Inilah 5 Cara Cegah HIV Pada Bayi yang Ternyata Mudah Diterapkan

Tingginya angka penderita HIV di usia bawah 15 tahun membuat siapa saja perlu tahu cara cegah HIV pada bayi dan juga anak-anak. Secara umum penularan HIV pada bayi karena persalinan dan menyusui.

Berdasarkan sebuah penelitian resiko ibu hamil menularkan virus HIV pada bayinya mencapai 35%. Angka ini memiliki detail berbeda-beda bergantung pada jembatan penularannya.

Maksudnya disini adalah ada sekitar 7% bayi tertular HIV karena proses kehamilan itu sendiri, sehingga sebelum hamil seorang ibu sudah positif HIV.

Disusul presentasi 15% melalui jalur pendarahan (di vagina) atau proses persalinan normal. Sehingga ada resiko cukup signifikan menularkan HIV kepada bayi melalui persalinan normal tersebut.

Sisanya berasal dari proses menyusui, sehingga pemberian ASI dari ibu positif HIV kepada bayi memiliki resiko penularan sebesar 13%.

Melalui deretan penyebab penularan HIV pada bayi inilah banyak ibu hamil yang sudah positif HIV dirundung cemas berlebihan.

Ada yang memang sengaja menolak persalinan normal dan ada pula yang menolak memberikan ASI sama sekali pada buah hatinya.

Tindakan pencegahan yang diambil ini memang tidak keliru, karena penularannya memang melalui jalur-jalur tersebut. Ketika jalur ini ditutup maka memperkecil resiko penularan dapat terjadi.

Penularan HIV dari Ibu Hamil Bisa Dicegah

( Baca Juga : Pengobatan Hiv Untuk Bayi )

Namun, perkembangan di dunia kesehatan terus bergulir. Saat ini sudah ditemukan beragam upaya untuk cara cegah HIV pada bayi sejak dini.

Sehingga tidak menutup kemungkinan meski menderita HIV selama kehamilan, tetap dapat lahir secara normal. Bahkan tetap bisa menyusui bayinya, termasuk pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.

Apabila seorang wanita memang sebelum masa kehamilan sudah menerima vonis menderita HIV. Maka perlu segera melakukan konsultasi lanjutan kepada dokter kandungan.

Sehingga memiliki pemahaman atau ilmu untuk tetap menikmati masa kehamilan yang sehat. Sekaligus tahu bagaimana meminimalisir penularan HIV dari tubuhnya kepada janin yang dikandungnya.

Sesuai dengan penjelasan yang disampaikan oleh Prof DR dr Samsuridjal Djauzi yakni anggota dari Kelompok Studi Kasus AIDS Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cjipto Mangunkusumo Jakarta.

Penularan HIV dari ibu hamil kepada bayi bisa dicegah, pencegahan ini bahkan bisa menekan angka yang tadinya 35% menjadi hanya 1 persen.

Pencegahan ini akan memberi hasil sesuai harapan manakala ibu hamil sudah melakukan perawatan khusus sejak dini. Sehingga semakin dini mengetahui menderita HIV maka semakin baik.

Mengenal Beragam Cara Cara Cegah HIV Pada Bayi

( Baca Juga : Pentingnya Memahami HIV Bagi Masyarakat )

Mengenal beragam cara atau metode cara cegah HIV pada bayi tentu penting ketika sudah diketahui menderita HIV.

Bentuk pencegahan ini ternyata beragam, dan dianjurkan sekali untuk diterapkan oleh ibu hamil yang memang positif HIV. Pencegahannya antara lain:

  1. Melakukan Tes HIV Sejak Awal Kehamilan,

Pada wanita yang sudah diketahui positif hamil memang dianjurkan untuk menjalani beberapa tes laboratorium.

Nantinya bisa dikonsultasikan dengan dokter kandungan tes apa saja yang diperlukan sekaligus jadwalnya sesuai kondisi kehamilan.

Pada dasarnya ibu hamil sejak trimester pertama sudah bisa melakukan serangkaian tes. Mulai dari tes hepatitis B sampai tes HIV, supaya bisa diketahui sejak dini.

Hasil tes tentu tidak selalu memberi kabar buruk, maka tidak perlu takut untuk menjalaninya. Namun tetap siapkan mental untuk kemungkinan terburuk jika positif menderita penyakit tertentu.

Salah satu contohnya adalah positif menderita HIV, dan tentu beresiko menularkannya pada buah hati. Namun biasanya dokter akan memberi resep obat khusus yakni obat ARV.

