skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Apakah Penyakit Stroke Boleh Dipijat

Apakah Penyakit Stroke Boleh Dipijat

Stroke adalah kehilangan fungsi otak secara tiba-tiba yang disebabkan gangguan aliran darah atau pecahnya pembuluh darah dalam otak sehingga oksigen dan nutrisi tidak sampai ke sel-sel otak yang terkena.

Efek serangan stroke tergantung di mana kerusakan otak terjadi. Penderita stroke dapat mengalami gangguan fisik (lemah, lumpuh, keterbatasan gerakan, nyeri), emosional (ketidakstabilan emosi, depresi), dan mental (kesulitan berpikir, berbicara dan mengingat).

Banyak pasien stroke telah berpaling ke terapi alternatif seperti pijat refleksi untuk membantu mereka dalam pemulihan. Pijat refleksi bisa berarti memberikan tekanan ke daerah-daerah tubuh tertentu, termasuk tangan, kaki atau telinga, dengan menggunakan jari atau alat.

Proses ini biasanya tidak membutuhkan minyak atau lotion. Terapi pijat refleksi ini didasarkan pada keyakinan terapis bahwa tekanan pada daerah-daerah refleks dapat memberikan hasil yang positif dan perubahan fisik tertentu pada tubuh. Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengikuti pengobatan alternatif ini.

Pijat adalah jenis khusus dari terapi sentuh yang telah terbukti dan terkenal untuk tekanan darah rendah, membantu menghilangkan kecemasan, dan menciptakan kelegaan. Beberapa peneliti telah mengungkapkan bahwa pijat sangat berguna untuk penderita stroke karena dapat membantu mengurangi kuantitas depresi dan kecemasan yang mengekang. Pijat juga dapat meningkatkan aliran darah ke otot-otot yang kejang atau lumpuh.

Namun demikian, keterbatasan tertentu harus diingat. Untuk kasus ini, ketika mereka dipijat tidak dalam kondisi rileks, otot-otot tidak akan menerima reaksinya. Dalam beberapa kasus, otot pasien stroke tidak bisa rileks sepenuhnya, hal ini menyebabkan hasil kurang optimal pada otot. Selain itu, pijatan sebaiknya tidak menciptakan penetrasi dan sentuhan terlalu dalam/kencang.

Tujuan dari pijat adalah untuk mengaliri otot dengan aliran darah, dan jika Anda menekan terlalu dalam, ini bisa menyebabkan otot rusak. Selain itu, dapat menyebabkan memar besar pada beberapa pasien yang mengkonsumsi obat pengencer darah untuk mencegah stroke.

Menurut Asosiasi Refleksi Kanada, tekanan pada titik-titik tertentu saat terapi pijat refleksi dapat meredakan ketegangan, meningkatkan sirkulasi, dan membantu meningkatkan fungsi alami tubuh.

Para ahli refleksi percaya bahwa pasien stroke bisa mendapatkan manfaat dari pengobatan jenis ini karena pijatan dengan tekanan dapat mengirimkan sinyal-sinyal keseimbangan ke sistem saraf atau melepaskan bahan kimia yang dapat mengurangi stres dan rasa sakit.

Teori di balik pijat refleksi bertumpu pada keyakinan bahwa medan energi di dalam tubuh dapat diblokir oleh faktor-faktor lingkungan dan kondisi mental sehingga mengakibatkan penyakit. Refleksi dilakukan dengan memberikan tekanan ke tangan, kaki, dan telinga, dengan maksud untuk meningkatkan aliran energi ke berbagai bagian tubuh.

Stimulasi seperti ini dapat membantu pelepasan hormon endorfin, yang merupakan penghilang rasa sakit alami dalam tubuh. Selain itu, pijat refleksi dapat merangsang pusat saraf yang dapat meredakan gejala-gejala pada pasien stroke.

Sesi pemijatan sering kali berlangsung antara 30-60 menit dan dalam paket program yang berlangsung selama 4-8  minggu. Hipotesis di balik pijat refleksi sebagai pengobatan untuk pasien stroke umumnya ditolak oleh komunitas medis.

Menurut seorang peneliti di Harvard Medical School, tidak ada bukti ilmiah dan penelitian yang mendukungnya. Karena kurangnya peraturan, akreditasi, perizinan, dan pelatihan medis untuk para terapis, maka pengobatan semacam ini juga sering dikritik.

Dalam sebuah penelitian tahun 2002 yang diterbitkan dalam Biomedical Central Complementary and Alternative Medicine Journal, dilakukan analisis  terhadap penggunaan terapi alternatif pada populasi pasien yang mengikuti rehabilitasi stroke di Saskatchewan.

Dari 117 pasien rehabilitasi yang mengikuti tes ini, 16,1 persen pasien mengaku bahwa terapi alternatif, termasuk pijat refleksi, membuat perasaan dan kesehatan mereka membaik.

Sementara 83,9 persen dari korban stroke tidak mengalami perubahan atau mengalami hanya sedikit perbaikan. Namun, sama sekali tidak ada pasien yang dilaporkan mengalami efek buruk dari perawatan tersebut.

Apa Itu Strokecare?

StrokeCare, Produk Organik yang diproduksi oleh PT. Autoimun Care Indonesia (PT.AICI) yang merupakan Formula Khusus untuk mengatasi Penyakit Stroke. Dengan melewati berbagai penelitian demi penelitian yang memakan waktu panjang dan melibatkan berbagai bahan-bahan Alami kualitas terbaik dengan melewati proses teknologi canggih Autofermentasi Nanotechnology akhirnya StrokeCare tercipta.

Formula Organik StrokeCare mengandung Flavonoid yang terkandung di dalam strokecare merupakan antioksidan polifenol yang mampu memperkuat dinding sel darah merah dan mengatur permeabilitasnya, mengurangi kecenderungan trombosis dan menghambat oksidasi LDL sehingga mengurangi terjadinya proses atherosklerosis di pembuluh darah.