4 Kiat Alami untuk Mengendalikan Berat Badan Penderita HIV

Pasien HIV biasanya bermasalah dengan turunnya berat badan secara drastis maka perlu tahu cara mengendalikan berat badan penderita HIV.

Penurunan berat badan ini biasanya terjadi karena infeksi virus HIV menyerang metabolisme tubuh.

Pada beberapa kasus, penurunan berat badan pada pasien terjadi karena infeksi sudah menjalar ke organ paru-paru.

Namun kondisi setiap pasien tentu berbeda-beda, apalagi jika sudah menerima penanganan tepat lebih awal.

Penderita HIV selain perlu melakukan perawatan sesuai anjuran dari tim medis juga perlu melakukan perawatan mandiri.

Perawatan mandiri penting untuk menunjang proses pengobatan, dan salah satunya memberi perhatian lebih pada berat badan.

Kiat Mengendalikan Berat Badan Secara Alami Pada Penderita HIV

( Baca Juga : 4 Cara Menghadapi HIV )

Berat badan yang terus menurun akan membuat kondisi kesehatan semakin memburuk, sistem kekebalan tubuh pun mengalami penurunan tajam.

Apalagi kebanyakan penderita HIV ini juga mengalami yang namanya mual, muntah, sampai penurunan nafsu makan secara signifikan.

Maka berat badan biasanya akan terjun bebas dan musti segera ditangani.

Menjaga ataupun mengontrol berat badan penderita HIV memang bukan perkara mudah karena adanya gangguan mual dan muntah tadi.

Akan tetapi sekedar pasrah bukan tindakan tepat karena malah memperburuk kondisi kesehatan dan memicu komplikasi lebih serius.

Membantu mengendalikan berat badan penderita HIV agar tidak merosot terlalu cepat. Bisa mencoba beberapa kiat ini:

1.Konsumsi Obat HIV yang Tepat

Penderita HIV usai memperoleh hasil laboratorium akan menerima sejumlah obat, salah satu yang wajib adalah ARV.

Namun tentu saja obat yang diterima penderita cukup kompleks termasuk berbagai jenis multivitamin.

Sebab kekebalan alami tubuh mengalami serangan dari virus penyebab penyakit ini, maka butuh asupan nutrisi lebih kompleks.

Konsumsi obat khusus HIV biasanya menyebabkan beberapa efek samping mulai dari mual, pusing, mengantuk, sampai menurunnya nafsu makan.

Sebaiknya kenali efek samping apa saja yang ditimbulkan oleh obat-obatan yang diterima dari dokter.

Tidak boleh terlewat pula untuk meminta obat penunjang dari dokter guna mengendalikan nafsu makan agar tidak merosot.

Selain mengkonsumsi obat dari dokter untuk penyembuhan HIV juga bisa mempertimbangkan obat alami.

Pertimbangkan pula untuk mengkonsumsi herbal yang diketahui mampu meningkatkan nafsu makan.

Apalagi penderita HIV tidak memiliki pantangan makanan dan minuman yang rumit sehingga bisa mempertimbangkan hal ini.

2.Rutin Berolahraga

Kegiatan olahraga juga menjadi cara penting dan terbaik untuk mengendalikan berat badan penderita HIV sehingga wajib dicoba.

Olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan dianjurkan untuk dilakukan siapa saja.

Baik oleh orang sehat dan lebih-lebih pada orang yang sakit, khususnya penyakit yang berhubungan dengan autoimun.

Penderita HIV juga dianjurkan untuk rutin berolahraga dan dimulai dengan olahraga yang ringan dan sederhana sekaligus minim resiko cedera.

Olahraga bisa membantu menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh secara alami.

Apalagi pada penderita HIV memang kekebalan tubuh sedang mengalami masalah akibat infeksi virus HIV.

Olahraga juga membantu memperbaiki mood sehingga penderita lebih mudah mengontrol emosi dan stress.

Menariknya lagi, kegiatan positif ini juga membantu meningkatkan massa otot dan membentuk otot itu sendiri. Sehingga berat badan cenderung lebih stabil.

