skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Ginjal Yang Berhubungan Dengan Hipertensi

Penyakit Ginjal Yang Berhubungan Dengan Hipertensi

Penyakit ginjal adalah organ ginjal kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan normal. Penyakit ginjal dibagi menjadi dua kategori yaitu Penyakit ginjal kronik dan Penyakit ginjal akut.

Pada Penyakit ginjal akut terjadi penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu dan ditandai dengan hasil pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin darah) dan kadar urea nitrogen dalam darah yang meningkat.

Sedangkan pada Penyakit ginjal kronis, penurunan fungsi ginjal terjadi secara perlahan-lahan. Sehingga biasanya diketahui setelah jatuh dalam kondisi parah. Penyakit ginjal kronik tidak dapat disembuhkan.

Penyakit Ginjal Yang Berhubungan Dengan Hipertensi

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal, mengurangi kemampuan mereka untuk bekerja dengan baik. Ketika kekuatan aliran darah tinggi, pembuluh darah meregang sehingga darah mengalir lebih mudah. Namun, peregangan ini meninggalkan bekas luka dan melemahkan pembuluh darah ke seluruh tubuh, termasuk pada ginjal.

Jika pembuluh darah ginjal rusak, mereka dapat berhenti membuang limbah dan cairan ekstra dari tubuh. Ekstra cairan di dalam pembuluh darah dapat meningkatkan tekanan darah, menciptakan siklus yang berbahaya.

Gejala Penyakit Ginjal

Setelah tekanan darah tinggi yang merusak pembuluh pada ginjal, maka gejala yang mungkin timbul yaitu:

  1. Sakit Di Sekitar Pinggang

Penterita Penyakit ginjal bisa mengalami sakit pinggang walalupun tidak beraktivitas berat, atau yang menggunakan otot.

  1. Mengalami rasa gatal

Fungsi ginjal yang sudah tidak mampu berfungsi dengan baik, mengakibatkan terjadinya penumpukan kotoran hasil dari sisa metabolisme tubuh. Yang kemudian, mengakibatkan rasa sangat gatal.

Rasa gatal karena hal tersebut, bukanlah gatal yang wajar seperti kena ulat. Jika gatal karena terkena ulat maka bisa hilang dengan mudah, sedangkan gatal akibat Penyakit ginjal bisa terus ada pada setiap harinya.

Ciri lain dari gatal karena Penyakit ginjal , yaitu gatal tersebut akan mudah berdarah jika digaruk, walaupun dengan garukan yang ringan saja. Rasa gatal bisa muncul di seluruh tubuh, adapun pada wanita seringnya rasa gatal muncul di bagian tangan, pergelangan tangan dan kaki.

  1. Tekanan Darah Tinggi

Radang ginjal bisa mengakibatkan timbulnya terkena darah tinggi. Apabla sebelumnya seseorang belum pernah memiliki riwayat darah tinggi, tetapi kemudian tiba-tiba terkena tekanan darah tinggi, ini bisa menjadi potensi gejala sakit ginjal.

Gejala berupa tekanan darah tinggi terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah pada penderita ginjal, yang juga memiliki komplikasi penyakit diabetes.

  1. Nafas pendek-pendek

Normalnya manusia menghirup dan mengeluarkan udara di dalam tubuhnya dalam jangka waktu 3-4 detik. Adapun bagi penderita ginjal, berpotensi mengalami lebih singkat menghirup dan mengelurakan udara (kurang dari 3 detik).

  1. Demam

Orang yang terkena infeksi ginjal, bisa mengalami demam ringan. Demam sebenarnya merupakan gejala suatu penyakit.

Orang yang sakit ginjal bisa ditandai dengan gejala demam, dan seringnya demam tidak kunjung sembuh, atau lama sekali sembuhnya (tidak wajar) walaupun sudah diberikan obat khusus penurun demam.

