skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Hemangioma Pada Orang Dewasa Itu Bagaimana?

Penyakit Hemangioma Pada Orang Dewasa Itu Bagaimana?

Hemangioma merupakan salah satu kelainan pembentukan pembuluh darah yang dapat terjadi pada setiap jaringan dalam tubuh. Hemangioma ini bisa dimasukan pada kelompok tumor jinak namun tidak seperti kanker melainkan benjolan yang terbentuk dari pembuluh darah.

Meski digolongkan tumor jinak, hemangioma tidak selalu berbentuk benjolan seperti tumor pada umumnya. Selain itu, hemangioma juga bukanlah tanda lahir, karena pada tanda lahir biasanya akan tampak warna merah atau warna biru dengan bentuk datar tidak timbul benjolan. Sementara itu, benjolan malah terlihat pada pendrita hemangioma. Umumnya sebanyak 55% hemangioma sudah timbul dan terlihat sejak lahir dan sisanya baru tampak setelah bayi berusia satu minggu.

Hemangioma terjadi apabila terdapat terlalu banyak pembuluh darah pada satu titik kulit, sehingga membentuk suatu bentukan merah atau keunguan di kulit dengan angka kejadian tinggi pada bagian punggung. Faktor pemicu kondisi ini hingga sekarang belum diketahui secara pasti. Pada anak-anak ditengarai terdapat hubungan antara asupan nutrisi saat berada di dalam kandungan dan hemangioma. Genetik dan paparan eksternal pun ditengarai menjadi faktor pemicu.

Penyakit Hemangioma Pada Orang Dewasa

Intramuscular hemangioma adalah jenis hemangioma yang sering terjadi pada dewasa muda, 80-90% diderita oleh orang yang berumur kurang dari 30 tahun. Hemangioma ini lebih sering terjadi pada ekstremitas inferior, terutama di paha dan khas ditunjukkan dengan massa pada palpasi dan perubahan warna pada permukaan kulit di sekitar area hemangioma.

Intramuscular hemangioma bisa asimptomatik atau dapat juga muncul dengan gejala-gejala seperti pembesaran ekstremitas, peningkatan suhu pada area hemangioma, perubahan warna pada permukaan kulit, dan sakit.

Komplikasi Penyakit Hemangioma

Hemangioma bukanlah suatu penyakit yang ganas, karena umumnya hemangioma dapat hilang dengan sendirinya. Meski pun tidak berbahaya sebaiknya penderita hemangioma memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Meskipun begitu, ada pula kasus-kasus hemangioma yang membutuhkan penanganan khusus lebih lanjut.

Adapun komplikasi yang dapat muncul sebagai berikut:

  1. Trombositopenia

Jarang terjadi, biasanya pada hemangioma yang berukuran besar. Dahulu dikira bahwa trombositopenia disebabkan oleh limpa yang hiperaktif. Ternyata kemudian bahwa dalam jaringan hemangioma terdapat pengumpulan trombosit yang mengalami sekuesterisasi.

  1. Perdarahan

Komplikasi ini paling sering terjadi dibandingkan dengan komplikasi lainnya. Penyebabnya ialah trauma dari luar atau ruptur spontan dinding pembuluh darah karena tipisnya kulit di atas permukaan hemangioma, sedangkan pembuluh darah di bawahnya terus tumbuh.

  1. Ulkus

Ulkus menimbulkan rasa nyeri dan meningkatkan resiko infeksi, perdarahan, dan sikatrik. Ulkus merupakan hasil dari nekrosis. Ulkus dapat juga terjadi akibat ruptur. Hemangioma kavernosa yang besar dapat diikuti dengan ulserasi dan infeksi sekunder.

Pengobatan Penyakit Hemangioma

Berikut adalah cara yang dapat anda jalani untuk mengobati hemangioma:

  1. Obat antiinflamasi

Jika tumor tumbuh di dekat struktur vital, seperti hidung, bibir, atau kelopak mata, dokter Anda mungkin merekomendasikan pengobatan steroid. Steroid sering digunakan untuk memperlambat pertumbuhan tumor. Obat dapat disuntikkan langsung ke hemangioma, atau diberikan secara oral (dalam bentuk pil).

  1. Embolisasi

Dalam prosedur ini, suplai darah ke tumor tertutup. Ini adalah prosedur invasif minimal dimana partikel kecil disuntikkan ke pembuluh darah untuk menghalanginya. Sclerotherapy adalah prosedur yang sama dimana agen kimia digunakan untuk menutup pembuluh darah.

Prosedur ini bisa sangat membantu dalam mengecilkan tumor dan mengurangi rasa sakit. Seringkali, bagaimanapun, tumor akan menumbuhkan kembali suplai darahnya dari waktu ke waktu setelah prosedur ini. Embolisasi juga kadang kala digunakan sebelum operasi untuk mengurangi risiko kehilangan darah berat.