skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Ada Tindakan Penyakit Batu Empedu Selain Dibawa Kedokter?

Apakah Ada Tindakan Penyakit Batu Empedu Selain Dibawa Kedokter?

Penyakit batu empedu adalah kondisi di mana ditemukannya batu pada kandung empedu. Kandung empedu berisi cairan empedu yang berfungsi untuk menghancurkan lemak.

Penyebab dari batu empedu ini adalah akumulasi kolesterol yang mengeras dan tertimbun dalam cairan empedu.

Biasanya penderita batu empedu datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas, disertai mual, muntah, tubuh kekuningan, demam, penurunan nafsu makan, dan lainnya.

Pengobatan untuk batu empedeu ini akan tergantung dari tingkat keparahan gejala. Salah satunya adalah dengan operasi pengangkatan kandung empedu.

Operasi ini tergolong jenis operasi besar, karena harus dilakukan di ruang operasi, dan biasanya menggunakan anastesi umum (pasien ditidurkan, dan tidak sadar selama operasi.

Pengobatan untuk batu empedu ini ada beberapa macam antara lain:

  1. Kolesistektomi Laparoskopik

Operasi pengangkatan kantong empedu yang paling umum direkomendasikan adalah operasi ‘lubang kunci’ atau kolesistektomi laparoskopik.

Pada operasi ini, dokter akan membuat satu sayatan berukuran 2-3 cm di sekitar pusar, dan dua hingga tiga sayatan dengan ukuran yang lebih kecil di sisi kanan perut.

Operasi ini dilakukan dengan penerapan bius total, jadi Anda akan tertidur selama prosedur berlangsung sehingga tidak akan merasa sakit. Masa pemulihan yang dibutuhkan pasien biasanya sekitar 1-2 minggu.

  1. Kolesistektomi dengan Sayatan Terbuka

Operasi ini akan dipilih jika batu empedu tidak dapat dikeluarkan dengan operasi ‘lubang kunci’ atau kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani kolesistektomi laparoskopik. Misalnya karena:

– Letak kantong empedu pasien sulit dijangkau.

– Pasien berberat badan tinggi.

– Pasien berada pada bulan-bulan terakhir kehamilan.

Setelah menjalani kolesistektomi dengan sayatan terbuka, pasien perlu menginap di rumah sakit selama 5-6 hari.

Waktu yang dibutuhkan untuk sembuh total juga lebih lama dibandingkan dengan operasi ‘lubang kunci’, yaitu sekitar 1,5 bulan. Tetapi tingkat keefektifan operasi ini sama dengan operasi kolesistektomi laparoskopik.

  1. Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopik (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography/ERCP)

Penyumbatan akibat batu pada saluran empedu bisa ditangani dengan prosedur kolangiopankreatografi retrograd endoskopik (endoscopic retrograde cholangiopancreatography/ERCP).

Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan batu empedu tanpa mengangkat kantong empedu. Prosedur ini seringkali dilakukan pada mereka yang kondisinya tidak cukup kuat untuk menjalani prosedur operasi.

Selain untuk prosedur terapeutik, ERCP juga dapat berfungsi sebagai penegak diagnosa, di mana sebuah tabung tipis yang fleksibel dengan kamera di ujungnya akan dimasukkan dari mulut hingga menuju ke kantong empedu.

Kondisi hati, saluran empedu, dan pankreas akan dapat dilihat jelas dengan prosedur ini. ERCP biasanya dilakukan dengan pemberian bius intravena, di mana pasien akan tetap sadar selama prosedur ini dilakukan.

Proses ERCP memakan waktu sekitar 30-60 menit, atau lebih cepat. Setelah menjalani prosedur ini, pasien umumnya harus menginap satu malam di rumah sakit untuk pemantauan kondisi.

  1. Asam ursodeoksikolat

Asam ursodeoksikolat juga tidak dianjurkan bagi wanita hamil atau menyusui. Obat ini juga dapat mempengaruhi keefektifan pil KB.

Karena itu, wanita pengguna pil KB dianjurkan menggantinya dengan alat pengaman seperti kondom jika mengonsumsi obat ini.

Selain sebagai pengobatan, asam ursodeoksikolat juga dianjurkan untuk mencegah terbentuknya batu empedu bagi mereka yang berisiko tinggi.

Mencegah Batu Empedu

– Makanlah 20 hingga 35 gr serat setiap hari. Asupan serat bisa menurunkan risiko batu empedu.

– Pilih karbohidrat Anda dengan hati-hati. Gula, pasta, dan roti bisa menyebabkan batu empedu. Makanlah gandum utuh, buah-buahan, dan sayuran untuk menurunkan risiko batu empedu dan pengangkatan kandung empedu Anda.

– Kurangi asupan lemak hewani. Butter, daging, dan keju merupakan makanan yang meningkatkan kolesterol dan menyebabkan batu empedu.

– Beralihlah ke lemak jenuh mono. Lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol baik Anda, yang kemudian menurunkan risiko batu empedu. Beralihlah menggunakan minyak zaitun, avokad, dan minyak kanoli sebagai ganti butter.

Apa Itu RENALCARE?

Obat Penyakit Ginjal RenalCare, Produk PT. Autoimun Care Indonesia (PT. AICI) merupakan Formula Herbal yang diciptakan dengan teknologi canggih yaitu Autofermentasi Nanotechnology yang dikhususkan untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan Organ Ginjal.
Formula Herbal RenalCare yang kami produksi ini terbuat dari bahan 100% Herbal Alami dengan kualitas terbaik dan kami pastikan 0% bahan kimia, sehingga tidak ada efek samping jika Anda mengkonsumsinya.