Diagnosa Untuk Hipertensi

Dokter mendiagnosa tekanan darah tinggi ketika beberapa tes tekanan darah—setelah diulang beberapa kali saat kunjungan ke klinik—menunjukkan tekanan darah sistolik secara konsisten di atas 140 atau tekanan darah diastolik secara konsisten di atas 90.

Dokter mengukur tekanan darah dengan manset tekanan darah. Anda juga dapat membeli manset tekanan darah pada toko obat untuk memonitor tekanan darah di rumah. Penyakit ginjal didiagnosis dengan tes urin dan darah.

  1. Tes urin

Tes dipstick untuk albumin. Tes dipstick yang dilakukan pada sampel urin dapat mendeteksi keberadaan albumin dalam urin. Albumin adalah protein dalam darah yang dapat masuk ke urin bila ginjal rusak. Seorang pasien akan diminta mengumpulkan sampel urin dalam wadah khusus di klinik kesehatan. Klinik akan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis.

Selama tes ini, perawat atau teknisi akan menempatkan strip kertas yang diolah secara kimia, disebut dipstick, ke urin. Bercak perubahan warna pada dipstick terjadi ketika darah atau protein ada dalam urin.

Dokter menggunakan pengukuran albumin dan kreatinin untuk menentukan rasio antara albumin dan kreatinin dalam urin. Kreatinin adalah produk limbah dalam darah yang disaring di dalam ginjal dan diekskresikan dalam urin. Urin rasio albumin-kreatinin di atas 30 mg/g mungkin merupakan tanda dari penyakit ginjal.

  1. Tes darah

Tes darah melibatkan pengambilan darah pada klinik kesehatan dan mengirimkan sampel ke laboratorium untuk dianalisis. Dokter dapat meminta Anda melalukan tes darah untuk memperkirakan berapa banyak darah yang disaring ginjal setiap menit, disebut estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR). Hasil tes menunjukkan berikut:

  • eGFR 60 atau lebih merupakan rentang normal
  • EGFR di bawah 60 mengindikasikan kerusakan ginjal
  • eGFR 15 atau kurang mungkin menunjukkan gagal ginjal.

Pencegahan Penyakit Hipertensi

Untuk mencegah hipertensi yang berpotensi menyebabkan penyakit ginjal, maka hal yang sebaiknya anda perhatikan yaitu:

  1. Olahraga. Untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga jantung serta pembuluh darah dalam kondisi baik, olahraga dan rutin beraktivitas perlu dilakukan. Bagi orang dewasa, beraktivitas dengan intensitas menengah ( bersepeda atau jalan cepat) setidaknya harus dilakukan selama 2 hingga 3 jam setiap minggu.
  2. Makanan. Konsumsilah makanan yang rendah lemak dan kaya serat, seperti roti dari biji-bijian utuh, beras merah, serta buah dan sayuran. Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda, setidaknya tidak lebih dari 6 gram garam per hari (sekitar satu sendok teh).
  3. Berat Badan. Meski hanya beberapa kilo, menurunkan berat badan akan membuat perbedaan besar pada tekanan darah dan kesehatan secara keseluruhan.
  4. Terapi relaksasi, seperti yoga atau meditasi. Terapi-terapi tersebut dapat membantu Anda untuk mengendalikan stres.
  5. Minuman keras. Batas konsumsi minuman keras yang dianjurkan dalam sehari adalah 2 hingga 2,5 kaleng bir berkadar alkohol 4,7persen untuk pria. Dan maksimal 2 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen untuk wanita. Risiko hipertensi akan meningkat jika Anda mengonsumsi minuman keras terlalu sering dan berlebihan.
  6. Merokok. Rokok tidak menyebabkan hipertensi secara langsung, tapi akan mempertinggi risiko serangan jantung dan stroke karena dapat memicu penyempitan arteri. Kombinasi merokok dan hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantung atau paru-paru secara drastis.
  7. Kafein. Kurangi konsumsi minuman yang mengandung banyak kafein seperti kopi, teh, cola serta minuman berenergi. Meminum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal Obat Penyakit Ginjal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.