skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pengobatan Penyakit TBC Yang Dianjurkan Oleh Dokter!

Pengobatan Penyakit TBC Yang Dianjurkan Oleh Dokter!

Penyakit TBC atau tubercolosis adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah utama kesehatan mayarakat. Penyakit yang disebabkan oleh agen Mycrobacterium tubercolosis ini adalah salah satu penyakit berbasis lingkungan yang masih banyak diderita oleh masyarakat Indonesia.

Siapapun dan dimana pun Anda berada bisa mengidap penyakit TBC, akan tetapi faktor faktor tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Faktor-faktor penyebab TBC meliputi:

  • Seorang pengidap HIV / AIDS.
  • Diabetes atau kencing manis.
  • Penderita ginjal stadium akhir.
  • Mereka yang mengkonsumsi beberapa obat yang dipakai untuk mengobati penyakit Crohn, rheumatoid arthritis dan psoriasis.
  • Malnutrisi.
  • Jenis penyakit kanker tertentu.
  • Orang yang sedang menjalani terapi pengobatan kanker, seperti kemoterapi.
  • Mengkonsumsi obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ.
  • Mereka yang berusia sangat muda ataupun terlalu tua.

Gejala Penyakit TBC

Tuberkulosis memiliki gejala-gejala klasik yang umumnya berupa:

  • Batuk-batuk yang bisa menjadi batuk berdahak. Batuk ini berlangsung selama 21 hari atau lebih.
  • Demam dan menggigil.
  • Berkeringat secara berlebihan pada malam hari.
  • Kelelahan.
  • Batuk yang mengeluarkan darah.

Komplikasi Penyakit TBC

Bahaya komplikasi berikut sering terjadi pada penderita TBC stadium lanjut:

  • Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran napas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau tersumbatnya jalan napas.
  • Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, ginjal dan sebagainya.
  • Insufisiensi Kardio Pulmoner (Cardio Pulmonary Insufficiency).
  • Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkial.
  • Bronkiectasis dan Fibrosis pada paru.
  • Pneumotoraks spontan: kolaps spontan karena kerusakan jaringan paru.
  • Penderita yang mengalami komplikasi berat perlu dirawat inap di rumah sakit.

Penderita TB paru dengan kerusakan jaringan luas yang telah sembuh (BTA negatif) masih bisa mengalami batuk darah. Keadaan ini seringkali dikelirukan dengan kasus kambuh. Pada kasus seperti ini, pengobatan dengan OAT tidak diperlukan, tapi cukup diberikan pengobatan simptomatis. Bila perdarahan berat, penderita harus dirujuk ke unit spesialistik.

Pengobatan Penyakit TBC

Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah paru/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat.

Obat Sakit TBC

Jaminan ketersediaan obat anti tuberkulosis (OAT) yang bermutu. Pemerintah memberikan OAT gratis bagi pasien tuberkulosis.

  • RIFAMPISIN (R), dengan dosis 10 ( 8 – 12 ) untuk dosis perhari dan 10 ( 8 – 10 ) untuk 3x seminggu.
  • PYRAZINAMID (Z), dengan dosis 25 ( 20 – 30 ) untuk dosis perhari dan 35 ( 30 – 40 ) untuk 3x seminggu.
  • ISONIAZID (H), dengan dosis 5 ( 4 – 6 ) untuk dosis perhari dan 10 ( 8 – 10 ) untuk 3x seminggu.
  • ETHAMBUTOL (E), dengan dosis 15 ( 15 – 20 ) untuk dosis perhari dan 30 ( 25 – 35 ) untuk 3x seminggu.
  • STREPTOMISIN (S), dengan dosis 15 ( 12 – 18 ) untuk dosis perhari dan 15 ( 12 – 18 ) untuk 3x seminggu.

Keterangan DOSE( Mg/Kg )

Obat OAT lain:

  • ETHIONAMIDE à 15-20 Mg/Kgbb.
  • CAPREOMISIN à 15-30 Mg/kgbb.
  • SIKLOSERIN à 15-20 Mg/kgbb.
  • KANAMISIN à 15-30 Mg/Kgbb.

Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.

Anjuran Penderita TBC

Seseorang yang merasakan gejala atau sedang mengalami TBC harus secara efektif melakukan upaya pencegahan, dengan Obat Batuk TBC yang manjur serta dengan menghindari jenis pantangan untuk penderita TBC, baik pantangan makanan atau yang lainnya. Diantara jenis pantangan yang harus dihindari penderita batuk TBC adalah:

– Membatasi aneka jenis makanan dengan kandungan pengawet.

– Memenghindari jenis makanan yang dapat memicu Gejala Batuk kambuh.

– Menghindari cuaca dingin yang bisa memicu penyakit kambuh.

– Menjauhi rokok karena zat aktifnya yang membahayakan.

– Menghindari makanan atau minuman mengandung alcohol.

– Banyak beristirahat dan menjauhi stres.

 

Apa Itu Pulmohealer?

Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.