Kegigihan Sutopo Melawan Kanker Paru-Paru Stadium Lanjut

Nama Sutopo Purwo Nugroho tentu dikenal luas oleh masyarakat di tanah air, berkat kiprahnya mengepalai BNPM (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Namanya semakin populer setelah publik tahu Sutopo tengah berjuang melawan kanker paru-paru di stadium 4B.

Prestasinya di BNPM mengantarkan Sutopo lebih dikenal publik, ketika diketahui beliau memerangi kanker paru-paru maka semakin membuatnya dikenal luas.

Meksi sakit namun tetap gigih berjuang dan menjalankan kewajibannya sebagai Kepala Humas dan Informasi.

Kesibukannya ternyata tidak menghalangi Sutopo untuk mengikuti serangkaian metode pengobatan.

Vonis Kanker Paru-Paru Stadium Lanjut

( Baca Juga : 7 Perawatan Pasien Kanker Payudara Pasca Operasi Yang Perlu Diketahui )

Sutopo lewat beberapa media mengaku menerima vonis menderita kanker paru-paru di pertengahan Januari 2018 kemarin.

Tidak dinyana memang bagaimana beliau bisa menderita kanker dan parahnya kabar ini diterima sudah dalam stadium 4B atau lanjut.

Kanker yang diderita Sutopo memang diakuinya terlambat untuk diketahui sehingga sudah dalam kondisi lanjut.

Dokter juga mengungkapkan jika kanker yang bercokol di tubuh Sutopo ini tidak hanya menyerang organ paru-paru saja.

Akan tetapi sudah menyebar di kelenjar getah bening dan juga di tulang. Kekagetan Sutopo semakin menjadi karena selain sudah dalam kondisi parah.

Ia mengaku selama ini menjalani gaya hidup sehat, sesuai cuitannya di akun Twitter pribadinya.

Sutopo mengaku tidak pernah merokok dan asupan buah maupun sayur juga tidak pernah absen menjadi menu hariannya.

Jika menelisik dari riwayat kesehatan keluarga juga tidak pernah dijumpai histori ada yang menderita kanker.

Bahkan penyakit kronis lainnya, hal inilah yang memang membuat Sutopo heran sekaligus sedikit drop.

Mulai Berjuang Melawan Kanker Paru-Paru

Kabar menderita kanker paru-paru stadium lanjut memang sempat membuat Sutopo terpukul.

Meski begitu diakuinya tidak memerlukan waktu lama untuk tersadar bahwa ia musti bangkit dan berjuang melawan kanker paru-paru tersebut.

Hingga pada akhirnya ia pun tabah menerima ujian dari Tuhan dalam bentuk penyakit mematikan ini.

Dalam menguatkan semangat Sutopo juga bercerita sempat melirik penderita kanker lainnya. Vonis penyakit serupa pernah dialami oleh orang lain dan beberapa tidak seberuntung dirinya.

Sutopo pada akhirnya mengikuti semua anjuran dari dokter untuk menjalani beberapa prosedur pengobatan. Kemoterapi dan radiasi.

Kemoterapi dan radiasi ini bertujuan untuk membunuh sel kanker yang tumbuh di dalam tubuhnya. Efek samping yang muncul pun dirasakan oleh Sutopo, dan memang membuatnya drop.

Sutopo mengaku proses pengobatan di rumah sakit ini menyakitkan. Sensasi menyakitkan ini semakin terasa dari efek kemoterapi dan radiasi yang dijalaninya.

Mual dan muntah menjadi ujian terberat Sutopo selama melawan kanker paru-paru yang dideritanya.

Sempat pula kehilangan berat badan sampai 20 kilogram karena makanan yang sudah masuk langsung keluar.

Proses pengobatan inipun diakuinya berjalan di beberapa rumah sakit, sebelum pada akhirnya memutuskan berobat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) di kawasan Gatot Subroto Jakarta Pusat.

Terdapat alasan tersendiri mengapa Sutopo memilih RSPAD sebagai pilihan untuk sembuh dari kanker paru-paru.

