skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyebab Penyakit Diare Yang Menganjurkan Anda Ke Dokter

Penyebab Penyakit Diare Yang Menganjurkan Anda Ke Dokter

Penyakit diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Penyebab penyakit diare salah satunya adalah dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Berbagai penyakit juga dapat menyebabkan diare. Penyakit usus seperti penyakit radang usus (termasuk ulcerative colitis atau penyakit Crohn) atau penyakit celiac (ketidakmampuan untuk mencerna gandum dan biji-bijian). Penyakit yang mempengaruhi kelenjar tubuh (sistem endokrin) juga bisa menjadi penyebab diare.

Penyebab diare tidak harus infeksi meskipun data menunjukkan bahwa infeksi adalah penyebab tersering diare. Penyebab diare secara lengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Infeksi Berat

Pada penyakit diare akibat infeksi yang tak teratasi dengan baik, dapat terjadi komplikasi diare berupa perluasan infeksi ke dalam darah (sepsis), atau ke otak maupun selaput otak (meningitis, ensefalitis, maupun meningoensefalitis).

  1. Malnutrisi

Pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, diare merupakan salah satu penyebab malnutrisi, dan malnutrisi akan menyebabkan kekebalan tubuh anak menurun dan lebih mudah terserang diare.

Anjuran Pemeriksaan Penyakit Diare

Apabila anda atau seseorang disekitar anda mengalami hal berikut segera lakukan pemeriksaan:

– Sakit perut berlangsung lebih dari dua hari

– Mengalami dehidrasi – Ditandai oleh rasa haus yang berlebihan, mulut kering atau kulit kendur, Buang air keci jarang, sedikit atau tidak sama sekali, lemes, pusing, atau urin berwarna gelap.

– Diare disertai sakit perut atau dubur yang parah

– Diare dengan tinja berdarah berwarna merah atau hitam

– Diare disertai demam di atas 102 F (39 C)

Diare pada anak dan bayi

Pada bayi dan anak-anak, diare dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi . Hubungi dokter jika diare pada bayi atau anak Anda tidak kunjung membaik dalam waktu 24 jam atau jika:

– Popok tidak basah karena kencing dalam tiga jam atau lebih

– Diare pada anak disertai demam di atas 38,5 C

– Diare dengan tinja berdarah warna merah atau hitam

– mulutnya kering atau menangis tanpa air mata

– Terlihat sering mengantuk, tidak responsif atau mudah marah (rewel)

– Terlihat cekung pada perut, mata atau pipi.

– Jika kulit dicubit tidak kunjung kembali (turgor menurun).

Diagnosis Penyakit Diare

Untuk mengetahui apakah seorang pasien terkena diare dan faktor apa saja yang menyebabkannya, pertama-tama dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan pada pasien, misalnya seberapa sering pasien mengalami diare, seperti apa tekstur kotoran yang dikeluarkan.

Selain itu, dokter juga mungkin akan menanyakan apakah pasien sedang mengonsumsi suatu obat (bisa jadi diarenya akibat efek samping obat), berapa banyak kopi atau minuman beralkohol yang dia konsumsi, atau apakah baru-baru ini pasien sering gelisah dan mengalami stres.

Foto polos abdomen juga sering digunakan untuk pemeriksaan penunjang. Endoskopi, aspirasi duodenum dan biopsy untuk menyingkirkan diagnosis banding.

Endoskopi daluran pencernaan bagian bawah lebih menguntungkan daripada pencitraan radiology dengan kontras karena, bahkan jika mukosa terlihat normal, pada biopsy bisa ditemukan colitis mikroskopik. Pencitraan usus bisa menunjukkan divertikulum jejuni, penyakit Crohn atau bahkan striktur usus halus.

Penyembuhan Untuk Penyakit Diare

Beberapa langkah penyembuhan penyakit diare yaitu:

  1. Pemberian nutrisi yang baik

Penderita diare harus tetap makan seperti biasa. Pada bayi yang masih menyusui, ASI harus tetap diberikan. Bila mual, makanan diberikan sedikit-sedikit tetapi sering. Serat sedikit dikurangi agar konsistensi tinja tidak lembek akibat kebanyakan serat.

  1. Pemberian cairan

Pemberian cairan amat penting mengingat komplikasi tersering yang juga dapat menyebabkan kematian penderita diare adalah dehidrasi. Pemberian cairan bertujuan untuk mengganti cairan yang keluar saat diare.

Karena jika tidak diganti, cairan yang defisit pada tubuh dapat menyebabkan perubahan kadar keasaman darah, mengurangi volume darah yang menghantarkan oksigen, menganggu metabolisme sel yang kesemuanya dapat berakibat fatal.

Oralit adalah cairan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi selama diare. Oralit memiliki tingkat kelarutan yang baik sehingga mudah diserap di usus. Jika tidak tersedia oralit, dapat dibuat cairan gula-garam dengan osmolaritas yang mendekati oralit. Caranya ialah campurkan ke dalam satu gelas (200 cc) air matang sebanyak satu sendok teh gula dan satu sendok teh garam.

Pada penderita dengan dehidrasi berat, pada penderita bayi-anak yang sulit minum, atau pada penderita yang selalu muntah setelah makan-minum maka penggantian cairan harus diupayakan melaui cairan intravena (infus).

Anda dapat membaca artikel kita lainnya disini