skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Ginjal Yang Terjadi Pada Wanita

Penyakit Ginjal Yang Terjadi Pada Wanita

Sebenarnya tidak ada perbedaan gejala sakit ginjal pada wanita dan pria. Meski wanita lebih sering mengalami gangguan pada ginjal dibandingkan pria, namun pria dikatakan kemungkinan lebih besar menjalani cuci darah karena gangguan tersebut. Penyakit ginjal merupakan kondisi serius yang perlu mendapat penanganan dengan baik agar tidak menjadi gagal ginjal stadium akhir jika tidak diobati sejak dini

Ginjal adalah sepasang organ yang berukuran sekepalan tangan orang dewasa dan terletak pada bagian bawah tulang rusuk di rongga belakang tubuh. Ginjal memiliki peranan yang penting untuk tubuh manusia, terutama untuk menyaring pembuangan zat limbah dan racun dari darah.

Ginjal juga berfungsi menjaga keseimbangan asam basa (pH) dalam darah, mempertahankan tekanan darah, mengolah vitamin D, memproduksi hormon eritropoietin yang berperan penting dalam produksi sel darah merah, menjaga kadar ion dan elektrolit tubuh, serta mengeluarkan air yang berlebihan dalam tubuh. Zat-zat sisa tersebut akan dibuang dalam bentuk urine yang dikeluarkan saat berkemih.

Penyebab Penyakit Ginjal

Tiba-tiba kehilangan fungsi ginjal disebut cedera ginjal akut, yang juga dikenal sebagai gagal ginjal akut (ARF). ARF memiliki tiga penyebab utama:

– Kurangnya aliran darah ke ginjal.

– Kerusakan langsung pada ginjal itu sendiri.

– Penyumbatan urin dari ginjal.

Penyebab umum termasuk:

– Kerusakan ginjal karena shock selama infeksi berat yang disebut sepsis.

– Dehidrasi.

– Sebuah luka trauma pada ginjal yang disertai dengan kehilangan darah.

– Kerusakan karena obat-obatan tertentu atau toksin.

– Obstruksi aliran urin, seperti akibat pembesaran prostat.

– Komplikasi kehamilan, seperti eklampsia dan preeklampsia, atau terkait Syndrome HELLP.

Pelari maraton dan atlet lainnya yang tidak minum cukup cairan saat berlaga di jarak jauh pada latihan ketahanan mungkin menderita gagal ginjal akut karena kerusakan tiba-tiba pada jaringan otot. Kerusakan otot ini melepaskan sejumlah besar protein ke dalam aliran darah yang disebut mioglobin yang dapat merusak ginjal.

Gejala Penyakit Ginjal

Beberapa orang yang mengalami sakit ginjal pada umumnya merasakan gejala sebagai berikut:

  1. Mual

Penderita ginjal beresko mengalami gejala mual, penyebabnya terjadi penumpukan cairan di dalam perut. Saa perut penuh dengan cairan, lambung menjadi tertekan, akhirnya menimbulkan rasa mual.

  1. Sesak nafas

Meski biasanya gejala sesak nafas lebih dikaitkan dengan penyakit paru dan jantung, ternyata sesak nafas pun bisa disebabkan oleh sakit ginjal. Sesak nafas terutama terjadi mendadak dan pada orang yang biasanya tidak mempunyai riwayat sesak sebelumnya.

  1. Tubuh mengalami bengkak

Penumpukan cairan hasil sisa metabolisme yang tidak bisa dikeluarkan, bisa beresiko buruk bagi penderita Penyakit ginjal , berupa bagian tubuh mengalami bengkak.

dimana tubuh penderita Penyakit ginjal akan mengalami seperti menggembung, karena adanya penumpukan cairan di dalam tubuh. Bagian tubuh yang umumnya mengalami bengkak yaitu tangan, kaki dan perut.

Penumpukan cairan di dalam tubuh, juga bisa menyebabkan penderita merasakan perut kembung dan perut terasa tidak nyaman.

