skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Insomnia Kronis

Penyakit Insomnia Kronis

Insomnia adalah suatu kondisi kesehatan yang pada umumnya ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk tidur dengan tepat. Jutaan orang di seluruh dunia menderita gangguan tidur ini. Pada dasarnya, insomnia dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu insomnia akut dan insomnia kronis.

Seperti tersirat dari namanya, insomnia akut atau berlaku untuk jangka waktu singkat, sekitar dua atau tiga minggu, sedangkan insomnia kronis cenderung berlaku untuk jangka waktu yang relatif lebih lama, sekitar satu bulan atau lebih.

Insomnia kronis pada dasarnya adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan susah tidur untuk waktu yang lama. Ini adalah kondisi yang jauh lebih kompleks dengan beberapa kondisi fisik dan psikologis sebagai penyebab yang mendasarinya. Insomnia kronis dibagi lagi menjadi insomnia kronis primer, yaitu dimana gangguan dalam pola tidur tidak memiliki kondisi khusus.

Dan insomnia kronis sekunder, yaitu yang dapat dikaitkan dengan kondisi fisik atau psikologis tertentu, atas dasar penyebab yang mendasari. Selain ketidakmampuan untuk tidur, beberapa gejala yang paling menonjol dari kondisi ini termasuk kelelahan pada otot, halusinasi, penglihatan ganda, dsb.

Menariknya, orang-orang yang menderita kondisi ini cenderung menunjukkan peningkatan yang menakjubkan dalam tingkat kewaspadaan.

Penyebab Insomnia Kronis

Pada dasarnya, penyebab insomnia kronis dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok; kondisi psikologis, kondisi medis, dan obat-obatan. Di bawah ini adalah rincian dari masing-masing:

  1. Obat

Obat-obatan tertentu juga diketahui menyebabkan insomnia. Contoh terbaik dari hal ini adalah antidepresan yang cenderung bekerja pada otak dan membuat anda jauh lebih aktif.

Lebih penting lagi, obat flu memiliki kecenderungan untuk mengganggu pola tidur normal, dan dapat menyebabkan insomnia. Obat lain yang diketahui menyebabkan insomnia termasuk obat penghilang rasa sakit, obat tekanan darah tinggi, diuretik, dsb.

Dalam mengatasi insomnia kronis yang bersangkutan, akan berkisar pada identifikasi penyebab yang mendasarinya. Hal ini akan membuahkan langkah yang tepat dalam mengobati insomnia kronis. Dalam kasus insomnia kronis yang dipicu oleh obat, mengganti obat yang diresepkan dapat membantu dalam mengurangi masalah yang terkait.

  1. Kondisi psikologis

Pikiran yang gelisah dapat membuat seseorang untuk sulit tidur dengan nyaman, dan pikiran ini gelisah dapat dikaitkan dengan berbagai kondisi psikologis termasuk stres dan depresi.

Selain kondisi tersebut, insomnia kronis juga dapat dikaitkan dengan gangguan bipolar dan gangguan stres pasca trauma. Jika tidak mendapatkan perawatan, kondisi ini cenderung memburuk, dan orang mulai mengasosiasikan bahwa mendapatkan tidur adalah perjuangannya.

  1. Kondisi medis

Seperti pada kondisi psikologis, pada kondisi medis ini terjadi karena penyakit dan gangguan yang menyebabkan insomnia kronis. Kondisi kesehatan berkisar dari alergi dan kondisi yang jauh lebih parah seperti penyakit ginjal dan kanker.

Kondisi medis lain yang dikenal untuk memicu insomnia yang termasuk asma, penyakit parkinson, asam lambung, dsb. Bahkan, sakit parah sebagai akibat dari cedera atau masalah kesehatan mendasar juga diketahui membuat orang susah tidur.

Ciri Penyakit Insomnia Kronis

Berikut adalah ciri-ciri penyakit insomnia kronis:

  1. Tangan berkeringat

Ciri penyakit insomnia kronis yang dapat dilihat lainnya adalah akan mengalami tangan yang berkeringat. Tangan berkeringat ini karena gelisahnya otak sehingga tidak merasakan rileks yang mengakibatkan tubuh menjadi mudah berkeringat terutama berkeringat pada bagian tangan. Saat insomnia, otak sangat sulit dikontrol dan ketenangan pun sulit untuk didapatkan.

  1. Sakit kepala

Memang kelelahan menyebabkan sakit kepala. Bahkan hal ini juga dikarenakan metabolisme yang tidak dapat bekerja dengan baik sehingga kepala merasakan nyeri pula.

Kepala yang nyeri ini bisa dikarenakan rasa ngantuk yang berlebihan sedangkan hal itu terus dipaksakan untuk tetap melek dan bekerja disiang hari, sedangkan pada malam hari idak bisa tidur dengan nyeyak. Tentu hal itu akan menyebabkan sakit pada bagian kepala.

  1. Merasa lelah yang sangat

Cepat lelah pasti dirasakan oleh setiap orang yang mengalami insomnia kronis, karena metabolisme pada penderita insomnia akan berkurang funginya. Itulah sebabnya seorang yang menderita insomnia dapat dilihat ciri-cirinya dengan dia sering merasa cepat lelah. Dan sering ingin tidur dnisiang hari karena insomnia. Atau merasa sangat mengantuk ketika sedang dalam aktivitas.

  1. Mudah marah

Biasanya orang yang ngantuk, lapar ataupun lelah akan lebih sensitif, orang yang mengalami insomnia kronis salah satunya akan mengalami kelelahan, ngantuk, lapar dan sebagainya, itu sebabnya mengapa orang yang mengalami insomnia menjadi cepat marah dan sangat mudah tersinggung.

  1. Nyeri perut

Lelah membuat seorang inginnya tidur saja, sampai-sampai lupa akan makan. Karena itu banyak orang yang mengalami insomnia kronis dilihat dari kesehatan perutnya. Selain karena kurang asupan makanan, asupan istirahat juga kurang sehingga menyebabkan perut menjadi nyeri dan terserang asam lambung yang justru ini akan merusak lambung lebih parah lagi.