skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Ada Obat Untuk Penyakit Fatty Liver?

Apakah Ada Obat Untuk Penyakit Fatty Liver?

Fatty Liver atau perlemakan hati adalah kondisi ketika lemak yang ada di dalam organ hati menumpuk hingga lebih dari 5-10 persen dari berat total organ tersebut. Penyakit dengan nama lain steatosis ini kebanyakan diderita oleh orang-orang berusia antara 40-60 tahun.

Kebanyakan kasus perlemakan hati tidak menimbulkan gejala apa pun pada penderita dan bahkan tidak menyebabkan kerusakan permanen pada organ hati.

Gejala Penyakit Fatty Liver

  • Gampang Kelelahan
  • Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
  • Demam ringan
  • Depresi
  • Sakit pada otot-otot
  • Gairah seksual menurun
  • Warna kulit kekuningan ( Jaundice )
  • Perubahan air seni menjadi coklat seperti teh
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan turun dan naik secara drastis
  • Muntah dan mual
  • Diare berkepanjangan
  • Warna tinja (feces)yang pucat
  • Nyeri perut pada bagian kanan atas perut
  • Gatal-gatal pada area tubuh tertentu
  • Varises (pembesaran pembuluh vena).

Penyebab Penyakit Fatty Liver

  • Operasi bypass pada usus kecil
  • Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi)
  • Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin
  • Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase
  • Kegemukan (obesitas)
  • Kencing manis (diabetes)
  • Bahan kimia dan obat-obatan (contohnya alkohol, kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning)
  • Kurang gizi dan diet rendah protein
  • Kehamilan
  • Keracunan vitamin A
  • Kekurangan kolesterol esterase
  • Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum)
  • Abetalipoproteinemia
  • Sindroma Reye.

Faktor Risiko Penyakit Fatty Liver

  • Obesitas dan kondisi metabolik terkait
  • Peningkatan kolesterol, terutama peningkatan trigliserida (bentuk kimia dari lemak dalam tubuh)
  • Nutrisi parenteral total (infus, seperti yang terjadi pada beberapa pasien yang dirawat di rumah sakit)
  • Obat-obatan (misalnya, amiodaron, tetrasiklin, glukokortikoid, estrogen sintetis, dan pestisida tertentu)
  • Kehamilan: perlemakan hati jarang dapat terjadi selama kehamilan.

Diagnosa Penyakit Fatty Liver

  • Evaluasi dimulai dengan sejarah medis dan pemeriksaan fisik
  • Tes darah untuk menilai fungsi hati akan dilakukan
  • USG, CT scan, atau MRI dapat membantu menegakkan diagnosis. Tes ini dapat mengidentifikasi lemak di hati dan mengevaluasi gangguan lain, termasuk batu empedu, hepatitis, dan sirosis
  • Biopsi hati mungkin dianjurkan jika penyebab lemak di hati tidak jelas.

Obat Untuk Penyakit Fatty Liver

  • Dokter juga mungkin akan memberikan vaksinasi untuk hepatitis A dan hepatitis B yang membantu melindungi Anda dari virus penyebab kerusakan hati.
  • Menurunkan berat badan dan menghindari alkohol adalah cara terbaik untuk mengobati perlemakan hati.
  • Jika Anda mengalami obesitas atau memiliki diabetes atau kolesterol tinggi, Anda harus menurunkan berat badan dan mengontrol gula darah serta kadar lemak dengan diet yang sehat dan olahraga teratur.
  • Dokter mungkin akan memberikan resep obat yang mengurangi steatohepatitis.

Cara Mencegah Penyakit Fatty Liver

  1. Tingkatkan asupan vitamin E

Vitamin E juga disebut sebagai antioksidan alami yang dapat membantu melindungi hati dengan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh peradangan. Bahkan, beberapa bukti menunjukkan jika suplemen vitamin E dapat membantu bagi orang-orang dengan kerusakan hati yang disebabkan oleh perlemakan hati nonalkohol.

Tapi Vitamin E memiliki efek samping, seperti peningkatan risiko kanker prostat. Sebenarya anda tidak perlu khawatir mengenai efek samping tersebut, selama anda mendapatkan vitamin E dari sumber makanan, bukan dari suplemen.

  1. Jauhi alkohol

Jika anda adalah seorang peminum, hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi perlemakan hati adalah berhenti minum minuman beralkohol.

Menurut University of Maryland Medical Center, hati memiliki kemampuan untuk memperbaiki setiap kerusakan yang diakibatkan penyalahgunaan alkohol dengan cara berhenti minum.

  1. Jaga asupan makanan

Dalam rangka mencegah perlemakan hati sangat penting bagi anda untuk memilih makanan sehat. Makan makanan tinggi lemak membuat hati menjadi rentan mengalami perlemakan hati.

  1. Tingkatkan asupan asam lemak omega-3

Omega-3 adalah jenis lemak tak jenuh ganda yang sangat baik untuk kesehatan jantung dan hati. Mengkonsumsi makanan tinggi omega-3 seperti kacang-kcangan, ikan salmon dan minyak zaitun dapat menurunkan lemak di organ hati dengan mengurangi jumlah kolesterol jahat dalam tubuh.

Jika merasa sulit memenuhi asupan omega-3 dari makanan, anda bisa mengambil suplemen omega-3 seperti minyak ikan. Tetapi, sangat disarankan jika anda mendapatkan omega-3 dari makanan kaerena lebih alami.