Agar Tetap Beraktifitas, Berikut 6 Cara Menghindari Sinar Matahari Bagi Penderita Lupus

Memahami materi mengenai menghindari sinar matahari bagi penderita lupus tentu penting, karena penyakit autoimun ini bermanifestasi di masalah tersebut.

Semua penderita lupus mengalami fotosensitifiti, yakni kadar sensitif berlebihan pada sinar matahari.

Paparan sinar matahari bisa menyebabkan serangan lupus dan jika terjadi terlalu sering memicu komplikasi.

Cara Termudah Menekan Paparan Sinar Matahari

( Baca Juga : 6 Cara Untuk Mencegah Lupus )

Ketika penderita lupus tanpa sengaja atau mungkin belum mengetahui efek negatif paparan sinar matahari.

Kemudian terpapar oleh sinar matahari tersebut secara berlebihan maka akan memicu beberapa serangan. Diantaranya adalah:

  • Terjadinya ruam pada kulit,
  • Mengalami nyeri sendi, dan juga
  • Mengalami kelelahan yang sangat.

Fotosensitifi yang dialami penderita lupus merupakan adanya kelainan pada kulit maupun organ tubuh lainnya usai terpapar sinar matahari.

Tingkat sensitifitas yang tinggi membuat penderita lupus musti cermat dalam beraktifitas di luar ruangan.

Sehingga bisa menekan resiko serangan terutama gangguan pada kulit, seperti munculnya ruam lebih parah.

Sebab penderita memiliki keterbatasan untuk beraktifitas di luar ruangan dalam menghadapi kondisi fotosensitifiti tersebut.

Namun, meski kondisi ini lumrah dialami bukan berarti penderita lupus perlu menghindari sinar matahari sepanjang hari.

Tidak perlu pula menghapus semua agenda aktifitas di luar rumah, karena dengan sedikit strategi masalah sinar matahari bisa diselesaikan.

Membantu menghindari sinar matahari bagi penderita lupus agar tidak memicu serangan dan komplikasi serius. Maka berikut beberapa metode yang bisa diterapkan:

1.Hindari Sinar Matahari di Jam 10 Pagi Sampai 2 Siang

Penderita lupus sebisa mungkin menghindari paparan sinar matahari yang bisa memicu masalah ruam ataupun masalah lainnya.

Paling berbahaya adalah di jam 10 pagi sampai jam 2 siang, dan tentunya perlu meminimalkan aktifitas di luar ruangan.

Tunggu hingga sore paling tidak jam 3 atau jam 4. Apabila ingin beraktifitas lebih awal maka bisa memilih pagi sebelum jam 10.

Efek dari paparan sinar matahari terhadap kulit penderita lupus bisa bertahan selama beberapa jam sampai beberapa hari.

Jika kurang beruntung maka efeknya bisa meluas ke gangguan lainnya, maka sebisa mungkin dihindari.

Bahkan ketika cuaca tengah mendung pun usahakan tetap memakai pelindung, sebab awan mendung tidak sepenuhnya membendung cahaya matahari untuk menyentuh kulit.

2.Menggunakan Tabir Surya

Mencoba menghindari sinar matahari bagi penderita lupus memang tidak bisa sepenuhnya dilakukan.

Pasalnya secara normal manusia beraktifitas di siang hari, supaya tetap bisa aman menjalankan rutinitas.

Pasien lupus bisa mengaplikasikan tabir surya ke kulitnya sebelum keluar ruangan dan bersentuhan langsung dengan sinar matahari.

Oleskan tabir surya di area kulit yang terbuka misalnya leher, tangan, kaki, dan lain sebagainya.

Perlindungan ini penting untuk menekan resiko terjadi masalah kulit pada penderita lupus pasca terkena sinar matahari.

Gunakan tabir surya jika memang perlu beraktifitas di luar ruangan lebihd ari 20 menit.

Idealnya mempergunakan tabir surya dengan kandungan SPF 30, sehingga bisa memberikan perlindungan lebih lama.

Apabila paparan sinar matahari lebih lama lagi maka mengulang pengaplikasian tabir surya sangat dirasakan.

Per 2 jam mengoleskan ulang tabir surya bisa dilakukan, karena keringat maupun baju yang dipakai bisa menghilangkan krim tersebut.

