skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Insomnia Pada Lansia

Penyakit Insomnia Pada Lansia

Penyakit insomnia pada lansia biasanya muncul dalam bentuk kesulitan untuk tidur dan sering terbangun atau bangun terlalu awal. Atur waktu tidur dengan baik, ikuti petunjuk sleep hygiene dan cobalah untuk lebih berpikiran positif dengan lebih berfokus pada vitalitas di siang hari yang segar bugar dibandingkan kualitas tidur malam sebelumnya.

Perubahan pola tidur pada usia lanjut banyak disebabkan oleh kemampuan fisik usia lanjut yang semakin menurun. Kemampuan fisik menurun terkait oleh kemampuan organ dalam tubuh yang menurun juga seperti jantung, paru-paru dan ginjal. Penurunan tersebut mengakibatkan daya tahan tubuh dan kekebalan turut berpengaruh.

Pada usia lanjut biasanya insomnia lebih sering menyerang. Hal ini teradi sebagai efek samping (sekunder) dari penyakit lain seperti nyeri sendi, osteoporosis, payah jantung, parkinson atau depresi. Jika penyebab utamaya tidak diatasi dengan sendirinya gangguan tidur tidak akan pernah teratasi. Pada kondisi seperti ini obat tidur bukanlah solusi yang tepat.

Berikut faktor-faktor yang menyebabkan insomnia pada lansia adalah:

  1. Perubahan pola tidur

Tidur siang terlalu lama dan tidur terputus juga dapat mengganggu pola tidur seseorang. Pola tidur pada lansia mengalami perubahan disebabkan oleh proses patologis terkait dengan usia.

Penelitian yang dilakukan Wiley pada tahun 1974 menyebutkan bahwa gangguan tidur pada lanjut usia menyerang 50% lansia yang berusia 65 tahun atau lebih yang tinggal dirumah, dan sebanyak 66% lanjut usia yang tinggal di home care.

Perubahan yang terjadi adalah kuantitas tidur lansia umumnya disebabkan karena terbangun dini hari dan peningkatan jumlah tidur siang. Penelitian yang dilakukan oleh Johnson tahun 2005 menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah waktu seseorang terjaga dengan kuantitas tidur di malam hari.

Untuk itu, semakin bertambahnya usia terutama saat memasuki usia lanjut, pola irama sirkadian mengalami perubahan.

  1. Asupan nutrisi

Asupan nutrisi bagi lansia juga mempengaruhi timbulnya insomnia, seperti konsumsi alkohol, kebersihan diri yang tidak terjaga dengan baik, dan konsumsi obat yang memiliki efek samping gangguan tidur lansia.

  1. Ketidaknyamanan fisik

Penurunan fisik dan penyakit yang menghampiri lansia menyebabkan pola tidur terganggu. Misalnya nyeri, batuk, mual, inkontinensia, permasalahan kardiovaskuler (perawatan paska operasi jantung), urgensi, penyakit Alzheimer, penyakit degeneratif, penyakit paru, sindrom nyeri, dan penyakit prostatik.

  1. Faktor psikologis

Beragam faktor psikologis dapat menyebabkan insomnia. Faktor tersebut antara lain rasa cemas, depresi, ketakutan, berduka, dan stres.

Seorang lansia yang ditinggal pasangan dan anak cenderung memiliki perasaan depresi. Selain itu, gangguan tidur pada lansia dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti berkurangnya aktivitas, pensiun, perubahan pola sosial, atau kematian pasangan.

  1. Faktor lingkungan

Lingkungan dapat memengaruhi seseorang untuk dapat tidur. Lingkungan yang bising, cahaya yang terang atau gelap, suhu yang ekstrem, kelembaban lingkungan, dan tatanan yang tidak familiar bisa mengganggu pola tidur seseorang.

Dampak Penyakit Insomnia Pada Lansia

Sebagian dokter menganggap bahwa tidur merupakan suatu alat barometer alami yang berasal dari kesehatan. Ibaratnya adalah seperti kita sedang mengukur temperatur suhu seseorang.

Orang lansia yang tidak bisa tidur dengan baik dan mendapatkan masalah susah tidur biasanya akan lebih mudah beresiko mengalami depresi, masalah pada perhatian dan juga ingatan, serta mengantuk lebih sering di siang hari dengan berlebihan. Mereka juga akan cenderung jatuh di dalam hari dan merasakan sensitif pada rasa sakit dengan berlebihan.

Tidak cukup tidur akan mengakibatkan gangguan kesehatan pada tubuh kita. Mempunyai suatu resiko uuntuk mengalami penyakit jantung, penyakit diabetes, kenaikan berat badan, dan penyakit kanker payudara.

Penyakit insomnia pada lansia biasanya membuat mereka lebih sering terbangun di malam hari. Dan hal ini akan mengakibatkan Anda harus menghabiskan waktu Anda lebih lama di atas tempat tidur untuk bisa mendapatkan waktu tidur yang dibutuhkan oleh Anda, atau juga Anda harus mengganti waktu yang hilang dengan tidur siang.

Dan untuk beberapa kasus, perubahan dari pola tidur yang terjadi adalah suatu hal yang normal dan tidak mengindikasikan suatu masalah pada susah tidur.

Mengobati Penyakit Insomnia Pada Lansia

Untuk mengobati penyakit insomnia pada lansia lakukan olahraga yang ringan, tetapi teatur seperti jalan kaki di pagi hari, berkari-lari kecil, senam atau sekedar peregangan otot. Hal ini terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur pada lanjut usia.

Melakukan jalan pagi atau senam lanjut usai di saat subuh mampu meningkatkan vitalitas di usai lanjut. Dengan berolahraga, diharapkan dapat tidur lebih cepat, lebih jarang terbangun dan tidur lebih dalam.

Tidur siang hanya dianjurkan jika pada saat malam sebelumnya kekurangan tidur. Tidur siang akan mengurangi utang tidur, padahal utang tidur diperlukan untuk meningkatkan dorongan homeostatik untuk tidur. Tidur siang selama 15 menit biasanya sudah cukup memberikan kesegaran untuk berakitvitas.

Penyakit insomnia pada lansia bisa diatasi salah satu caranya adalah dengan beranggapan bahwa tidur merupakan aktivitas yang penting untuk kesehatan tubuh dan untuk kualitas mental Anda. Untuk orang yang berusia lanjut, tidur alami atau tidur malam merupakan suatu hal yang baik karena bisa membantu meningkatkan konsentrasi dan juga untuk membentuk ingatan.

Serta memberikan tubuh untuk bisa memperbaiki kekrusakan yang terjadi pada sel di siang hari dan bisa membantu membuat tubuh menjadi lebih bugar dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang bisa mencegah berbagai serangan penyakit.