skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Akibat Insomnia

Penyakit Akibat Insomnia

Penyakit insomnia sebenarnya bukanlah penyakit, namun merupakan gejala yang di dasari oleh beberapa kemungkinan penyebab, seperti gangguan emosional, gangguan fisik dna penggunaan narkoba.

Masalah kesulitan tidur sering kali dialami, baik oleh anak usia muda maupun orang tua, dan terjadinya sering bersamaan dengan ganguan emosional. Seperti kecemasan, kegelisahan, depresi, atau ketakutan. Kadang kadang seseorang juga bisa mengalami kesulitan tidur walaupun tubuh dan otak tidak lelah.

Dengan bertambahnya usia, kualitas tidur akan cenderung menurun. Stadium juga bisa berubah-ubah, misalnya dari stadium 4 berubah menjadi lebih kecil dan akhirnya akan menghilang. Karena perubahan ini, walaupun sebenarnya normal, namun sering membuat orang tua akan berfikir jika dirinya tidak mendapatkan cukup tidur.

Pola bangun saat dini hari lebih sering ditemukan oleh orang tua. Beberapa orang akan tertidur secara normal, tetapi terbangun beberapa jam kemudian, dan sulit untuk bisa tertidur lagi. Kadang kadang orang tidur dalam keadaan cemas, dan esoknya akan masih terasa kurang cukup tidur.

Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda depresi. Orang juga akan mungkin mengalami pola gangguan tidur berbalik, yaitu tidak tidur bukan saat jam tidur, dan terbangun pada waktu tidur.

Akibat Penyakit Insomnia

Berikut adalah beberapa akibat dari penyakit insomnia:

  1. Mempengaruhi kesehatan kulit

Kebanyakan orang kulitnya terlihat pucat dan mata bengkak karena kurag tidur malam. Kondis karena kurang tidur yang kronis bisa mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah, dan lingkaran hitam di bawah mata. Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, maka tubuh akan melepaskan hormon stres (kortisol) berlebih.

Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit atau protein yang menjaga kulit tetap halus dan elastis. Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh kurang mengeluarkan hormon pertumbuhan(HGH). Ketika kita masih muda, hormon HGH mendorong pertumbuhan. Dalam hal ini, hormon ini membantu untuk meningkatkan massa otot, penebalan kulit, dan memperkuat tulang.

  1. Dapat menyebabkan depresi

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Pennsylvania tahun 1997 melaporkan bahwa tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari bisa menyebabkan orang menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur menjadi salah satu penyebab gejala depresi.

Insomnia dan kurangnya nafsu makan akibat depresi saling terkait. Kurang tidur bisa memperparah gejala depresi, dan depresi itu sendiri akan membuat lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

  1. Penurunan konsentrasi

Pola tidur yang baik berperan penting untuk berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal seperti insomnia. Yang pertama pertama adalah terngganggunya kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini akan membuat proses belajar menjadi sulit dan tidak efisien.

Terus yang kedua, Siklus tidur di malam hari berperan dalam menguatkan memori dalam pikiran. Jadi jika tidak cukup tidur, maka kita tidak akan mampu mengingat apa yang telah kita pelajari dan alami seharian. Bahkan kurang tdur dapat membahyakan bagi otak.

  1. Menjadi pelupa

Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika Serika dan Perancis menemukan bahwa peristiwa otak yang disebut dengan sharp wave ripplees, bertangguang jawab menguatkan memori pada otak. Even ini juga akan mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, dimana kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples terutama pada saat tidur.

  1. Meningkatkan resiko kematian

Penelitian Inggris menemukan bagaimana pola tidur yang dapat mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil sebuah penelitian.

Orang yang kurang tidur dari 5-7 jam dalam sehari dapat meningkatkan resiko kematian karena berbagai macam dampak buruk penyakit insomnia. Bahkan kurang tidur akan bisa meningkatkan dua kali lipat resikko kematian akibat pennyakit kardiovaskular.