3.Kenakan Pakaian yang Melindungi Kulit

Meskipun memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap sinar matahari bukan berarti penderita lupus tidak bisa beraktifitas di luar ruangan sama sekali.

Salah satu trik untuk mengakali keterbatasan yang dimiliki akibat penyakit autoimun ini selain memakai tabir surya. Adalah dengan memakai pakaian yang melindungi kulit.

Menggunakan setelan pakaian yang tepat bisa membantu menghindari sinar matahari bagi penderita lupus secara efektif.

Tentunya lebih dianjurkan memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang ataupun rok panjang.

Melindungi area wajah bisa mempergunakan topi dengan bagian tepinya lebar sehingga menekan paparan sinar matahari.

Agar nyaman dan tidak merangsang pembentukan keringat berlebihan maka bisa memakai pakaian dari bahan yang mudah menyerap keringat.

Selain nyaman nantinya juga membantu menjaga efek tabir surya lebih lama, sebab keringat bisa menghapus krim tabir surya tersebut. Semakin minim keringat yang diproduksi tubuh maka akan semakin baik.

4.Teliti Memilih Lampu di Dalam Ruangan

Efek berbahaya dari sinar matahari berasal dari sinar UV yang terkandung di dalamnya, dan akan menimbulkan masalah kulit pada penderita lupus.

Rupanya bukan hanya sinar matahari yang secara alami memancarkan sinar UV yang berbahaya bagi penderita penyakit ini.

Akan tetapi juga dihasilkan oleh lampu di dalam ruangan yang tentu perlu diperhatikan.

Lampu jenis bohlam yang memancarkan cahaya kekuningan bisa menghasilkan sinar UV yang tentunya memicu gejala atau serangan lupus.

Ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter yang menangani lupus yang diderita untuk menentukan lampu terbaik dan teraman.

Khususnya untuk penderita lupus yang mengalami fotosensitifiti.

5.Mengecek Jenis Obat yang Diberikan Dokter

Penderita lupus biasanya akan ditangani oleh beberapa dokter spesialis karena manifestasi penyakit ini ke gangguan kesehatan lain sangat kompleks.

Tak pelak kondisi ini membuat penderita perlu mengkonsumsi beberapa jenis obat sesuai keluhan yang dirasakan.

Memeriksa semua jenis obat yang diberikan dokter sangat penting.

Pasalnya beberapa jenis obat bisa meningkatkan fotosensitifiti pasien lupus, sehingga perlu melakukan beberapa usaha lagi untuk meminimalkan paparan sinar matahari.

Jenis obat yang memiliki efek semacam ini antara lain obat diuretik untuk melancarkan aktifitas berkemih.

Bisa pula dari obat jantung, obat gula, dan beberapa antibiotik seperti azytrhomicin.

Detailnya bisa dikonsultasikan kembali dengan dokter yang menangani keluhan lupus, sehingga lebih tepat sasaran.

Nantinya juga bisa meminta saran untuk mengatasi fotosensitifiti yang dialami agar serangan lupus bisa ditekan secara tepat.

Pasalnya kompleksnya komplikasi pada penderita lupus menyebabkan keluhan yang dialami berbeda-beda, penanganannya pun lebih khusus.

Sinar matahri memang memberi dampak merugikan bagi penderita lupus terutama yang mengalami fotosensitifiti.

Namun bukan berarti menderita lupus membuat aktifitas bahkan kesempatan mengejar karir menjadi terputus.

Terdapat sejumlah solusi untuk mengurangi bahaya sinar matahari sehingga memungkinkan penderita tetap menjalankan rutinitas dan mengejar mimpinya.

Meminimalisir efek negatif tersebut bisa mencoba beberapa cara yang diuraikan di atas, sehingga membantu tetap beraktifitas tanpa rasa was-was.

Namun imbangi pula dengan gaya hidup sehat dan tetap rutin konsumsi obat sekaligus konsultasi dengan dokter.

Sehingga tindakan untuk menghindari sinar matahari bagi penderita lupus di atas memberi hasil lebih optimal.

( Baca Juga : Informasi Penting Bagi Penderita Lupus )

Related Posts