skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Kenapa Penyakit Diare Berkepanjangan Pada Anak?

Kenapa Penyakit Diare Berkepanjangan Pada Anak?

Penyakit Diare berkepanjangan pada balita dan anak yang perlu Anda waspadai, karena diare yang tak kunjung sembuh bisa jadi sudah kronis. Diare berkepanjangan merupakan diare yang berlangsung dalam waktu lebih dari satu atau dua minggu, bahkan bisa lebih.

Penyakit diare merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, parasit dan virus yang masuk kedalam sistem pencernaan.

Biasanya jenis bakteri yang menyebabkan diare tersebut seperti Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan E. Coli akan masuk kedalam perut lewat makanan, sehingga mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan. Jika sudah demikian maka akan mengalami sering buang air besar.

Gejala penyakit diare umumnya ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan, ini karena sistem pencernaan sudah terinfeksi oleh bakteri. Ketika balita dan anak terserang diare, maka perlu adanya penanganan secepat mungkin, karena jika tidak bisa mengalami dehidrasi akibat banyak kekurangan cairan karena sering buang air besar.

Bahkan yang lebih parah jika sampai mengalami dehidrasi, kemungkinan buruk bisa berujung pada kematian. Untuk para orang tua maka harus selalu waspada dengan mengetahui kondisi balita dan anak Anda saat diare.

Penyebab Penyakit Diare Pada Anak

Umumnya yang menjadi faktor penyebab diare pada balita dan anak adalah infeksi. Infeksi yang disebabkan oleh adanya bakteri, virus dan parasit yang masuk kedalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi. Berikut ini ada beberapa faktor penyebab diare pada balita dan anak, yaitu:

  1. Gangguan penyerapan

Gangguan penyerapan seperti karbohidat, lemak, protein bisa menjadi penyebabnya penyakit diare pada balita dan anak.

  1. Psikologis

Psikologis anak biasanya masih sangat terganggu, biasanya rasa takut, kecemasan anak.

  1. Antibiotik

Jika balita dan anak selama diare memakai antibiotik, bisa jadi ini mengakibatkan diare selama pengobatan yang dijalaninya.

  1. Infeksi

Infeksi ini biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, cacing perut dan jamur.

  1. Makanan

Biasanya makanan yang kurang bersih atau terkontaminasi menjadi penyebabnya diare pada balita dan anak, bahkan ada yang alergi pada makanan tertentu.

Penyebab diare pada balita dan anak tersebut biasanya akan menunjukan gejala pada penderitanya dengan tanda yang berbeda tergantung pada penyebabnya. Namun, secara umum ditandai dengan rasa lemas, mual, muntah, tinja encer, demam, nafsu makan berkurang, buang air besar lebih dari tiga kali sehari. Ada beberapa cara untuk mengobati penyakit diare pada anak dan balita yang dapat dilakukan.

Cara yang umum dilakukan guna mengobati penyakit diare pada balita dan anak yaitu sebagai berikut:

  1. Obat diare

Berikan obat diare, tetapi pemberian obat biasanya untuk mereka yang memiliki aktivitas bepergian jauh.

  1. Penggantian cairan dan elektrolit

Pada saat anak terkena diare biasanya kekurangan cairan dan elektrolit, bahkan bisa sampai dehidrasi, maka perlu adanya tindakan untuk mengganti cairan dan elektrolit.

  1. Antibiotik

Antibiotik diberikan pada saat diare, namun jangan terlalu digunakan secara rutin. Biasanya antibiotik diberikan untuk yang sedang mengalami disentri.

  1. Oralit

Pemberian oralit bisa diminum pada saat diare untuk mengurangi dehidrasi.

Ada sebagian penderita diare yang biasanya dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari tanpa melakukan tindakan pengobatan. Namun, jika balita dan anak menderita diare yang parah bahkan berkelanjutan dan mulai menunjukan dehidrasi segeralah bawa ke dokter.

Pada saat balita dan anak mengalami diare, sebaiknya perlu memberikan makanan yang bergizi. Pemberian makanan yang bergizi agar tidak kekurangan gizi dan lemas. Diare pada balita dan anak juga memungkinkan penderita beresiko mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. Perlunya pemberian elektrolit untuk mencegah resiko terjadinya dehidrasi pada balita dan anak yang menderita diare.

Dehidrasi biasanya ditandai dengan kondisi balita dan anak yang menjadi rewel karena haus yang sangat amat, warna urin pun menjadi lebih gelap.

Mulut dan mata pada balita dan anak tampak menjadi lebih kering dari biasanya bahkan merasa pusing saat berdiri, yang lebih parahnya lagi bisa sampai tidak buang air kecil selama 6 jam atau lebih. Mulut dan bibir pun menjadi kering, demam tinggi, muntah bahkan pada saat buang air besar ada bercak darah pada tinja yang dikeluarkannya.

Anda dapat membaca artikel kita lainnya disini