skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Cacingan Yang Terjadi Pada Anak

Penyakit Cacingan Yang Terjadi Pada Anak

Penyakit Cacingan adalah gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer di Indonesia adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular. Karena anak-anak sering bermain di tanah, itu sebabnya cacingan lebih sering mengintai si kecil.

Berdasarkan data Kemenkes, rata-rata prevalensi cacingan di Indonesia mencapai lebih dari 28% dengan tingkat yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Tingginya prevalensi cacingan di Indonesia tidak terlepas dari iklim tropis yang memungkinkan beberapa jenis cacing tumbuh dan berkembang.

Tanda-tanda dan gejala penyakit cacingan meliputi:

Demam

Menjadi rewel

Gelisah pada waktu malam hari

Cacing kadang-kadang dapat dilihat ketika buang air besar

Kelelahan, kurang napsu makan, penurunan berat badan, nyeri di perut, dan kadang-kadang diare dan demam

Pada paru-paru, larva dapat menyebabkan bengek atau napas pendek

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala seperti yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Diagnosis Penyakit Cacingan Pada Anak

Ciri-ciri anak cacingan di atas, hanya digunakan untuk praduga dan bukan tanda pasti. Cara terbaik untuk mengetahui apakah anak cacingan atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan menggunakan beberapa pemeriksaan:

  1. Tes selotip. Tes ini dilakukan untuk cacing kremi dengan cara menempelkan sepotong pita di anus anak untuk mengumpulkan telur cacing jika ada. Kemudian hasilnya dikirim ke laboratorium untuk pengujian.
  2. Tes Cutton-bud. Sama seperti di atas, namun tidak menggunakan selotip melainkan cutton bud.
  3. Memeriksa kuku. Dokter mungkin memeriksa telur cacing di bawah kuku anak.
  4. Pemeriksaan tinja. Dokter akan meminta sampel tinja anak yang dikirim ke laboratorium untuk memeriksa cacing atau telur cacing.
  5. USG. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada penyakit cacingan parah. Dengan USG, dokter akan mencari tahu lokasi yang tepat di mana cacing-cacing itu berkumpul. Anak

Obat Penyakit Cacingan Untuk Anak

Jenis obat yang dapat anda berikan kepada anak yaitu:

  1. Praziquantel

Praziquantel digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh cacing pipih yang berada di hati atau aliran darah. Praziquantel bekerja dengan membuat otot cacing kejang parah dan lumpuh. Setelah obat diminum, cacing kemudian dibuang melalui tinja.

Praziquantel memiliki efek samping seperti muncul tanda-tanda alergi, merasa lelah, keringat berlebihan, sakit kepala atau pusing, mual, sakit perut, demam ringan, atau ada ruam kulit ringan.

Pastikan dokter diberi tahu jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama penyakit jantung atau masalah detak jantung, riwayat kejang atau memiliki kista di mata dan otak, dan penyakit ginjal atau hati.

  1. Niclosamide

Niclosamide digunakan untuk mengobati infeksi cacing pita ikan, cacing pita kerdil, dan cacing pita daging sapi. Niclosamide bekerja dengan membunuh cacing pita. Cacing yang mati dan terkadang hancur dalam usus ini kemudian dibuang bersamaan dengan tinja.

Beberapa efek samping niclosamide mungkin tidak memerlukan perhatian medis. Tapi jangan ragu untuk menghubungi dokter jika mengalami kram atau nyeri perut, diare, kehilangan selera makan, mual atau muntah, pusing, kantuk, gatal di daerah dubur, ruam kulit.

Mencegah Infeksi Cacing

Salah satu cara efektif mencegah penyakit cacingan yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, ada beberapa langkah lain yang dapat menangkal infeksi akibat cacing yaitu:

  • Cuci tangan secara teratur, terutama setelah buang air, mengganti popok bayi, dan sebelum makan.
  • Pilih daging dan ikan yang segar dan simpan dengan baik, kemudian masak hingga matang.
  • Buah dan sayuran harus dicuci secara saksama sebelum dikonsumsi.
  • Jika terinfeksi, basuh bagian anus Anda pada pagi hari untuk mengurangi jumlah telur cacing, karena cacing biasa bertelur pada malam hari.
  • Ganti pakaian dalam dan seprei setiap hari selama terinfeksi.
  • Cuci pakaian tidur, seprei, pakaian dalam, dan handuk dengan air panas untuk membasmi telur cacing.
  • Hindari menggaruk di sekitar anus yang gatal. Rawat kuku dengan mengguntingnya secara teratur, agar tidak ada tempat untuk telur cacing. Jangan menggigit kuku.
  • Hindari berjalan tanpa alas kaki dan menyentuh tanah atau pasir tanpa sarung tangan.

Baca juga artikel menarik lainnya disini