skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pengertian Penyakit Cacingan Dan Gejala Yang Harus Dipahami

Pengertian Penyakit Cacingan Dan Gejala Yang Harus Dipahami

Mungkin banyak yang penasaran sebenarnya apa saja sih gejala dan ciri-ciri penyakit cacingan baik pada anak maupun orang dewasa. Maka tak heran, sering kali saya jumpai orang tua yang khawatir ketika anak tak mau makan, badannya kurus, lemah dan lesu lalu dicurigai jangan-jangan anaknya mengalami penyakit cacingan.

Memang kita tidak boleh menganggap remeh penyakit yang satu ini, karena jika dibiarkan bisa menurunkan tingkat kesehatan anak dan bahkan orang dewasa sekalipun.

Cacing merupakan parasit atau organisme yang hidup pada organisme lain. Cacing yang ada dalam tubuh manusia akan merampas zat makanan dari tubuh yang dijadikan tempat tinggalnya. Jika terjadi pada anak-anak akan mengganggu pertumbuhan dan menurunkan daya tahan tubuh. Umumnya, cacing masuk ke dalam tubuh manusia melalui tanah.

Anak-anak yang masih belum mengerti tentang kebersihan diri, sering bermain di tempat-tempat yang kotor seperti bermain di got atau bermain pasir, sehingga mudah terserang penyakit cacingan. Jenis cacingan yang biasa menjadi parasit dalam tubuh manusia adalah cacing gelang, kremi, cambuk dan tambang.

Penyebab utama penyakit cacingan pada anak-anak adalah mereka tidak begitu peduli untuk memelihara kebersihan. Kadang-kadang begitu mudah memasukkan jari tangannya yang kotor ke dalam mulut atau tanpa cuci tangan. Ketika tangan yang kurang bersih itulah ikut serta pula telur-telur cacing ke dalam mulut yang akhirnya berkembang biak dalam pencernaan penderita.

Dengan demikian semua telur cacing yang mungkin sudah ada di tanah yang kotor itu masuk ke dalam pencernaan melalui mulut. Kecuali jenis cacing tambang yang bisa menembus kulit telapak kaki ketika si penderita tidak memakai alas kaki.

Semua jenis cacing yang sudah masuk tadi bertelur di usus dan telur inilah yang akan menjadi cacing kelak bila waktunya sudah tiba. Memang ada sebagian cacing tadi keluar lagi melalui tinja penderita, namun bila tinja berserakan dimana-mana itu telah kering ditiup oleh angin dan masuk lagi kedalam makanan yang dimakan lagi oleh calon penderita.

Telur cacing yang sudah sampai diperut penderita lahir lagi menjadi anak-anak cacing berbentuk larva (tempayak). Anak cacing ini kemudian menembus dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah dan terus ke paru-paru.

Sebagian anak cacing masuk ke kerongkongan, kemudian larva ini seringkali menimbulkan gejala gatal-gatal yang kemudian larva tadi ikut tertelan dan masuk ke dalam usus untuk tumbuh menjadi dewasa dan mengeluarkan telur ke dalam tinja.

Proses peredaran seperti lingkaran setan ini kembali berulang, kecuali telur cacing tambang yang menetas ditanah lembab, lalu menjadi anak cacing. Bila ada yang lewat tanpa alas kaki, makan larva itu menembus kulit kaki dan masuk bersama peredaran darah , paru-paru lalu menembus kerongkongan, terus masuk ke dalam usus dan menjadi cacing dewasa.

Cacing tambang merupakan cacing yang sering disebut ankilostoma duodenale, yang panjangnya sekiutar 5-25mm. Ia biasanya hidup dan bersembunyi di usus halus manusia.

Gejala Penyakit Cacingan

Gejala serangan ringan antara lain terdapat gangguan pencernaan ringan, seperti sakit perut, mual dan nafsu makan berkurang. Larva yang berkeliaran di paru-paru dapat menimbulkan reaksi alergi, antara lain batuk, demam dan serangan asma.

Gejala lainnya seperti gatal yang amat sangat, tidak dapat tidur, dan sakit perut. Cacing dapat terlihat seperti benang tipis berwarna putih di sekitar anus atau di dalam pispot. Biasanya caing bisa dengan mudah menular.

Gejala cacingan yang dapt dilihat adalah lesu, tak bergairah, suka mengantuk, badan kurus meski porsi makan melimpah, serta suka menggaruk-garuk kurang darah atau anemia. Berkurangnya zat gizi maupun darah, keduanya berdampak pada tingakt kecerdasan, selain berujung pada anemia.

Baca juga artikel menarik lainnya disini