6 Gejala Penyakit Tuberkulosis Pada Orang Dewasa Yang Sering Terjadi!

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Tuberculosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas Tuberkulosis. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.

Gejala Penyakit Tuberkulosis Pada Orang Dewasa

Berikut ini adalah beberapa gejala yang mungkin terjadi pada penderita:

  1. Dada Nyeri Saat Bernafas

Tuberkulosis pada paru-paru ini akan menimbulkan rasa sakit terutama ketika bernafas. Tentunya keadaan ini menjadikan para penderitanya menjadi sangat tersiksa dan terganggu aktivitasnya. Dada nyeri ini diakibatkan oleh paru-paru yang sudah terserang virus dan bakteri sehingga saat mengambil nafas dada terasa nyeri. Nyeri dada ini juga sering dialami oleh penderita bronkitis.

  1. Nafsu Makan Menurun Bahkan Menghilang

Bakteri yang telah masuk di dalam darah penderita Tuberkulosis membuat otak mengirimkan sinyal pada tubuh untuk tidak mau dimasuki oleh berbagai jenis makanan. Ketika makan atau minum pun biasanya para penderita Tuberkulosis akan mual dan muntah jadi sama saja tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Keadaan ini jika dibiarkan akan menjadi masalah yang serius karena bagaimanapun juga tubuh membutuhkan asupan gizi dan nutrisi supaya nafsu makan bisa kembali dan tubuh bisa menyerang bakteri penyebab penyakit Tuberkulosis ini.

  1. Lelah dan Lemah

Karena berbagai hal yang akan dirasakan oleh para penderita Tuberkulosis, maka hal lain yang akan dialami adalah rasa lelah dan lemah.

Rasa lelah dan lemah ini mungkin akan membuat para penderitanya menjadi hilang harapan pada kesembuhannya, oleh karena itu sangat penting bagi para penderita untuk memiliki orang-orang yang terus mendukungnya untuk bisa melawan penyakit Tuberkulosis ini. Ingat bahwa Tuberkulosis dapat disembuhkan sehingga otomatis akan bisa menjadi semangat tersendiri bagi para penderitanya.

  1. Batuk Berdarah

Hal lain yang akan dialami oleh para penderita penyakit Tuberkulosis ini adalah batuk yang disertai dengan keluarnya darah. Ini adalah salah satu gejala dan ciri yang paling identik pada penyakit Tuberkulosis serta biasanya orang bisa mendiagnosa jika dirinya mengalami penyakit Tuberkulosis ini saat munculnya darah ketika dirinya batuk.

Jika sudah begini maka sudah dianggap sebagai penyakit Tuberkulosis yang cukup parah dan para penderitanya harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter supaya mendapatkan solusi dan pengobatan yang terbaik nantinya.

  1. Kejang-kejang

Gejala lain yang mungkin akan dialami oleh para penderita Tuberkulosis adalah kejang-kejang seperti halnya orang yang mengidap penyakit epilepsy. Kejang-kejang ini ditimbulkan karena bakteri penyebab penyakit Tuberkulosis ini juga menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kejang-kejang.

Untuk menanggulanginya ketika terjadi kejang memang lebih baik dilakukan oleh tim medis karena bisa jadi kejang ini juga menunjukkan keadaan lain yang tidak baik di dalam tubuh. jadi ketika anda mengetahui kerabat anda mengalami kejang jangan sungkan untuk segera membawanya atau memanggil tim medis supaya bisa mendapatkan pengobatan yang lebih intensif nantinya.

  1. Infeksi pada Bagian Tulang

Para penderita penyakit Tuberkulosis ini juga bisa saja mengalami infeksi pada bagian tulang yang disebabkan oleh adanya bakteri yang sudah sampai tulang. Ciri ciri Tuberkulosis paru paru yang akan dialami biasanya adalah rasa sakit atau nyeri pada bagian persendian dan sulit ketika bergerak. Tentunya hal ini ini akan membuat para penderitanya menjadi tidak nyaman dengan keadaannya sekarang.

Jika sudah mencapai pada tahap ini sebaiknya anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter supaya dapat diketahui jenis penyakit apa yang anda alami saat ini. Penderita harus sangat waspada dengan keadaan ini, gejala ini sering disalah artikan dengan nyeri sendi biasa sehingga saat gejala ini muncul mereka akan membiarkannya.

Apa Penyakit Tuberkulosis Dapat Kambuh Lagi?

Tuberkulosis dapat kambuh bila tuberkulosis kambuh, lakukan tes untuk menentukan jenis antibiotik yang sensitif sebelum menentukan pengobatan. Jika multiple drug-resistant Tuberkulosis (MDR-Tuberkulosis) terdeteksi, direkomdendasikan pengobatan dengan paling tidak empat jenis antibiotik efektif selama 8–24 bulan.

Resistensi primer muncul saat seseorang terinfeksi jenis Tuberkulosis resisten. Seorang dengan Tuberkulosis yang rentan dapat mengalami resistensi sekunder (didapat) pada saat terapi.

Seseorang juga dapat mengalami perkembangan resistensi karena pengobatan yang tidak adekuat, jika obat yang diresepkan tidak dipakai dengan sesuai (karena tidak patuh), atau karena obat yang digunakan berkualitas rendah.

Tuberkulosis dengan resistensi obat merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di negara yang sedang berkembang. Pengobatan untuk Tuberkulosis yang resisten terhadap obat akan berlangsung lebih lama dan memerlukan obat yang lebih mahal.

MDR-Tuberkulosis (Mulitple Drugs Resistance-Tuberkulosis) sering didefinisikan sebagai resistensi terhadap dua obat yang paling efektif dalam lini pertama pengobatan Tuberkulosis: rifampicin dan isoniazid. Extensively drug-resistant Tuberkulosis juga resisten terhadap tiga atau lebih dari enam kelas pengobatan lini kedua.

Tuberkulosis resisten obat total adalah resistensi terhadap semua jenis obat yang selama ini digunakan. Tuberkulosis dengan resisten total terhadap obat pertama kali ditemukan pada tahun 2003 di Italia, tetapi hal ini tidak pernah dilaporkan hingga tahun 2012.

Sekarang ini ada kecenderungan untuk mengetahui terlebih dahulu apa betul yang menginfeksi adalah bakteri Tuberkulosis atau bakteri lainnya dan obat apa saja yang masih mempan, oleh karenanya perlu dilakukan kultur bakteri terlebih dulu sebelum dilakukan pengobatan.

Pada tahun 2007, WHO merekomendasikan penggunaan media cair untuk kultur bakteri Tuberkulosis agar lebih akurat dan membutuhkan waktu hingga 40 hari.

 

[vc_cta h2=”Apa Itu Pulmohealer?” add_button=”bottom” btn_title=”Klik untuk Lihat Produk!” btn_style=”flat” btn_shape=”square” btn_color=”warning” btn_size=”lg” btn_align=”center” btn_button_block=”true” btn_link=”url:http%3A%2F%2Fwww.autoimuncare.com%2FPulmohealer%2F|||”]Pulmohealer adalah produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.[/vc_cta]

Related Posts