3.Makan Sedikit Tapi Sering dan Bernutrisi

Cara termudah dan sudah diketahui banyak orang untuk mempertahankan ataupun meningkatkan berat badan adalah dengan makan.

Namun bukan sekedar makan sebanyak mungkin, apalagi penderita HIV dalam kondisi sakit.

Meningkatkan porsi makan menjadi pilihan bijak untuk mengendalikan berat badan penderita HIV.

Agar perut tidak begah karena mengkonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan maka jadwalnya bisa diatur.

Proses mengendalikan berat badan ini akan lebih efektif dan nyaman jika makan dalam jumlah sedikit namun sering.

Porsi makan yang dibatasi namun intensitas yang ditingkatkan efektif memperbaiki berat badan agar tidak merosot tajam.

Perhatikan pula kandungan nutrisi dari makanan maupun minuman yang dikonsumsi agar manfaatnya maksimal.

Jadi jangan asal kenyang, karena tubuh yang terserang virus HIV memerlukan asupan nutrisi tepat untuk membantu menguatkan kekebalan tubuh.

Apabila kesulitan untuk makan karena memang sering diserang mual maupun muntah.

Dianjurkan untuk memastikan asupan karbohidrat selalu masuk setiap harinya, begitupun dengan protein.

Mengganti nasi dengan ubi, kentang, ataupun sumber karbohidrat lainnya bisa dilakukan.

Sehingga asupan karbohidrat ini tetap masuk namun dalam bentuk camilan, seperti ketika membuat kentang bumbu yang dipanggang.

4.Meminta Bantuan Orang Sekitar

Tidak dapat dipungkiri jika penderita HIV akan mengalami depresi, sebab penyakit ini memang belum bisa sembuh total.

Kemungkinan besar perlu mengkonsumsi obat HIV seumur hidup dan mengalami beragam masalah kesehatan.

Depresi ini meski normal dialami penderita HIV bukan berarti hanya bisa didiamkan begitu saja, karena dampaknya buruk.

Tidak hanya menurunkan semangat untuk menjalani hidup namun juga menurunkan nafsu makan sehingga berat badan merosot tajam.

Akan terhindar dari kondisi semacam ini usahakan untuk tidak ragu ataupun malu meminta bantuan.

Dimulai dari keluarga sendiri kemudian meluas ke konsultan kesehatan ataupun dokter, sehingga mendapat banyak pencerahan.

Semakin banyak informasi yang bisa didapatkan terkait HIV semakin mudah melalui hari dengan adanya penyakit ini di badan.

Pertimbangkan pula untuk bergabung dalam komunitas atau aktif dalam kegiatan penyuluhan penyakit HIV di lingkungan sekitar.

Tidak perlu menyatakan diri sendiri sebagai penderita namun cukup aktif saja dalam kegiatan sosialisasi.

Keterlibatan penderita dengan dunia luar akan membuatnya terus aktif dan memiliki kesibukan.

Perlahan depresi akan berkurang dan menjadi solusi mengendalikan berat badan yang efektif untuk dilakukan.

Minta pula bantuan keluarga sendiri untuk menyediakan menu makanan yang sehat dan sesuai selera, agar memancing nafsu makan.

Berat badan yang menurun membuat penderita HIV kebanyakan memiliki badan kurus dan wajah yang nampak muram.

Sebab wajah semakin tirus dan memunculkan cekungan di sekitar mata sehingga terlihat sedang sakit parah.

Meskipun menjadi kondisi yang umum dialami pada odha atau orang dengan HIV ADS.

Rupanya ada sejumlah cara atau kiat yang bisa dilakukan untuk mempertahankan maupun mengontrol berat badan.

Uraiannya sudah disampaikan di atas sehingga bisa memperkecil kemungkinan berat badan anjlok dan memicu komplikasi lebih banyak.

Jadi, silahkan menerapkan beberapa kiat mengendalikan berat badan penderita HIV di atas.

( Baca Juga : Hal Ini Dapat Mengatasi Penyakit )

Related Posts