skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Usus Buntu Pada Wanita

Penyakit Usus Buntu Pada Wanita

Penyakit usus buntu mungkin merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, bisa saja anda, saudara, orang tua, teman atau tetangga pernah mengalami penyakit usus buntu dan harus menjalani operasi pengangkatan.

Ya memang benar, penyakit usus buntu dapat terjadi pada semua orang dalam semua umur, terutama paling sering antara umur 10 tahun hingga 30 tahun wanita hamil atau menyusui juga bisa dengan mudah terkena penyakit ini, namun jarang terjadi pada anak usia kurang dari 1 tahun, dan pengobatan standarnya adalah dengan cara operasi.

Usus buntu dalam bahasa medis disebut dengan Appendix vermicularis adalah suatu organ di dalam saluran pencernaan yang berbentuk tabung, organ ini terletak pada pangkal usus besar yang berada pada perut bagian kanan bawah.

Jadi usus buntu merupakan suatu organ, dan penyakit usus buntu bukanlah suatu keadaan dimana usus mengalami kebuntuan sehingga makanan dan minuman yang dimakan tidak dapat keluar melalui dubur, tetapi adalah suatu peradangan yang terjadi pada organ usus buntu atau Appendix vermicularis yang dalam bahasa medis disebut sebagai Appendisitis.

Penyebab Penyakit Usus Buntu Pada Wanita

Penyebab penyakit ini belum diketahui dengan pasti, sehingga pencegahannya juga belum diketahui. Meski demikian, sebagian besar apendisitis diperkirakan terjadi akibat tersumbatnya ‘pintu masuk’ menuju usus buntu oleh:

  • Kelenjar getah bening yang membengkak dalam dinding usus. Pembengkakan ini biasanya berkembang setelah terjadi infeksi saluran pernapasan atas.

Penyumbatan tersebut akan menyebabkan terjadinya inflamasi dan pembengkakan. Tekanan akibat pembengkakan akan memicu pecahnya usus buntu.

Berikut ini adalah cara yang bisa anda gunakan untuk mencegah penyakit usus buntu, yaitu:

  1. Meningkatkan Daya Imun

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mencegah usus buntu adalah dengan meningkatkan sistem imun tubuh. Alasannya adalah ketika sistem imun meningkat makanan tidak akan bisa masuk ke dalam usus buntu tersebut. Jika imun melemah di dalam usus buntu terdapat makanan yang nantinya bisa membusuk di dalam usus tersebut.

Setelah terjadi pembusukan akan muncul infeksi dan bisa menyebabkan orang tersebut mengalami sakit perut. Jika tidak segera diatasi infeksi itu akan menyebabkan usus buntu menjadi pecah dan infeksi bisa menjalar ke bagian usus lainnya.

  1. Mengkonsumsi Makanan Kaya Serat

Makanan yang tinggi serat adalah makanan yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya usus buntu. Alasannya adalah radang yang ada di usus buntu banyak disebabkan oleh penumpukan feses. Bisa dikatakan bahwa orang yang terkena sembelit dia akan memiliki resiko untuk terkena radang usus buntu.

Oleh sebab itu orang yang sering mengalami sembelit ada baiknya mengkonsumsi makana tinggi serat seperti agar-agar, sayuran dan juga buah-buahan. Hal itu dikarenakan semua makanan tersebut banyak mengandung serat. Serat baik untuk pencernaan sehingga feses akan melunak dan bab menjadi lancar. Feses yang keras akan menyumbat usus terutama usus buntu.

  1. Jangan Menunda BAB

Orang yang suka menunda BAB rentan untuk terkena usus buntu. Meskipun terlihat sepele ternyata menahan BAB menjadi penyebab seseorang bisa terkena radang usus buntu. Ketika kita menahan BAB, kita akan mengalami penumpukan feses padahal penumpukan feses itu adalah hal yang bisa menyebabkan radang usus buntu..

  1. Banyak Mengkonsumsi Air Putih

Cara lainnya untuk mencegah usus buntu adalah banyak mengkonsumsi air putih. Air putih bisa melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Feses yang keras bisa dilunakkan dengan cairan yang ada di dalam tubuh.

Oleh sebab itu orang yang kurang dalam mengkonsumsi cairan dirinya akan rentan untuk terkena sembelit dan juga radang usus buntu. Orang yang duduk selama berjam-jam di depan komputer juga rentan untuk mengalami sembelit sehingga diwajibkan untuk mengkonsumsi 8 gelas air per harinya.