  1. Diare

Anak yang menderita Penyakit ginjal beresiko akan sering diare. Penyebabnya karena saluran cerna pada anak terkena infeksi, oleh bakteri yang menyerang ginjal. Hal ini menyebabkan anak rentan terserang diare.

  1. Sedikit mengeluarkan air kemih

Ini menjadi ciri-ciri sakit ginjal akut yang termasuk sangat perlu diketahui. Jumlah air urin yang keluar saat berkemih biasanya membantu dokter dalam diagnosis sakit ginjal akut.

Tes Diagnosis Kondisi Ginjal

Selain memperhatikan gejala sakit ginjal pada wanita dan pria, maka untuk memastikannya dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang khusus oleh dokter. Tes untuk mendiagnosis penyakit ginjal meliputi:

  1. Pemeriksaan laboratorium

Pada pemeriksaan darah, biasanya akan dilakukan pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal: ureum, kreatinin, dan Basal Urea Nitrogen (BUN), dan asam urat dalam darah. Jika dicurigai terdapat batu ginjal dan didapatkan kadar asam urat dan kalsium yang tinggi, maka diduga batu tersebut disebabkan oleh pengendapan kedua zat tersebut.

Tes urine dilakukan dengan menguji albumin yaitu protein yang bisa dilewatkan ke urine saat ginjal Anda mempunyai masalah. Pemeriksaan urine lengkap juga penting untuk menilai apakah terdapat perdarahan, infeksi, penumpukan kristal atau batu endapan kecil yang dapat mengganggu fungsi ginjal. Dalam melakukan tes ini, kadang dokter akan menyarankan pemeriksaan selama dua hari berturut-turut.

  1. Glomerular Filtration Rate (GFR)

GFR atau laju filtrasi glomerulus adalah untuk mengukur seberapa baik ginjal Anda dapat bekerja, dan menentukan stadium dari penyakit ginjal. Semakin rendah jumlah GFR, semakin buruk fungsi ginjal seseorang.

Rumus penentuan GFR membutuhkan parameter nilai serum kreatinin yang didapat dari pemeriksaan darah. Kreatinin adalah zat limbah atau sisa metabolisme ketika kreatin (senyawa yang dibentuk pada otot) dipecah dalam darah. Semakin tinggi tingkat kreatinin, berarti fungsi ginjal semakin buruk.

  1. Pemeriksaan Pencitraan

Baik USG atau CT scan, dapat menghasilkan gambar yang jelas tentang bentuk ginjal dan saluran kemih Anda. Melalui pemeriksaan ini dokter akan melihat besar kecilnya ukuran ginjal, saluran ginjal, dan kondisi jaringan di sekitar ginjal Anda. Tumor atau kelainan struktural seperti batu ginjal atau striktur (jaringan parut pada saluran ginjal atau kemih) juga akan terlihat melalui pemeriksaan ini.

Selain itu pemeriksaan Roentgen khusus yaitu Intravenous Pyelography (IVP) kadang akan disarankan apabila terdapat kecurigaan adanya sumbatan pada saluran kemih atau ginjal yang tidak terdeteksi dari pemeriksaan USG.

Namun pemeriksaan ini berisiko karena menggunakan zat kontras melalui suntikan di pembuluh darah vena yang bersifat toksik atau beracun pada ginjal. Maka dari itu, umumnya diperlukan persiapan khusus sebelum dilakukan pemeriksaan IVP.

  1. Biopsi Ginjal

Pada biopsi, dokter akan mengambil sebagian kecil jaringan dari ginjal Anda. Sampel jaringan tersebut dapat menentukan jenis penyakit ginjal yang Anda miliki serta menentukan seberapa banyak kerusakan yang terjadi. Biopsi ginjal umumnya dilakukan apabila pada pemeriksaan darah, urine, dan pencitraan sebelumnya tidak didapatkan hasil yang meyakinkan.

Prosedur biopsi ini bisa dilakukan dengan teknik pembedahan, atau dengan alat khusus melalui jaringan lemak (perkuteneus) yang dipandu dengan USG. Risiko prosedur pembedahan ginjal untuk tujuan biopsi ini dapat berupa perdarahan.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal Obat Penyakit Ginjal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.