skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Penyakit HIV AIDS Pada Anak

Gejala Penyakit HIV AIDS Pada Anak

Gejala Penyakit HIV AIDS Pada Anak,

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (sindrom defisiensi imun akuisita). Virus merusak atau menghancurkan sel kekebalan tubuh, sehingga sel kekebalan tubuh tidak mampu berperang melawan infeksi atau kanker. Sekitar 3,2 juta anak-anak di bawah 15 tahun hidup dengan AIDS pada akhir tahun 2013, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kebanyakan infeksi HIV pada anak adalah diturunkan melalui ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui. Namun, terimakasih kepada rejimen pengobatan pencegahan, sehingga insidensi penularan ibu-ke-anak untuk HIV menurun.

Sejak pertengahan tahun 1990, tes HIV dan rejimen obat pencegahan memberikan hasil 90% penurunan jumlah anak yang terinfeksi HIV di Amerika Serikat. Kebanyakan kasus anak HIV/AIDS terkonsentrasi di kawasan Afriksa Sub-Sahara.

Banyak bayi dan anak hidup dengan HIV karena ibunya terinfeksi. Namun, infeksi tidak mampu ditegakkan sampai bayi lahir. Gejala infeksi HIV bervariasi berdasarkan umur dan inidividu masing-masing, namun berikut ini adalah gejala yang sering terjadi:

  1. Anak menjadi lebih mudah sakit

Anak yang terkena HIV juga akan sangat mudah sakit. Berbagai penyakit menular dan infeksi yang menyebar dengan cepat bisa terjadi pada anakĀ  dan itu terjadi kapan saja. Kondisi ini dipengaruhi oleh masalah sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Anak bisa sangat jarang terlihat sehat sehingga tubuh anak juga akan mudah lemah dan cepat lelah.

  1. Pertumbuhan anak sangat lambat

Anak-anak yang terkena HIV biasanya mengalami masalah pertumbuhan yang sangat berat. Anak tidak memiliki berat badan yang ideal dan juga terjadi perlambatan dalam pertumbuhan. Bahkan anak juga tidak dapat tinggi.

Ketika dalam masa pertumbuhan maka anak akan sulit untuk belajar merangkak, berdiri atau berjalan. KondisiĀ  ini sudah bisa diamati sejak masih bayi. Butuh waktu lama hingga anak benar-benar terkena HIV sehingga masalah ini harus selalu dipantau.

  1. Sering sariawan

Anak yang terkena HIV juga akan sering mengalami gangguan mulut dan gusi. Salah satunya adalah akan sering mengalami sariawan. Sariawan untuk anak yang terkena HIV lebih banyak disebabkan oleh infeksi jamur.

Ketika anak terkena HIV maka sistem kekebalan dalam tubuh akan sangat lemah sehingga anak menjadi lebih mudah terkena sariawan. Kondisi ini bisa diamati dengan munculnya bercak putih pada bagian lidah, mulut dan gusi. Terkadang sariawan akan berkembang hingga ke saluran pencernaan seperti usus.

  1. Infeksi telinga berulang-ulang

Pada tahap awal HIV juga akan sering menyebabkan anak terkena infeksi telinga secara berulang-ulang. Kondisi ini sangat rentan untuk anak karena anak mungkin telah memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat buruk.

Infeksi telinga bisa menyebabkan anak mengalamiĀ  gangguan pendengaran. Terkadang infeksi selalu diawali dengan demam, cairan yang keluar dari telinga dan rasa sakit yang berat pada telinga.

  1. Batuk dan diare berkepanjangan

Infeksi jamur yang menyebar dalam tubuh anak bisa menyebabkan bayi mengalami batuk dan diare yang sangat lama. Kondisi ini terjadi ketika infeksi sudah menyebar ke pencernaan dan saluran pernafasan.

Paru-paru anak terkena infeksi yang berat sehingga akan lebih sering batuk. Batuk bisa diobati sesuai dengan penyebabnya, namun terkadang batuk selalu muncul terus. Diare juga bisa terjadi akibat jamur telah melukai usus. Terkadang diare bisa menyebabkan BAB anak berdarah.

  1. Perut bengkak

Ketika pada tahap awal maak HIV sering menyebabkan perut anak membengkak. Ini bukan termasuk gejala cacingan pada anak yang paling sering ditemukan dengan kondisi perut yang bengkak. Perut bengkak pada anak yang terkena HIV merupakan perkembangan gejala lebih lanjut seperti sudah terjadi pembengkakan hati atau limpa.

Virus telah menyerang hati sehingga membuat fungsi hati anak juga tidak normal. Biasanya ketika sudah terjadi pembengkakan perut maka gerakan anak akan sulit untuk normal lagi.