skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Klasifikasi Dan Gejala Fistula Ani Yang Wajib Diketahui

Klasifikasi Dan Gejala Fistula Ani Yang Wajib Diketahui

Fistula ani adalah merupakan bahasa kedokteran atau medis pada saluran tubuh manusia yang mungkin telah terinfeksi dan terbentuk di antara bagian akhir usus yakni antara rektum sampai lubang anus dan bisa terjadi juga di bagian  sekitaran kulit anus manusia.

Di bawah ini adalah hal-hal yang harus Anda waspadai jika ada di antara hal-hal di bawah ini yang mungkin Anda alami di kehidupan Anda. Karena ada kemungkinan itu adalah gejala dari fistula ani:

  • Iritasi yang terjadi di sekitaran kulit anus.
  • Timbul rasa nyeri yang terus menerus dan sangat mengganggu Anda pada saat Anda duduk, batu, bergerak, ataupun pada saat BAB ( Buang air besar ).
  • Muncul darah atau lendir yang keluar saat BAB.

Fistula Ani pada dasarnya memang bukan merupakan sebuah penyakit mematikan namun dampaknya sangat berpengaruh bagi kepercayaan diri seseorang. Dimana penyakit fistula ani akan menyebabkan penderitanya mengalami gejala inkontinensia et alvi dimana kemampuan untuk mengontrol hasrat untuk buang air besar akan menurun drastis. Dampak dari penyakit ini bergantung drai jenis atau tipe penyakit Fistula Ani.

Berikut  klasifikasi Penyakit Fistula Ani:

1. Fistula Simple

Fistula ani dapat diklasifikasikan menurut jenis yang simple hingga kepada fistula kompleks yang mempunyai banyak cabang. Dimana dalam kondisi tersebut otot sphincter ani juga akan ikut terlibat. Sphincter ani merupakan otot yang mengantur jalannya proses defekasi pada tubuh manusia.

Pada umumnya,  supurativ anorektal merupakan sejenis penyakit yang terjadi karena adanya infeksi pada kelenjar anus yang terdapat didalam rongga intersphinteric. Untuk mengetahui jenis dari fistula ani simple ini, berikut penjabarannya :

A. Fistula Intersfingter

Pada jenis ini, penderita Fistula Ani akan mengalami infeksi pada saluran yang melintasi sfingter ani intema dimana pada kondisi tersebut akan menyebabkan hilangnya kontrol atau pengendalian yang dilakukan oleh cincin otot polos.  Dampaknya yakni anus akan kesulitan dalam mengontrol pembukaan dan penutupan pada permukaan kulit disekitar anus.

B. Fistula Transsfingter

Pada jenis ini, saluran fistula yang melewati sfingter interna maupun saluran eksterna tetap dapat mengontrol anus untuk membuka atau menutup. Dimana pada kondisi ini cincin otot polos masih dapat dikontrol pergerakannya.

2. Fistula Kompleks

Ketika kelenjar anus mengalami infeksi maka akan terbentuk sebuah abses kecil pada area intersfincter. Selanjutnya abses akan mengalami fibroses serta pembengkakan pada area luar kelenjar anus. Pada umumnya hal ini akan terjadi pada garis kripte yang berada pada area anus itu sendiri.

Proses terjadinya fistula diawali dengan abses yang tidak lagi mampu keluar dari kelenjar yang telah terinfeksi sehingga menyebabkan perluasan peradangan hingga perineum, beberapa bagian anus bahkan secara keseluruhan. Dimana dari proses tersebut akan memicu terbentuknya abses perianal yang berujung pada pembentukan fistula. Selain fistula simple, Parks telah mengklasifikannya kedalam empat golongan berikut ini :

A. Intersphinteric Fistula

Pada golongan ini, gejala yang akan dialami oleh penderita yakni terdapatnya lubang pada ruang yang terletak diantara muskulus sfingter eksterna dan interna. Selain itu, muara dari lubang tersebut juga terletak dengan area yang sangat dekat dengan lubang anus.

B. Transphinteric Fistula

Pada golongan ini, gejala yang akan dialami oleh penderita yakni terdapatnya lubang diantara muskulus sfingter eksterna dan muskulus interna. Setelah melewati muskulus sfingter eksterna maka akan berada pada setiap satu bahkan dua inchi pada bagian luar lubang anus. Selanjutnya kita bisa melihat bentuk dari huruf U pada tubuh dengan lubang eksternal yang terletak pada kondisi fistula horseshoe.

C. Suprasphinteric Fistula

Pada kondisi ini akan diawali pada bagian ruang antara sfingter interna dan sfingter eksterna yang membelah pada menghadap atas muskulus pubrektalis kemudian akan turun diantara pubrektal dan levator ani. Dimana selanjtnya lubang tersebut akan muncul dengan jarak satu bahkan dua inchi di luar anus.

D. Ekstrasphinteric Fistula

Pada golongan ini, gejala yang akan dialami oleh penderita yakni terdapatnya lubang yang berawal dari calon sigmoid (rektum) yang akan memanjang ke arah bawah. Rektum ini nantinya akan melewati muskulus levator ani dan akan bermuara pada area sekitar anus. Fistula ani pada jenis ini pada umumnya disebabkan karena adanya Abses Appendical, Abses Diverticular bahkan Crohn’s Disease.

Apa Itu DAMAGECARE?

Obat Penyakit Kulit Dan Kelamin DAMAGECARE adalah antiseptik sekaligus antibiotik alami nanotechnology yang mengandung bahan alami terbaik yang dapat mengobati Penyakit Kulit dan Kelamin Berikut: Human papillomavirus (HPV), Kutil sekitar kelamin, Jamur, Panu, Kadas, Kurap, Kutu Air, Iritasi kulit, Luka luar, Kulit robek, Kulit terbakar, Borok, Selangkangan gatal, Ambeien, Gonore, Ketombe akut, Fistula Ani, Kanker payudara, Kanker serviks, Kanker kulit, Luka diabetes, Cacar, Sipilis, Raja singa, Herpes, Vagina berlendir dan berjamur. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat DAMAGECARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.