Alasan utamanya adalah karena di rumah sakit ini sudah ada metode TACI yakni Trans Arterial Chemo Infusion.

Metode kemoterapi satu ini dikenal mampu mempertahankan sel baik di dalam tubuh, sehingga berbeda dengan metode konvensional yang terkesan membabat habis sel baik dan sel jahat.

Meski sudah menggunakan metode terbaru untuk proses kemoterapi dan radiasi namun Sutopo tetap mengaku jika prosedur ini menyakitkan.

Selain rutin mengikuti kemoterapi dan radiasi, pria kelahiran Boyolali ini juga mengkonsumsi sejumlah herbal.

Tujuannya tentu saja untuk melawan penyakit kanker paru-paru yang tumbuh di dalam tubuhnya.

Tetap Aktif Melayani Masyarakat

Meskipun merasakan kesakitan yang sangat dan kehilangan bobot badannya sampai 20 kg, namun Sutopo tetap aktif berkegiatan di BNPM.

Beliau mengaku memerlukan kesibukan dan terus aktif bergerak, sebab jika memutuskan berdiam di rumah. Dikhawatirkan malah akan memperburuk kondisi kesehatannya.

Rasa sakit yang timbul bisa jadi semakin terasa, maka Sutopo berusaha untuk mengalihkan rasa sakit tersebut.

Salah satunya dengan tetap aktif bekerja mengingat posisinya sebagai kepala Humas dan Informasi di BNPM.

Kegigihannya dalam berjuang melawan kanker paru-paru dan mengembang tanggung jawab besar di tempat kerja menjadi inspirasi bagi siapa saja.

Oleh Persatuan Dokter Paru Indonesia atau PDPI, Sutopo diberi penghargaan sebagai “Inspirator Terbaik 2018”.

Penghargaan ini diberikan pada 16 Desember 2018 kemarin oleh Ketua PDPI yakni Agus Dwi Susanto.

Sehingga diharapkan dengan perjuangan Sutopo mampu menginspirasi siapa saja yang mengidap kanker paru-paru untuk terus berjuang dan tetap berkarya.

Penghargaan ini diberikan karena memang tidak sedikit penderita kanker paru-paru yang putus asa dan berhenti berobat di tengah jalan.

Kanker paru-paru memang tercatat sebagai salah satu jenis kanker pembunuh nomor satu.

Nyaris penderitanya berakhir dengan meregang nyawa, dan beberapa memang memutuskan berhenti berobat di tengah jalan.

Pasalnya selain menerima rasa sakit dari efek samping kemoterapi dan radiasi. Penderita kanker paru-paru juga akan diserang oleh batuk dan rasa nyeri di dada.

Sosok inspiratif seperti Sutopo tentu mampu menguatkan pondasi keinginan penderita lain untuk survive.

Rasa takut pernah muncul di benak Sutopo usai menerima vonis menderita kanker paru-paru, apalagi sudah menginjak stadium lanjut.

Meski tidak pernah merokok dan tetap makan sehat ternyata tidak mampu mencegah kehadiran penyakit ini.

Namun Sutopo mencoba bersabar dan menerima ketetapan yang diberikan Tuhan lewat ujian penyakit ini.

Point terpenting bagi Sutopo adalah saat ini ia sedang menderita kanker paru-paru dan berusaha mencari solusi untuk sembuh.

Perjuangannya untuk sembuh memang tidak terlepas dari keinginannya untuk tetap berada di samping istri dan kedua anak lelakinya.

“Banyak orang yang menderita kanker. Tidak sedikit yang bisa sembuh, dan tidak sedikit pula yang berakhir meninggal. Itu semua hanya Tuhan yang tahu…”, ungkap Sutopo.

Setiap sholat Sutopo mengaku meminta kepada Tuhan untuk diampuni segala dosanya. Diberikan pula umur yang panjang agar bisa terus beribadah dan melayani masyarakat.

Semangatnya untuk melawan kanker paru-paru semakin menggebu karena tujuannya yang memang bersih dan mulia.

( Baca Juga : Obat Ini Dipercaya Bisa Sembuhkan Kanker )

Related Posts