5 Anjuran Gaya Hidup Hepatitis C yang Perlu Diterapkan

Sekian jenis penyakit hepatitis memang perlu diakui hepatitis C adalah yang kondisinya paling parah dan memerlukan panduan gaya hidup hepatitis C yang tepat.

Penderitanya juga akan berteman dengan penyakit tersebut sampai akhir hayat, dan kondisi ini memang membutuhkan bantuan medis secara intens.

Selain mengandalkan pertolongan tim medis sebenarnya pasien juga perlu melakukan perawatan harian yang tepat selama di rumah.

Perawatan harian ini membantu meringankan kinerja organ hati sehingga memungkinkan penderita untuk tetap bisa beraktifitas.

Meskipun sekedar aktifitas ringan, sehingga pada dasarnya perawatan ini membantu memperpanjang harapan hidup.

Asalkan tetap semangat dan berpikir positif maka nantinya tetap bisa bahagia meski di tubuh bercokol penyakit yang berbahaya, seperti halnya hepatitis C ini.

Anjuran Gaya Hidup Hepatitis C

( Baca Juga : https://www.autoimuncare.com/apakah-penyakit-kanker-hati-itu/ 

Perawatan harian yang dianjurkan dimulai dari perbaikan gaya hidup sehingga infeksi parah di organ hati tidak menyebabkan komplikasi lebih banyak.

Perubahan gaya hidup ini memang perlu diakui tidak akan mudah terlebih jika pasien sudah terlanjur terbiasa menjalani banyak gaya hidup tidak sehat dan cenderung adiktif atau menyukainya.

Namun menanamkan keinginan untuk sembuh atau minimal bisa tetap menikmati aktifitas yang disukai dan bercengkerama dengan keluarga tercinta.

Diharapkan mampu meningkatkan semangat untuk memerangi infeksi virus hepatitis yang menyerang.

Perbaikan gaya hidup ini bisa dimulai secara perlahan, dan minta dukungan orang terdekat agar lebih mudah menjalaninya.

Berikut adalah beberapa gaya hidup hepatitis Cyang sebaiknya diterapkan untuk mempertahankan vitalitas tubuh meski infeksi hati sudah parah:

  • Istirahat dengan Cukup,

Saat menjalani pengobatan medis untuk menangani hepatitis C yang diderita maka akan mengkonsumsi sejumlah obat.

Efek samping dari obat-obatan ini tentu ada salah satunya menyebabkan rasa lelah yang terasa berlebihan dari biasanya.

Namun kondisi ini terbilang normal, tergantung bagaimana menyikapinya.

Kelelahan yang dirasakan ini dianjurkan untuk memperbanyak waktu istirahat sehingga kenali dengan baik alarm tubuh.

Apabila tubuh sendiri sudah memberi sinyal merasa lelah segera saja menghentikan aktifitas yang dilakukan.

Silahkan duduk atau berbaring untuk mengistirahatkan tubuh sehingga setelahnya bisa melanjutkan aktifitas kembali.

Jam tidur di malam hari pun sebaiknya dipastikan tidak kurang dari 7 jam sehingga tubuh memiliki waktu banyak untuk beristirahat.

Istirahat yang cukup ternyata efektif membantu meringankan kinerja organ hati yang berfungsi mentralisir racun yang masuk ke dalam tubuh.

Maka tingkatkan kualitas tidur Anda, bisa dengan melakukan meditasi atau mendengarkan musik klasik menjelang jam tidur.

  • Konsumsi Makanan Sehat,

Menerapkan gaya hidup hepatitis Cyang terbilang sehat memang tidak akan cukup jika hanya lewat istirahat yang cukup saja.

Penderita juga dianjurkan memperhatikan dengan seksama asupan makanan yang diterima tubuhnya.

Pastikan hanya mengkonsumsi makanan sehat, sehingga perlu membiasakan diri menyantap masakan rumahan.

Atur konsumsi harian dengan makanan yang mengandung gizi seimbang sehingga mengandung protein, karbohidrat, dan lemak sehat dalam jumlah yang pas.

