri. Tanyakan kepada dokter tentang program vaksinasi yang tersedia sebagai langkah pencegahan.

Konsumsi obat bebas. Sirosis dapat memengaruhi tubuh Anda dalam memproses obat-obatan. Sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan yang bisa dibeli secara bebas, sebaiknya tanyakan pada dokter atau apoteker tentang interaksi obat tersebut dengan sirosis.