skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penjelasan Penyakit Dan Virus Demam Berdarah

Penjelasan Penyakit Dan Virus Demam Berdarah

Penjelasan Penyakit Dan Virus Demam Berdarah – Demam Berdarah adalah infeksi virus yang melemahkan dan menyakitkan tubuh seseorang, menyebabkan beberapa gejala khas termasuk demam tinggi. Penyakit menular ini ditularkan melalui perantaranya, yaitu nyamuk. Hal ini berarti penyakit ini tidak bisa ditularkan dari manusia ke manusia lain, tetapi memerlukan nyamuk untuk menularkan darah yang telah terinfeksi.

Demam Berdarah ini seringkali didiagnosis dengan mengecek semua gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan darah untuk mengecek adanya virus dan antibodinya. Demam Berdarah ini dapat mengenai semua golongan usia, termasuk anak kecil. Pada beberapa kasus, dapat berakibat fatal.

Virus Demam Berdarah

Virus dengue, yang ditransmisikan melalui nyamuk, menyebabkan demam berdarah; hal ini berarti jika nyamuk menghisap darah orang yang telah terinfeksi, ia menjadi perantara yang memudahkan virus menginfeksi orang lain yang terisap darahnya oleh nyamuk yang sama.

Ada empat tipe virus dengue yang menyebabkan infeksi dengue, tetapi mereka berhubungan erat mereka juga berhubungan dengan virus yang menyebabkan penyakit West Nile dan infeksi demam kuning.

Hal ini berarti bahwa virus dengue yang paling umum di daerah tropis, seperti India, Asia Tenggara, Cina Selatan, Taiwan, Kepulauan Pasifik, Kepulauan Karibia, Meksiko, Afrika, dan Amerika Selatan. Oleh karena itu, jika seseorang dicurigai mengalami demam berdarah, perlu ditanyakan secara rutin apakah ia akhir-akhir ini telah melakukan perjalanan ke daerah tropis.

Jika anda mengalami demam tinggi secara tiba-tiba yang diikuti dengan gejala lainnya yang tertulis di atas, segera pergi ke dokter keluarga Anda atau dokter umum untuk diagnosis. Ketika didiagnosis demam berdarah, dokter akan menuliskan resep untuk periode menunggu waspada, di mana Anda akan diberi pereda nyeri biasa yang sama dengan pengobatan demam biasa, seperti asetaminofen.

Beberapa obat lainnya, seperti aspirin, kortikosteroid, dan obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) dihindari karena adanya efek terhadap darah. Pasien juga dianjurkan untuk beristirahat, minum banyak cairan, dan segera memberitahu dokter.

Baca Juga Artikel Lainya Di Autoimuncare.com

Jika terdapat gejala baru atau demam tingginya terjadi kembali, yang menyebabkan suhu tubuh pasien turun dan naik kembali suhu tubuh pasien yang tak menentu, di mana demam turun dan balik tinggi lagi, adalah sinyal yang paling sering pada kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh dengue daripada flu biasa.

Karena kurangnya pengobatan antiviral spesifik yang dapat melawan virus dengue, pengobatan dengue difokuskan pada pereda gejalanya, seperti mengganti kehilangan cairan, dan mencegah gejala lainnya, seperti pengobatan pendarahan secara proaktif bahkan sebelum hal itu terjadi.

Untuk melakukannya, jumlah platelet dan level hematocrit pasien harus diawasi per hari dimulai dari hari ketiga hingga 1 atau 2 hari setelah gejala tersebut mereda. Jika jumlah trombosit dan tingkat hematocrit normal atau meningkat terus-menerus, pasien dapat dirawat jalan di bawah pengawasan ketat.

Demam hemoragik dengue. Demam hemoragik dengue didiagnosis jika level hematocrit pasien terus meningkat sementara jumlah trombositnya terus menurun. Pada kasus ini, ia harus segera dirawat di rumah sakit untuk menerima hidrasi secara terus-menerus dan penggantian platelet hingga kondisinya pulih kembali.

Sindrom syok dengue. Pasien yang dicurigai memiliki atau didiagnosis sindrom syok dengue harus dimasukkan ke ruang unit perawatan intensif, di mana mereka akan diberi jalur intravena sentral untuk mengganti volume darah hal ini merupakan hal mendesak terutama saat pasien mengalami pendarahan internal.

Tekanan darah harus dimonitor ketat dan darah harus dites secara teratur. Kateter intravaskular umumnya dihindari karena dapat meningkatkan risiko pendarahan. Ekspander plasma, transfusi plasma, transfusi trombosit, dan transfusi darah dapat dibutuhkan tergantung pada keparahan kondisi pasien.