Tambahkan buah dan sayuran segar dalam menu harian yang dimiliki untuk mendapatkan asupan vitamin dan mineral.

Dianjurkan pula untuk menghindari makanan dengan kandungan protein hewani dan garam yang tinggi.

Sebab kandungan tersebut justru akan memperparah kerusakan pada organ hati sehingga penderita hepatitis C pun perlu menghindarinya.

Tujuannya untuk memastikan organ hati tidak mengalami kerusakan vatal hingga tidak berfungsi lagi.

  • Jauhi Makanan Pedas,

Penderita hepatitis C seperti pada penderita hepatitis jenis lainnya juga dianjurkan menjauhi makanan pedas.

Sebab bisa bersifat panas yang berpotensi memperberat kinerja organ hati dan memicu masalah lebih kompleks.

Selain itu penderita hepatitis C ini juga cenderung memiliki sistem pencernaan yang sensitif.

Konsumsi makanan yang rasanya pedas justru akan memicu masalah pencernaan dimulai dari diare, mulas, muntah, dan lain sebagainya.

Padahal penderita sudah didera masalah tubuh yang melemah jika ada gangguan pencernaan maka kondisinya akan semakin parah.

Demi kenyamanan dianjurkan menghindari makanan pedas.

Tidak hanya karena mengandung cabe di dalamnya namun juga rempah lain yang punya rasa pedas.

Sebut saja seperti pedas dari merica, bawang bombai, dan lain sebagainya sehingga wajib memperhatikan komposisi bumbu yang digunakan.

Makanan yang terlalu manis juga tidak danjurkan, dan detailnya bisa dikonsultasikan dengan dokter.

  • Rajin Berolahraga,

Penerapan gaya hidup hepatitis Cjuga sebaiknya tidak melupakan kegiatan olahraga, sebab tidak hanya baik dilakukan oleh orang yang sehat.

Namun orang yang sakit terutama penyakit yang sifatnya kronik sangat membutuhkan olahraga rutin. Tidak terkecuali untuk penderita hepatitis C agar bisa menjaga berat badannya.

Kontrol terhadap berat badan sangat penting untuk menghindari komplikasi seperti diabetes dan juga penyakit jantung.

Memilih untuk aktif berolahraga juga baik untuk kondisi psikis pasien yang umumnya didera stress usai vonis dari dokter didengar.

Apalagi hepatitis C adalah kondisi terparah dari hepatitis lainnya sehingga lebih tahan lama.

Olahraga yang efektif mengeluarkan hormon endorfin sehingga menciptakan perasaan bahagia bisa mengurangi stress yang dialami.

Tidak harus melakukan olahraga berat, cukup yang ringan tidak masalah asalkan rutin seperti jalan santai saja keliling kompleks.

Memastikan tubuh aktif bergerak berdampak baik bagi kesehatan pasien hepatitis C.

  • Jauhi Minuman Beralkohol,

Alkohol pada minuman dan juga makanan seperti tape misalnya, memiliki dampak buruk bagi organ hati.

Nantinya malah memicu masalah perlemakan hati dan juga peradangan sehingga menyebabkan penderita hepatitis C dalam kondisi yang lebih parah.

Maka bagi pasien yang selama ini terbiasa meminum minuman beralkohol sebaiknya segera dikurangi dan dijauhi.

Apabila mengalami masalah untuk menghentikan kebiasaan buruk ini maka bisa dikonsultasikan dengan dokter.

Bisa jadi nantinya akan dirujuk untuk bertemu psikolog, tidak ada salahnya dijalani sebab berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan.

Adanya dampingan bisa meringankan proses perubahan gaya hidup dari alkoholik menjadi non alkoholik.

Hepatitis C memang tidak memungkinkan untuk sembuh, namun tidak berarti menjadi kiamat karena meningkatkan harapan hidup masih sangat memungkinkan.

Terapkan beberapa gaya hidup sehat di atas sehingga menunjang kinerja organ hati agar tidak menjadi lebih parah. Penerapan gaya hidup hepatitis C bisa secara perlahan sehingga memungkinkan untuk tetap menikmati aktifitas dengan nyaman.