skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti.

Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) appendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.

Diantara beberapa faktor diatas, maka yang paling sering ditemukan dan kuat dugaannya sebagai penyabab adalah faktor penyumbatan oleh tinja/feces dan hyperplasia jaringan limfoid.

Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Dalam tinja/feces manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri/kuman Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.

Pemicu peradangan bukan semata-mata makanan, sebenarnya yang menimbulkan peradangan usus buntu adalah penyumbatan disusu buntu. Orang bilang makan biji-bijian, betul memang tapi bukan pemicu tunggal. yang paling sering adalah kotoran kita sendiri yang bentuknya keras.

Seharusnya di suus besar bagian bawah sisa makanan masih dalam bentuk cair, kalau bentuknya keras dan butiran akan masuk ke usus buntu lalu tersumbat didalamnya karena usus buntu tidak memiliki daya pompa seperti usus besar. Jadi ketika ada benda asing masuk ke dalamnya makan akan tetap diam di tempat.

Makan cabai bersama bijinya atau jambu klutuk beserta bijinya sering kali tak tercerna dalam tinja dan menyelinap kesaluran appendiks sebagai benda asin.

Begitu pula terjadinya pengerasan tinja/feces (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk kesaluran appendiks yang pada akhirnya menjadi media kuman/bakteri bersarang dan berkembang biak sebagai infeksi yang menimbulkan peradangan usus buntu tersebut.

Seseorang yang mengalami penyakit cacing (cacingan), apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu tersasar memasuki usus buntu maka dapat menimbulkan penyakit radang usus buntu.

Gambaran Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Peradangan atau pembengkakaan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi.

Pembusukan usus buntu ini menghasilkan cairan bernanah, apabila tidak segera ditangani maka akibatnya usus buntu akan pecah (perforasi/robek) dan nanah tersebut yang berisi bakteri menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas, yaitu infeksi dinding rongga perut (Peritonitis).

Gejala Penyakit Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Gejala yang terlihat pada penderita apendisitis diantaranya adalah pada sisi kanan bagian bawah perut terasa sakit, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, diare, sembelit, ketidakmampuan untuk buang angin, pembengkakan perut,demam yang disertai wajah memerah, dan merasa nyaman dan lebih baik setelah buang tinja.

Rasa sakit pada apendisitis bisa datang dengan kram, dan akan menjadi lebih berat seiring bertambahnya waktu. Radang usus buntu terkadang tidak mempengaruhi kebiasaaan buang air besar, akan tetapi lebih mempengaruhi kebiasaan buang air kecil.

Penyakit Radang Usus Buntu Kronik.

Pada stadium ini gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut yaitu nyeri pd titik Mc Burney (istilah kesehatannya).

Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak usus buntu itu sendiri terhadap usus besar. Apabila ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih.

Bila posisi usus buntunya ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik begitu.

Upaya Pencegahan Apendisitis (Radang Usus Buntu)

Apendiditis atau radang usus buntu merupakan penyakit yang tidak bisa dicegah. Hanya saja bagi orang yang mengkonsusi serat yang cukup akan membantu mengurangi penyumbatan pada usus buntu. Oleh karenya penting bagi kita untuk selalu menyediakan makanan berupa sayur sayuran dan buah buahan yang segar agar kita memperoleh cukup serat.

Tindakan pencegahan sebenarnya lebih menekankan pada kehati hatian dalam melihat gejala, jika anda sudah mendapatkan sebagian gejala, maka segeralah anda mendatangi dokter. Untuk mendapatkan perawatan sesegera mungkin. Jika tidak maka situasi ini akan menjadi gawat atau emergency.