skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apa Itu Penyakit Hepatitis A?

Apa Itu Penyakit Hepatitis A?

Hepatitis A merupakan salah satu tipe hepatitis dalam kategori hepatitis ringan. Penyebaran dan penularannya melalui feses dan air limbah manusia, makanan dan minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A (VHA).

Namun hepatitis A ini masih dapat disembuhkan dengan diberikan vaksin atau imunisasi dilakukan 2 kali yakni vaksinasi dasar, dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian.

Vaksin ini mampu memberi ketahanan pada tubuh untuk menghambat perkembangan virus 15-20 tahun.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit hepatitis A adalah:

– Mengalami demam.

– Terjadi perubahan pada warna kulit dan mata menjadi kuning.

– Perubahan warna urine menjadi kuning tua atau kecokelatan.

– Timbul rasa tidak enak badan.

– Penurunan sistem kekebalan tubuh dan daya tahan tubuh yang tidak menentu.

– Perut sering terasa mual ingin muntah.

– Tubuh mudah merasa letih, lesu dan mudah capek.

– Penurunan nafsu makan.

Pencegahan Hepatitis A

Cara pencegahan terbaik supaya seseorang tidak sampai terserang penyakit ini ialah dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Perilaku seperti mencuci tangan sebelum makan, atau mencuci bersih buah yang siap disantap ialah salah satu contoh menjalankan rutinitas hidup sehat guna mencegah penyakit ini.

Bagi Anda yang berada dekat dengan penderita hepatitis A ini, karena ikatan persaudaran misalnya, bisa melakukan terapi immunoglobulin supaya terhindar dan tidak terkontaminasi.

Imunisasinya sendiri bisa dilakukan dalam bentuk tunggal atau kombinasi dengan vaksin virus hepatitis B. Imunisasi vaksinnya dilakukan dua kali yakni vaksinasi dasar dan juga booster dengan jarak waktu 6-12 bulan kemudian.

Imunisasi penyakit ini sangat dianjurkan oleh orang yang dianggap potensial terinfeksi seperti penghuni asrama yang hidupnya beramai-ramai ataupun mereka yang sering mengonsumsi jajanan dari luar.

Bagaimana cara mengobati hepatitis A? Sebenarnya, tidak ada cara yang spesifik karena biasanya jika sudah diimunisasi maka penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya.

Meski begitu, langkah-langkah berikut ini dapat Anda lakukan, setidaknya untuk mempercepat proses kesembuhannya:

  1. Mengistirahatkan hati

Fungsi hati itu salah satunya ialah untuk melakukan metabolisme terhadap obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh.

Nah, ketika hati sedang mengalami sakit karena serangan virus ini, maka disarankan untuk menghindari dulu penggunaan obat-obatan yang tidak perlu, tidak minum alkohol, dan lainnya.

  1. Memaksakan diri untuk menyantap makanan, bahkan ketika mual

Dampak dari serangan hepatitis A ini ialah timbulnya rasa mual dan ingin muntah. Apapun yang terjadi, Anda harus bisa melawan rasa mual itu dan tetap memenuhi nutrisi tubuh dengan banyak makan.

  1. Memperbanyak waktu istirahat

Infeksi virus harus diperangi oleh sistem imun tubuh sehinga diperlukan banyak energi. Nah, energi itu didapatkan dengan banyak istirahat dan banyak makan.

Pengobatan Penyakit Hepatitis A

Penderita hepatitis A perlu tahu seperti apa pengobatan yang harus ditempuhnya. Jika penderita hepatitis A tahu bagaimana caranya mengobati penyakitnya diharapkan penyakit hepatitis A tersebut segera pergi dan menjauh dari tubuhnya.

Tidak semua pengobatan bergantung pada bantuan dokter, maksudnya di sini adalah pihak pasien juga memiliki andil yang cukup besar terhadap kesembuhan penyakitnya. Berikut ini adalah pengobatan yang bisa dilakukan oleh pasien hepatitis A:

  1. Jangan Sembarangan Mengkonsumsi Obat

Ketika sakit, penderita hepatitis A diharapkan bisa berbicara pada dokter yang mengatasi penyakitnya bahwa dia pernah mengalami penyakit hati seperti hepatitis A.

Obat kimia yang ada sekarang ini memiliki dampak yang berbeda-beda, ada yang memberatkan kinerja ginjal, ada yang memberatkan kinerja hati dan juga ada yang memberatkan kinerja jantung.

Dengan mengatakan riwayat penyakit yang pernah diderita, dokter akan memberikan resep obat yang aman untuk fungsi hati sehingga fungsi hati tidak semakin bertambah buruk atau malah menjadi tidak berfungsi samasekali.

  1. Makan Dengan Porsi Sedikit

Bagi pasien hepatitis A yang mengalami keluhan mual dan muntah, untuk mengobati mual dan muntahnya bisa dengan cara mengkonsumsi makanan dengan porsi yang sedikit.

Alasannya adalah makanan dengan porsi sedikit lebih bisa diterima oleh perut dibandingkan dengan makanan dalam porsi yang besar.

Kebanyakan orang yang mengalami mual dan juga muntah dia akan merasakan mual ketika dia melihat makanan dengan porsi yang besar. Sehingga sebelum makanan itu masuk ke dalam tubuhnya, dia sudah merasakan mual terlebih dahulu.

  1. Obat Anti Muntah

Jika mual dan muntah terus berkelanjutan ada baiknya pasien hepatitis A berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memberikan obat anti muntah kepada pasien yang mengalami mual dan juga muntah.

Obat anti muntah yang akan diberikan oleh dokter adalah obat metoclopramide. Bentuk dari obat tersebut beraneka bentuknya mulai dari yang tablet, serbuk, kapsul atau obat itu juga bisa dengan suntikan secara rutin.

  1. Pola Hidup Sehat

Penderita Hepatitis A juga dianjurkan untuk menjalankan pola hidup sehat. Gaya hidup sehatĀ itu misalnya saja adalah tidak minum minuman keras.

Minuman keras mengandung alkohol dimana kandungan alkohol itu bisa semakin memberatkan fungsi hati. Jika hati dari hari ke hari diberatkan fungsinya maka resiko gagal hati bisa terjadi.

Apa Itu Livercare?

Livercare marupakan Formula Organik produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang di produksi khusus dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology dan Formula Organik Livercare yang diproduksi adalah hasil terbaik dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Formulator kami selama bertahun-tahun dengan melibatkan berbagai bahan-bahan Organik dengan kualitas terbaik.

Kandungan-kandungan alami yang terkandung dalam Formula Organik Livercare dapat berperan sebagai anti virus yang menyerang Liver seperti Hepatitis A dan Hepatitis B, Anti peradangan yang diakibatkan oleh aktivitas virus, Memperbaiki fungsi organ Liver serta kelenjar Empedu yang berperan sebagai sintesa lemak dalam darah, Mencegah dan mengurangi timbulnya plak dalam pembuluh darah.