skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Ada Efek Yang Berbahaya Jika Penyakit Sirosis Hati Menyerang Manusia?

Apakah Ada Efek Yang Berbahaya Jika Penyakit Sirosis Hati Menyerang Manusia?

Hati tersusun atas empat lobus, dengan dua lobus utama yang berukuran besar. Masing – masing lobus tersusun atas lobulus yang merupakan unit – unit penyusun hati berbentuk polihedral. Tiap lobus dapat mengandung sekitar 100.000 lobulus. Hati memiliki peraan penting bagi tubuh.

Sebagaimana organ vital lainnya, tubuh akan mendapatkan masalah yang serius jika terjadi kelainan pada hati. Hati manusia dewasa normal memiliki massa sekitar 1,4 Kg atau sekitar 2.5% dari massa tubuh. Letaknya berada di bagian teratas rongga abdominal, disebelah kanan, dibawah diagfragma dan menempati hampir seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagian epigastrium abdomen.

Permukaan atas berbentuk cembung dan berada dibawah diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transverses. Permukaannya dilapisi pembuluh darah yang keluar masuk hati.

Sirosis Hati adalah penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Biasanya dimulai dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul.

Distorsi arsitektur hati akan menimbulkan perubahan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak teratur akibat penambahan jaringan ikat dan nodul tersebut.

  1. Sirosis mikronodular

Ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur, didalam septa parenkim hati

mengandung nodul halus dan kecil merata diseluruh lobus,

besar nodulnya sampai 3 mm.

Sirosis mikronodular ada yang berubah menjadi makronodular.

  1. Sirosis makronodular

Ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi,

dengan besar nodul lebih dari 3 mm.

  1. Sirosis campuran

Umumnya sinosis hepatis adalah jenis campuran ini.

Gejala Penyakit Sirosis Hati

Berikut ini adalah beberapa tanda gejala dari penyakit sirosis hati:

  1. Berat Badan Berkurang

Karena kehilangan nafsu makannya, penderita sirosis hati akan memiliki berat badan menurun. Kebanyakan penderita sirosis akan memiliki perut yang besar karena berisi banyak cairan dan berat badan semakin lama semakin menurun. Pada kasus penderita sirosis yang parah, akan terlihat seperti pasien mal nutrisi atau gizi buruk.

  1. Gangguan Pencernaan

Banyaknya cairan yang ada di dalam perut penderita sirosis hati akan menyebabkan terganggunya sistem pencernaan di dalam perut tersebut. Gastrointestinal

Gangguan ini merupakan gangguan yang menyebabkan penyerapan lemak di dalam tubuh. Penyerapan lemak yang berkurang dan menurun bisa menyebabkan penderita sirosis hati mengalami diare, pembengkakan dan berbagai macam gangguan lainnya.

  1. Anemia

Sirosis hati yang sampai menimbulkan pendarahan bisa menyebabkan penderitanya terkena anemia. Hal itu disebabkan penderita sirosis hati mengalami banyak zat besi yang keluar bersama dengan pendarahan yang dialaminya.

Komplikasi Penyakit Sirosis Hati

Adapun berikut ini adalah beberapa komplikasi dari penyakit sirosis hati:

  1. Pembengkakan varises

Jika terdapat pembengkakan pembuluh darah di dalam esofagus atau kerongkongan, maka Anda akan mengalami muntah darah atau buang air besar disertai darah. Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah varises esofagus. Anda harus segera ke instalasi gawat darurat atau IGD untuk mendapatkan pertolongan secepatnya karena ini adalah kondisi yang serius.

Untuk mengurangi risiko perdarahan dan tingkat keparahan perdarahan yang muncul, obat penghambat beta (misalnya propranolol) akan diberikan. Selain obat-obatan, terdapat beberapa prosedur lain yang bisa dilakukan untuk menghentikan perdarahan di kerongkongan.

  1. Perdarahan

Fungsi organ hati dalam memproduksi protein yang dibutuhkan dalam penggumpalan darah akan terganggu akibat sirosis. Sirosis akan membuat darah menjadi encer dan Anda bisa mengalami perdarahan yang cukup parah apabila terjadi luka.

Jika terjadi perdarahan, tekan bagian yang terluka dengan kuat. Vitamin K dan produk darah yang bernama plasma bisa diberikan dalam keadaan darurat. Beritahu dokter mengenai sirosis Anda sebelum melakukan prosedur kesehatan, termasuk operasi gigi.

Pengobatan Penyakit Sirosis Hati

Pengobatan yang dilakukan pada sirosis bertujuan memperlambat kerusakan yang sudah terjadi pada jaringan hati dan juga mencegah atau mengobati gejala-gejala yang muncul serta mengatasi komplikasi dari sirosis.

Sirosis tidak bisa disembuhkan karena hati telah mencapai tingkat kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi. Namun, penyebab dasar munculnya penyakit hati dapat diketahui dan ditangani. Penanganan dilakukan agar sirosis yang sudah terjadi tidak bertambah parah.

Untuk membantu meredakan gejala yang muncul akibat sirosis, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

– Menggunakan krim untuk mengatasi rasa gatal yang muncul.

– Mengonsumsi menu makanan rendah sodium dan tablet diuretik untuk menurunkan jumlah cairan di dalam tubuh.

– Menggunakan tablet untuk menurunkan hipertensi di pembuluh darah yang mengirimkan darah ke hati. Selain itu, obat ini bisa digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi yang terjadi.