skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Penyakit Diare Merupakan Berbasis Lingkungan?

Apakah Penyakit Diare Merupakan Berbasis Lingkungan?

Penyakit Diare adalah suatu penyakit yang biasanya ditandai dengan perut mulas, meningkatnya frekuensi buang air besar, dan konsentrasi tinja yang encer. Penyakit diare bukanlah merupakan murni masalah kesehatan. Diare timbul karena banyak faktor dari penumpukan masalah yang ada. Yang melibatkan bidang sosial, kesehatan, dan perekonomian.

Umumnya penyakit diare memiliki daerah epidemic di kebanyakan daerah dan wilayah kumuh. Tentu saja ini melibatkan masalah sosial. Mengapa orang mau bertahan tinggal di daerah dan wilayah kumuh, hal ini berkaitan dengan masalah ekonomi.

Karena terpaksa tinggal di daerah tersebut akibat keterbatasan ekonomi. Kemudian untuk mengatasi penyakit diare yang muncul, akan melibatkan masalah kesehatan. Dengan menerjunkan sejumlah paramedis, ahli kesehatan dan juga dokter tentunya.

Sehingga diare juga dapat dikatakan sebagai masalah sosial, masalah kesehatan, masalah ekonomi dan juga masalah gaya hidup. Karena pada orang yang senang mengkonsumsi alcohol dalam keadaan perut kosong, juga rentan terkena diare. Sementara minum alcohol merupakan sebagian gaya hidup yang dijalani oleh sebagian orang.

Penyakit diare ini dapat dikatakan sebagai masalah yang menuntut untuk dimasukkan dalam agenda pemerintah dalam penanganannya. Diare merupakan salah satu penyakit yang hingga sekarang masih sering dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia.

Penyakit ini menyerang sistem pencernaan manusia. Ditandai dengan perubahan tekstur feses atau kotoran menjadi lebih lembek dan cenderung cair. Frekuensi buang air besar pun menjadi meningkat, itu disebabkan karena rasa sakit di perut yang telah terinfeksi bakteri Ecoli tersebut.

Bila sudah begitu, akibatnya kondisi tubuh akan melemah karena cairan tubuh terbuang dalam jumlah yang sangat banyak dan dalam frekuensi waktu yang juga sering.

Lingkungan yang mengakibatkan timbulnya diare bisa berhubungan dengan masalah air dan tanah, berjangkitnya lalat, serta tangan yang tidak bersih. Dan semua faktor kebersihan yang tidak standar. Lingkungan yang tidak bersih tersebut bisa menjadi pemicu munculnya bakteri-bakteri penyebab diare dalam tubuh manusia.

Berikut adalah sistem penyebaran penyakit diare pada manusia:

  1. Lalat

Hewan yang satu ini sepertinya memang menjadi ‘teman akrab’ bagi para bakteri. Sebaliknya, ia menjadi musuh bagi para manusia. Lalat memang memiliki kebiasaan yang aneh menurut manusia, ia lebih senang hinggap di tempat-tempat kotor. Kotoran yang menempel pada kakinya, kemudian menempel pada makanan.

Bakteri yang menyebabkan penyakit diare sangat menyukai tempat-tempat yang memang kotor. Mereka akan tumbuh dan berkembang biak di sana. Epidemiologi diare memang tidak seperti penyakit pernafasan yang bisa menular melalui udara. Walaupun kedua penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh kuman dan bakteri.

  1. Air

Air yang kita gunakan untuk keperluan sehari-hari pun, apabila memiliki standar kebersihan yang minim, juga dapat membawa bibit bakteri masuk dalam perut dan berdiam di usus besar. Akibatnya, bakteri pembawa diare itu dengan leluasa menyebar ke seluruh bagian usus manusia dan menginfeksinya.

Menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari adalah mutlak. Baik untuk pemakaian air minum, keperluan memasak, maupun untuk kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian dan piring, dan sebagainya.

  1. Tanah

Tanah meski banyak manfaatnya, namun tidak dipungkiri bahwa tanah juga kotor. Tanah memang kotor. Tanah yang kotor tersebut sudah tidak diragukan lagi dapat mengantarkan bakteri Ecoli menuju perut. Untuk menghindari itu, biasakan mencuci bahan makanan yang akan dimasak dengan bersih sebelum dikonsumsi.

  1. Tangan

Setelah air dan tanah, hal lain yang bisa ikut membantu penyebaran diare pada manusia adalah tangan manusia itu sendiri. Tangan yang kotor beresiko mengandung banyak kuman dan bakteri. Kedua jenis mikro organisma tersebut dapat sembunyi di bawah kuku yang kotor serta lipatan-lipatan buku-buku jari tangan.

Karena itu kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dan melakukan beragam aktivitas tampaknya masih tampaknya masih ampuh mencegah kehadiran bakteri dalam usus.

Dan untuk lebih sempurna lagi, maka bukan hanya cukup dengan mencuci tangan saja. Anda perlu juga menggunakan sabun untuk mencuci dan membasmi tuntas kuman dan bakteri yang mampir di tangan Anda. Karena sabun terbukti cukup efektif membunuh kedua organisma tersebut.

Gejala Penyakit Diare

Gejala umum lainnya yang ditunjukkan oleh orang yang menderita diare adalah, rasa mulas luar biasa pada perut yang dibarengi dengan mencret tadi. Kadang-kadang dibarengi dengan rasa mual, muntah, pusing dan pucat pasi pada wajah. Gejala lain yang sering muncul adalah rasa pegal di punggung serta bunyi-bunyi di perut.

Pada negara-negara berkembang, diare adalah penyakit yang cukup ditakuti. Karena dapat mematikan. Setidaknya hampir 2,6 juta orang per tahun mengalami kematian akibat terjangkit diare. Dan umumnya menyerang balita yang sangat rentan terhadap bibit penyakit.

Beberapa cara penggulangan diare antara lain:

– Menjaga kebersihan dan isolasi. Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit.

– Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan dalam beberapa kasus yang langka dapat berakibat fatal (keracunan air).

– Mencoba makan lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit, frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.

– Cairan intravenous. Kadangkala, terutama pada anak-anak, dehidrasi dapat mengancam jiwa dan cairan intravenous mungkin dibutuhkan.

– Terapi rehidrasi oral. Meminum solusi gula/garam, yang dapat diserap oleh tubuh.

Anda dapat membaca artikel kita lainnya disini