skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penjelasan Penyakit Cacingan Pada Anak

Penjelasan Penyakit Cacingan Pada Anak

Cacing gelang atau ascaris, terutama jenis Ascaris lumbricoides, adalah penyebab penyakit cacingan yang sering terjadi pada anak-anak di negara-negara berkembang dan memiliki iklim tropis. Cacing gelang hidup di dalam usus manusia sebagai parasit karena dia akan mencuri makanan dan selanjutnya beranak-pinak di sini.

Yang mencengangkan, cacing gelang dapat ditemukan pada kotoran manusia seukuran cacing tanah, yaitu sepanjang 30-35 cm.

Ketika Anda terinfeksi oleh cacing ini dengan jumlah cacing hanya sedikit, Anda cenderung tidak merasakan gejala apa-apa. Beginilah yang terjadi pada 85 persen kasus ascariasis. Sebaliknya, ketika jumlah cacing banyak, Anda dapat mengalami demam, batuk, sakit perut, diare, dan pembengkakan perut.

Kekurangan gizi, turunnya berat badan, dan kesulitan dalam menangkap pelajaran di sekolah dapat dirasakan kelompok yang paling sering terinfeksi, yaitu anak-anak. Kebanyakan seseorang baru menyadari bahwa dirinya mengidap ascariasis dan memeriksakan diri ke dokter setelah mengetahui adanya cacing pada fesesnya.

Proses Pertumbuhan Penyakit Cacingan Cacing Gelang di Dalam Tubuh

Cacing gelang jenis Ascaris lumbricoides ini tumbuh dan berkembang di dalam tubuh manusia dengan melalui proses hidup yang berulang atau membentuk siklus.

Dalam sehari, cacing gelang betina dapat bertelur hingga 200.000 telur. Mulanya, telur cacing yang tertelan oleh manusia akan menetas di dalam usus manusia dalam bentuk larva. Larva cacing kemudian menembus dinding usus dan terbawa oleh aliran darah menuju paru-paru. Larva pun hidup di organ ini sampai menjadi cacing dewasa. Kemudian cacing gelang bergerak ke tenggorokan.

Cacing gelang yang ada di tenggorokan bisa terbawa oleh batuk atau tertelan lagi. Cacing yang tertelan lagi akan kembali ke usus untuk kawin dan bertelur lebih banyak lagi. Begitu seterusnya hingga membentuk siklus dan jumlahnya makin banyak di usus. Telur cacing gelang ada yang menetas dan tumbuh lalu ke paru-paru, tapi ada juga yang keluar melalui feses.

Bagaimana Cacing Ini Bisa Masuk ke Dalam Tubuh?

Mungkin Anda bertanya-tanya tentang cara cacing masuk ke tubuh. Tubuh terinfeksi cacing gelang karena adanya telur cacing yang tertelan. Telur cacing terdapat di tanah yang sudah terkena kotoran manusia.

Kotoran manusia yang mengandung telur cacing gelang juga bisa mengontaminasi makanan yang kemudian dikonsumsi oleh manusia. Bahkan, telur cacing dapat masuk ke tubuh karena tertular orang lain yang sudah mengidap ascariasis.

Melihat cara menginfeksi cacing gelang melalui makanan atau masuk melalui mulut, ada baiknya bagi Anda untuk memastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan sudah dimasak. Biasakan untuk selalu mencuci tangan ketika menyentuh makanan dan setelah keluar dari kamar mandi.

Faktor risiko lingkungan yang menyebabkan penyakit Cacingan askariasis adalah:

– Penggunaan tinja manusia sebagai pupuk.

– Tinggal di iklim yang hangat atau mengunjungi daerah dengan iklim yang hangat.

– Anak berusia 3-8 tahun juga seringkali terkena infeksi askariasis ini.

– Kurangnya higienitas modern dan infrastruktur sanitasi.

– Pajanan lingkungan luar ketika terkena tanah atau debu yang mengandung telur.

– Pajanan cacing gelang dapat dibatasi dengan menghindari makanan dan minuman yang tidak sehat. Jaga lingkungan agar senantiasa bersih. Hal ini meliuti mencuci pakaian yang terpajan kondisi tidak bersih serta mencuci semua permukaan bahan makanan yang akan dimasak.

Anda mungkin tidak menyadari gejala awal askariasis. Gejala akan timbul ketika cacing telah dewasa. Cacing gelang mencapai paru akan menyebabkan:

– Muntah.

– Bentuk tinja yang tidak biasa.

– Napas yang berbunyi mengi atau napas yang pendek-pendek.

Cacing gelang di usus dapat menyebabkan:

– Tinja yang bercacing.

– Nyeri perut atau lambung.

– Kehilangan berat badan.

– Batuk atau tersedak.

– Muntah yang mengeluarkan cacing dewasa.

– Mual.

Beberapa orang dengan penumpukan cacing dewasa mampu memberikan gejala lain seperti lelah dan demam. Penumpukan yang masif dapat menyebabkan ketidaknyamanan sehingga penderita memang memerlukan pengobatan yang adekuat.

Baca juga artikel menarik lainnya disini