skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
5 Stadium Pada Penyakit Ginjal Yang Harus Dipelajari

5 Stadium Pada Penyakit Ginjal Yang Harus Dipelajari

5 Stadium Pada Penyakit Ginjal Yang Harus Dipelajari – Ginjal adalah dua buah organ berbentuk menyerupai kacang merah yang berada di kedua sisi tubuh bagian belakang atas, tepatnya di bawah tulang rusuk manusia.

Ketika ginjal mengalami gangguan atau rusak, sisa-sisa metabolisme tubuh dan cairan berlebih bisa tertimbun di dalam tubuh hingga akhirnya menyebabkan terjadinya pembengkakan pada bagian pergelangan kaki, muntah-muntah, merasa lemas, sesak napas, dan kurang tidur.

Penyakit ginjal merupakan kondisi yang berbahaya yang mana jika tidak ditangani, ginjal bisa berhenti berfungsi. Jika ginjal berhenti berfungsi, akibatnya bisa mematikan.

Penyakit ginjal kronis atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal mulai menurun secara bertahap. Indonesia Renal Registry mendefinisikan gagal ginjal kronis sebagai kerusakan ginjal, dapat berupa kelainan jaringan, komposisi darah dan urine atau tes pencitraan ginjal, yang dialami lebih dari tiga bulan.

Glomerular Filtration Rate (GFR) adalah tanda terbaik untuk menunjukkan kesehatan ginjal. Ada lima stadium penyakit ginjal kronik atau chronic kidney disease (CKD) berdasarkan ukuran GFR yang menurun. Pedoman tersebut mengusulkan tindakan yang berbeda untuk masing-masing stadium penyakit ginjal.

Resiko Chronic Kidney Disease (CKD) meningkat. GFR 90 atau lebih dianggap normal. Bahkan dengan GFR normal, kita mungkin beresiko lebih tinggi terhadap CKD bila diabetes, tekanan darah tinggi, atau mempunyai riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.

Semakin tua kita, semakin tinggi resiko. Orang berusia diatas 65 tahun dua kali lipat lebih mungkin menderita CKD dibandingkan usia antara 45 dan 65 tahun. Orang Amerika keturunan Afrika lebih beresiko menderita CKD.

Adapun stadium penyakit ginjal menurut GFR ada 5 yaitu:

  • Stadium 1

Kerusakan ginjal dengan GFR normal (90 atau lebih). Kerusakan pada ginjal dapat dideteksi sebelum GFR mulai menurun. Tujuan pengobatannya adalah untuk memperlambat perkembangan chronic kidney disease dan mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

  • Stadium 2

Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada GFR (60-89). Saat fungsi ginjal kita mulai menurun, dokter akan memperkirakan perkembangan chronic kidney disease kita dan meneruskan pengobatan untuk mengurangi resiko masalah kesehatan lain.

  • Stadium 3

Penurunan lanjut pada GFR (30-59). Saat chronic kidney disease sudah berlanjut pada stadium ini, anemia dan masalah tulang menjadi semakin umum. Kita sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah atau mengobati masalah ini.

  • Stadium 4

Penurunan berat pada GFR (15-29). Teruskan pengobatan untuk komplikasi chronic kidney disease dan belajar semaksimal mungkin mengenai pengobatan untuk kegagalan ginjal. Masing-masing pengobatan membutuhkan persiapan.

Bila kita memilih hemodialisis, kita akan membutuhkan tindakan untuk memperbesar dan memperkuat pembuluh darah dalam lengan agar siap menerima terapi sebagai akses hemodialisis. Untuk dialisis peritoneal, sebuah kateter harus ditanam dalam perut kita. Atau mungkin kita ingin minta anggota keluarga atau teman menumbang satu ginjal untuk dicangkok.

  • Stadium 5

Gagal ginjal terminal (GFR dibawah 15). Saat ginjal kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan membutuhkan tindakan dialisis atau pencangkokan ginjal sebagai terapi pengganti ginjal.

Selain memantau GFR, tes darah dapat menunjukkan apakah zat-zat tertentu dalam darah kurang berimbang. Bila tingkat fosfor atau kalium mulai naik, sebuah tes darah akan mendesak dokter untuk menangani masalah ini sebelum mempengaruhi kesehatan kita secara permanen.

Penyakit Ginjal Terminal (End Stage Renal Disease)

Kelanjutan dari gagal ginjal kronis yang mengakibatkan ketidakmampuan ginjal untuk mempertahankan keseimbangan substansi tubuh, yang memerlukan penanganan lebih lanjut di mana membutuhkan terapi pengganti ginjal.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal Obat Penyakit Ginjal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.