skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Bahaya Penyakit Sirosis Hati Pada Ibu Hamil!

Bahaya Penyakit Sirosis Hati Pada Ibu Hamil!

Sirosis hati merupakan penyakit kronis yang menyerang organ hati yang membuat organ hati mengalami pengecilan, pengerasan dan pembengkakan hati/liver.

Sirosis hati merupakan penyakit kronis yang mengancam jiwa manusia, diketahui dari beberapa sumber informasi yang dihimpun bahwa penyakit akibat sirosis hati ini menyebabkan kematian.

Penyebab Penyakit Sirosis Hati

Penyebab sirosis hati salah satunya karena adanya pengaruh alkohol. Sebenarnya hati memiliki kemampuan untuk memecah alkohol.

Akan tetapi jika alkohol yang dikonsumsi terlalu banyak, alkohol tersebut dapat merusak hati. Sirosis yang terjadi disebabkan oleh pengaruh alkohol disebut dengan sirosis alkoholik.

Penyebab berikutnya dari sirosis hati adalah infeksi virus hepatitis C kronis. Virus hepatitis C dalam jangka panjang dapat menyebabkan inflamasi yang pada akhirnya akan menyebabkan sirosis hati. Selain hepatitis C, hepatitis B juga diketahui memiliki pengaruh terhadap terjadinya sirosis hati.

Penyabab lain pada sirosis hati antara lain adalah adanya penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu, reaksi terhadap obat obatan medis tertentu, dan terjadinya Infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri dan parasit.

Hepatitis dan Sirosis pada Kehamilan

Sama seperti pada orang pada umumnya, seorang ibu yang hamil dapat berisiko mengalami hepatitis virus dan seseorang yang sudah mengalami hepatitis kronik dapat hamil.

Semua jenis virus hepatitis dapat menginfeksi ibu hamil, dan dapat menimbulkan gejala hepatitis virus akut.

Gejala dan tanda infeksi hepatitis virus akut yang terjadi pada kehamilan umumnya tidak banyak berbeda dengan mereka yang tidak hamil.

Yang perlu dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter bila muncul gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas tadi untuk memastikan apakah ini suatu hepatitis virus atau bukan, menentukan jenis virus apa yang menginfeksi.

Serta menentukan derajat kerusahan sel hati yang terjadi. Biasanya dokter akan menganjurkan perawatan di rumah sakit untuk memantau perkembangan penyakitnya.

Serta memastikan bahwa pasien cukup istirahat dan mendapat asupan makanan yang baik. Umumnya ibu hamil yang mengalami hepatitis virus akut akan sembuh dalam 4 sampai 6 minggu.

Menentukan jenis virus hepatitis apa yang menginfeksi merupakan hal penting, sebab seperti yang telah disebutkan di atas, bila virus hepatitis B dan C yang menginfeksi maka perlu dilakukan langkah-langkah lebih lanjut.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan penyakit lebih lanjut serta mencegah penularan penyakit ke janin atau bayi.

Bila ibu hamil terinfeksi hepatitis virus B atau C, maka dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan lanjutan untuk menentukan apakah hepatitis virusnya dalam kondisi aktif dan menularkan ke orang lain atau tidak, termasuk ke janinnya.

Selain dapat membahayakan janin Anda, Anda juga harus paham betul bahwa penyakit Hepatitis B adalah infeksi hati serius yang paling sering terjadi di dunia.

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang menyerang sel-sel hati dan dapat menyebabkan gagal hati, sirosis (jaringan parut) atau kanker hati.

Pengaruh virus hepatitis paling menakutkan pada ibu hamil adalah dapat meningkatkan angka kejadian abortus, partus prematums, dan perdarahan.

Risiko bagi janin dalam kandungan adalah kelahiran prematurus, kematian janin dan penularan hepatitis virus. Hampir 90% bayi-bayi yang dilahirkan dari sanga ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis b akan terinfeksi hepatitis B yang mengarah ke kronis.

Jika Anda memiliki hepatitis B selama kehamilan, Anda dapat menularkan virus tersebut kepada bayi Anda.

Dalam rangka mencegah penularan dari ibu yang mengidap hepatitis B ke bayi dan juga penularan secara horizontal.

Disarankan untuk memberikan vaksinasi yaitu vaksin hepatitis B yang pertama kalinya setelah lahir setelah itu dilanjutkan dengan pemberian yang ke dua dan yang ke tiga sesuai dengan jadwal.

Selain vaksin bila diperlukan akan diberikan imunoglobulin atau antibodi. Sehingga bagi ibu yang menderita hepatitis B dapat memberikan ASI kepada bayinya tentunya dengan memberikan vaksinasi hepatitis B terlebih dulu setelah bayi dilahirkan.

Selain itu pencegahan luka pada bagian puting sangat dianjurkan untuk memperkecil kemungkinan penularan.

Wanita dengan sirosis hepatis dapat menjadi hamil, bila fungsihati masih baik dan proses sirosis tidak luas.

Penyakit ini dapat memberikan pengaruh tidak baik terhadap kehamilan, sebaliknyakehamilan tidak banyak pengaruhnya terhadap sirosis hepatis.

Pengaruh hepatitis kronik aktif pada kehamilan tergantung pada intensitas proses penyakitnya. Peningkatan insidens infertilitas dan komplikasi obstetrik selama kehamilan selaras dengan berat penyakitnya. Sedangkan kehamilannya sendiri tidak memperburuk fungsi hati.

Adanya hepatitis kronik aktif bukan merupakan indikasi untuk tindakan abortus. Pengobatan kortikosteroid dengan atau tanpa azatioprin pada penderita hepatitis kronis selama kehamilan dapat diteruskan.

Kehamilan pada penderita sirosis hati jarang terjadi karena usia penderita yang biasa sudah lanjut dan karena sirosis hati mengurangi kesuburan, yaitu sering menyebabkan amenore dan siklus haid tanpa ovulasi.