skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Siklus Penyebaran Penyakit Cacingan Yang Harus Dipahami

Siklus Penyebaran Penyakit Cacingan Yang Harus Dipahami

Penyakit cacingan sering menyerang manusia. biasanya penderita mengalami mual, nafsu makan berkurang, nyeri ulu hati dan sebagian penderita terkadang merasakan gatal di tempat pembuangan. Sehingga sangat merugikan bagi manusia. Penyakit cacingan diderita oleh hampir 80% penduduk Indonesia, baik anak-anak maupun dewasa.

Penyakit ini sering mengenai anak usia balita dan anak dikala sekolah dasar, serta orang dewasa yang bekerja di daerah pertambangan dan pertanian. Cacing dewasa hidup di dalam rongga usus. Penyebab cacingan antara lain sanitasi lingkugan kurang terjaga, kebiasaan anak-anak yang buang air besar di sembarang tempat, kebiasaan tidak memakai alas kaki yang berakibat terjadinya infeksi telur cacing melalui pori kulit atau makanan.

Siklus Penyebaran Penyakit Cacingan

Cacing merupakan parasit atau organisme yang hidup pada organisme lain. Cacing yang ada dalam tubuh manusia akan merampas zat makanan dari tubuh yang dijadikan tempat tinggalnya. Jika terjadi pada anak-anak, akan mengganggu pertumbuhan dan menurunkan daya tahan tubuh.

Umumnya, cacing masuk ke dalam tubuh manusia melalui tanah. Anak-anak yang masih belum mengerti tentang kebersihan diri, sering bermain di tempat-tempat yang kotor seperti bermain di got atau bermain pasir, sehingga mudah terserang penyakit cacingan. Jenis cacingan yang biasa menjadi parasit dalam tubuh manusia adalah cacing gelang, cacing kremi, cacing cambuk dan cacing tambang.

Oleh karenanya, anak-anak hingga usia dini perlu diajarkan untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan sekitar dengan cara hidup bersih dan sehat. Biasakan menggunakan alas kaki ketika bermain di luar rumah, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau buang air, memotong kuku, serta tidak buang air besar sembarangan.

Gejala Penyakit Cacingan

Gejala penyakit cacing tambang yang dapat disaksikan dengan mata kepala telanjang bila mereka sudah bersarang dalam tubuh penderita sehingga wajah penderita pucat karena kurang darah, sebagian besar darah penderita sudah dihisap untuk hidup semacam cacing tambang tersebut.

Kecuali keluhan-keluhan berupa perasaan yang lemas, tidak ada keinginan untuk melakukan aktivitas dan bila beraktivitas lekas capek, napas penderita juga menjadi sesak. Bila penyakitnya sudah agak keras, maka tungkai penderita bengkok.

Wajah pucat, kondisi penderita agak lain dari biasa, agak kekuning-kuningan. Bila penyakit ini menulari banyak orang tentu dan jelas agak mengganggu produktivitas, karena mereka tidak bertenaga untuk melakukan pekerjaan.

Wajah penderita tampak pucat, krena cacing tambangyang turut melengketkan diri pada selaput lendir usus tuan rumah banyak sekali (sampai 800 ml atau lebih), tentu darah yang diisapnya banyak pula, sehingga penderita menjadi kekurangan darah dan berwajah pucat.

Ada lagi teori yang mengatakan bahwa cacing-cacing itu mengeluarkan toksin-toksin racun. Toksin ini masuk ke dalam darah tuan rumah, akhirnya sampai ke sumsum tulang . Disini toksin-toksin itu merusak sarang-sarang pembuat sel-sel tuan rumah.

Maka pembuatan sel-sel darah merah tadi terganggu. Akibatnya wajah penderita tampak pucat. Anggapan lain adalah kurang darah tersebut disebabkan oleh makanan yang direbut cacing bernilai tinggi dan penyerapan makanan dalam usus menjadi terganggu.

Diagnosis Penyakit Cacingan

Beberapa cara yang mungkin dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit cacingan pada seseorang yaitu:

  1. Tes tinja

Cacing ascariasis perempuan dewasa dalam usus Anda menghasilkan telur. Telur ini berpindah melalui sistem pencernaan Anda dan akhirnya dapat ditemukan dalam tinja Anda.

Untuk mendiagnosis askariasis, dokter akan memeriksa feses apakah mengandung telur mikroskopis dan larva. Tetapi telur tidak akan muncul dalam tinja minimal setelah 40 hari Anda terinfeksi. Jika Anda hanya terinfeksi oleh cacing jantan, Tubuh Anda tidak akan memiliki telur cacing.

  1. Tes pencitraan

Bergantung pada situasi, dokter dapat menggunakan rontgen, USG, CT scan atau MRI.

  1. Tes darah

Darah Anda dapat diuji untuk mengukur adanya peningkatan jumlah dari jenis sel darah putih tertentu, yang disebut eosinofil. Askariasis dapat meningkatkan eosinofil Anda, tapi kondisi kesehatan lain juga dapat melakukan hal ini.

Baca juga artikel menarik lainnya disini