skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Berikut Penyebab Penyakit Batu Empedu Yang Sering Diabaikan Orang

Berikut Penyebab Penyakit Batu Empedu Yang Sering Diabaikan Orang

Batu empedu merupakan persediaan cairan empedu yang membatu atau mengeras dan terbentuk di dalam kantong empedu.

Kantong empedu itu sendiri yaitu organ kecil yang terletak di perut bagian kanan, tepatnya di bawah hati dan memiliki bentuk seperti buah pir.

Penyebab dari batu empedu diduga karena adanya pengerasan kolesterol yang mengalami penimbunan didalam cairan empedu. Hal ini disebabakan karena adanya suatu ketidakseimbangan antara kolesterol serta senyawa kimia yang ada didalam cairan tadi.

Dan umumnya, batu empedu tidak menimbulkan rasa sakit, jadi tidak membutuhkan penanganan dengan khusus. Namun, jika batu empedu ini mengakibatkan penyumbatan saluran kantong empedu, maka biasanya penderita akan mengalami rasa sakit dibagian kanan perut yang datang dengan mendadak atau dalam dunia kedokteran disebut dengan istilah kolik bilier.

Penyebab Batu Empedu

Munculnya batu empedu diduga akibat adanya ketidakseimbangan antara kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan empedu. Serpihan kristal yang terbentuk akan berkembang menjadi batu dan biasanya dalam waktu bertahun-tahun.

Penimbunan senyawa kimia yang umumnya terdapat dalam kantong empedu saat batu tersebut terbentuk adalah kolesterol dan bilirubin (limbah dari penghancuran sel darah merah). Hampir 80 persen batu empedu berbahan dasar kolesterol dan sekitar 20 persen berbahan dasar bilirubin. Bilirubin adalah suatu pigmen yang ditemukan dalam cairan empedu.

Ukuran batu empedu yang terbentuk juga bermacam-macam. Ada yang sekecil butir pasir dan ada yang sebesar bola pingpong. Begitu juga dengan jumlahnya. Ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih.

Kemungkinan munculnya batu empedu berbeda-beda pada tiap orang. Secara spesifik, wanita berisiko dua kali lebih tinggi dibandingkan pria. Terutama wanita yang pernah hamil, mengonsumsi pil KB, atau menjalani terapi hormon berdosis tinggi.

Faktor Resiko Penyakit Batu Empedu

Berikut adalah beberapa faktor resiko penyakit batu empedu:

1. Riwayat keluarga

Orang dengan riwayat keluarga kolelitiasis mempunyai resiko lebih besar dibandingkan dengan tanpa riwayat keluarga.

2. Makanan

Intake rendah klorida, kehilangan berat badan yang cepat (seperti setelah operasi gastrointestinal) mengakibatkan gangguan terhadap unsure kimia dari empedu dan dapat menyebabkan penurunan kontraksi kandung empedu.

3. Aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kolelitiasis. Hal ini disebabkan oleh kandung empedu lebih sedikit berkontraksi.

4. Jenis kelamin

Wanita mempunyai resiko 3 kali lipat untuk terkena kolelitiasis dibandingkan dengan pria. Ini dikarenakan oleh hormone estrogen yang berpengaruh terhadap peningkatan ekresi kolesterol oleh kandung empedu.

Kehamilan, yang meningkatkan kadar esterogen juga meningkatkan resiko kolelitiasis. Penggunaan pil kontrasepsi dan terapi hormon (estrogen) juga dapat meningkatkan kolesterol dalam kandung empedu dan penurunan aktivitas pengosongan kandung empedu.

1. Usia

Penyakit ini enam kali lebih sering terjadi pada wanita hingga usia 50 tahun. Di atas usia tersebut, memiliki peluang terjadi yang sama bagi kedua jenis kelamin.

2. Berat badan (BMI)

Orang dengan Body Mass Index (BMI) tinggi, mempunyai resiko lebih tinggi untuk terkena kolelitiasis. Semakin tinggi BMI, semakin tinggi pula kadar kolesterol dalam kandung empedu dan akan mengurangi garam empedu serta mengurangi kontraksi/ pengosongan kandung empedu.

3. Penyakit usus halus

Penyakit yang dilaporkan berhubungan dengan kolelitiasis adalah crohn disease, diabetes, anemia sel sabit, trauma dan ileus paralitik.

4. Nutrisi intravena jangka lama

Nutrisi intavena jangka lama mengakibatkan kandung empedu tidak terstimulasi untuk berkontraksi, karena tidak ada makanan/nutrisi yang melewati intestinal, sehingga resiko untuk terbentuknya batu menjadi meningkat dalam kandung empedu.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.