Konsumsi ARV memang akan menunjukan hasil signifikan jika dikonsumsi dalam jangka lumayan panjang. Maka konsumsinya sejak awal kehamilan bisa menekan kadar virus HIV di tubuh.

Sehingga bisa menjadi cara cegah HIV pada bayi yang memberikan hasil maksimal, dan ibu pun bisa melindungi buah hatinya.

  1. Mengkonsumsi ARV Secara Rutin,

Selama hamil dan memang diketahui menderita HIV, maka usahakan tidak cemas berlebihan. Nantinya dokter akan memberikan resep obar ARV yakni antiretroviral yang baiknya dikonsumsi rutin.

Obat antiretroviral merupakan obat untuk mengatasi infeksi virus retrovirus dan salah satu contohnya adalah virus HIV.

Jenis atau kelas ARV berbeda-beda yang nantinya diberikan kepada pasien dengan disesuaikan kondisi keparahan infeksinya. Obat ini baiknya diminum ibu hamil sejak dini.

Sebab efektifitasnya memerlukan waktu lumayan lama jika ingin menekan resiko penularan HIV dalam presentase yang besar.

Konsumsi ARV sejak awal kehamilan terbukti menjadi cara cegah HIV pada bayi sampai hanya 1% saja. Sehingga ibu tetap bisa melahirkan secara normal dan memberi ASI eksklusif.

Namun tetap selalu konsultasikan dulu dengan dokter, untuk mengecek perkembangan virus HIV. Sekaligus menentukan aman tidaknya melahirkan normal sampai memberikan ASI.

  1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh,

Virus HIV bekerja dengan cara menyerang kekebalan alami tubuh orang yang dijangkitinya. Ketika dialami oleh ibu hamil, maka tidak hanya mengancam nyawa ibu itu sendiri.

Akan tetapi juga mengancam keselamatan janin yang dikandungnya. Virus ini bahkan akan ikut menginfeksi tubuh janin ketika sudah lahir ke dunia.

Sehingga sejak bayi sudah menjadi ODHA, yakni penderita HIV atau Orang Dengan HIV AIDS. Fakta ini tentu membuat siapa saja cemas dan merasa berdosa menularkan penyakit mematikan.

Berhubung HIV menyerang kekebalan alami tubuh, maka ibu hamil perlu meningkatkannya secara alami.

Dimulai dengan perbaikan gaya hidup, bisa dengan rutin mengkonsumsi makanan sehat. Selanjutnya rutin menikmati olahraga yang baik untuk metabolisme tubuh juga.

Ditambah dengan memperbaiki cara berpikir agar lebih dan selalu positif. Sebab pada dasarnya tubuh manusia memiliki kemampuan self healing atau penyembuhan sendiri.

Ketika menderita penyakit dan tidak memiliki semangat hidup maka kesempatan sembuh semakin kecil. Begitupun sebaliknya, maka miliki alasan dan semangat untuk hidup.

Sehingga tubuh lebih mudah melawan infeksi HIV, ketika dapat ditekan maka resiko penularan pada bayi pun bisa ikut tertekan.

  1. Mempersiapkan Mental Bersalin Melalui Caesar,

Persalinan normal memicu pendarahan di vagina dan memperbesar resiko terjadinya penularan virus HIV dari ibu kepada bayinya.

Ketika positif menderita HIV, ibu hamil sebaiknya sejak dini sudah mempersiapkan mental menjalani persalinan dengan operasi caesar.

Namun tetap ada kemungkinan melahirkan normal, apabila konsumsi ARV sudah dilakukan sejak trimester pertama.

  1. Pemberian Susu Buatan Atau Susu Formula,

Penularan HIV juga bisa melalui pemberian ASI, dan untuk cara cegah HIV pada bayi bisa menghindari kegiatan menyusui.

Maka selama masa kehamilan ibu dan juga pasangan bisa mulai mempersiapkan diri memberikan susu formula. Salah satunya mulai memilih merek dan persiapan biaya.

Namun, kembali lagi bisa dikonsultasikan kepada dokter. Sebab saat ini terdapat ibu dengan HIV yang bisa tetap bisa memberi ASI pada buah hatinya.

Hamil dengan HIV di dalam tubuh tentu bisa dialami siapa saja. Menariknya tetap ada solusi untuk mencegah resiko penularan kepada buah hati yang dikandung.

Yakni sesuai penjelasan cara cegah HIV pada bayi di atas sehingga ibu tetap bisa melindungi buah hati dari penyakit pendemic satu ini.

( Baca Juga : Formula Yang Terbukti Atasi HIV )

Related Posts