4 Kiat Mengatasi Batuk Kering yang Bisa Dilakukan Sendiri

Memahami kiat mengatasi batuk kering maupun batuk berdahak sangat penting agar bisa segera sembuh dan melanjutkan aktifitas.

Batuk dalam dunia medis tidak dikategorikan sebagai penyakit melainkan sebagai mekanisme pertahanan yang ditunjukan oleh tubuh.

Ketika saluran pernafasan mengalami gangguan bisa karena infeksi maka tubuh akan memunculkan reaksi berupa batuk.

Mengenal Batuk Kering

Batuk sendiri dibedakan ke dalam dua jenis, pertama adalah batuk berdahak yang menghasilkan lendir sehingga disebut juga sebagai batuk produktif.

Jenis kedua adalah batuk kering yang merupakan kebalikan dari batuk berdahak.

Pasalnya batuk jenis ini tidak menghasilkan lendir atau dahak sebagaimana pada batuk berdahak.

Umunya batuk kering ini terjadi karena disebabkan oleh alergi, serangan asthma, debu, dan bisa pula karena terpapar asap.

Menariknya terdapat sejumlah kasus batuk kering yang tidak diketahui sebabnya sehingga bisa dikatakan batuk jenis ini memiliki penyebab kompleks.

Pada beberapa orang yang menderita batuk kering mengaku mengalami gangguan tidur dan diserang tenggorokan gatal.

Batuk kering bisa berlangsung selama beberapa hari saja ketika menjadi indikasi tubuh akan pilek, karena sekali lagi batuk merupakan mekanisme pertahanan kekebalan tubuh.

Namun bisa pula berlangsung lebih lama dan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut apa penyebabnya.

Kiat Mengatasi Batuk Kering

( Baca Juga : 4 Cara Ampuh Mengatasi Batuk Berdahak )

Meskipun sering dikaitkan pada masalah kesehatan yang tidak serius namun pada beberapa kasus terjadi sebaliknya.

Oleh sebab itu perlu mengatasi batuk kering yang dialami dengan seksama untuk menghindari kondisi lebih parah.

Terdapat beberapa kiat berikut yang bisa membantu meringankan atau mengatasi masalah batuk kering yang dialami:

1.Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Batuk kering kerap memberi sensasi tidak nyaman di tenggorokan, selain terasa kering juga gatal.

Meminimalkan serangan batuk kering terutama di pagi maupun malam hari agar tidak mengganggu aktifitas adalah dengan tetap terhidrasi.

Cobalah untuk minum air putih lebih banyak, opsional lain adalah minum air hangat.

Air hangat lebih efektif menghidrasi tenggorokan dan tubuh secara keseluruhan dibandingkan air panas maupun air dingin.

Sehingga untuk menanggulangi batuk kering yang terasa muncul terlalu sering bisa dengan minum air lebih banyak.

Membantu menjaga tenggorokan tetap terhidrasi juga bisa dengan berkumur memakai air garam.

Gunakan air hangat kuku kemudian bubuhkan sedikit garam dapur ke dalamnya, lalu gunakan untuk berkumur.

Larutan garam membantu mengurangi rasa nyeri dan peradangan yang muncul ketika terserang batuk kecil.

Berkumur dengan larutan ini akan memberi efek menenangkan, dan dianjurkan dilakukan malam sebelum tidur agar lebih nyenyak.

Beberapa jenis jus buah juga terbukti efektif membantu mengatasi batuk kering agar tidak terlalu menyiksa.

Opsional pertama adalah jus buah nanas, kandungan zat di dalamnya membantu menjaga laring tetap lembut sehingga serangan batuk tidak berlebihan.

Jus buah anggur juga bisa dijadikan pilihan karena bersifat espektoran yang melegakan tenggorokan.

2.Mengkonsumsi Makanan yang Punya Efek Relaksasi

Mengurangi serangan batuk kering agar tidak berlebihan juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan tertentu.

Yakni makanan yang memberi efek relaksasi atau menenangkan supaya batuk lebih reda.

Mulai dari minuman hangat, bisa memakai herbal atau rempah tradisional semisal jahe.

Minuman hangat membantu melegakan tenggorokan sekaligus memastikan tenggorokan dalam kondisi terhidrasi.

Serangan batuk kering nantinya bisa lebih berkurang, pilihan lainnya adalah mengkonsumsi makanan berkuah dalam kondisi hangat.

Contoh paling sederhana adalah mengkonsumsi sup ayam hangat yang memiliki kuah bening dan menghangatkan tubuh.

Minum air hangat yang dicampur dengan madu juga bisa dijadikan pilihan, apalagi madu memiliki sifat antibakteri.

Karakter ini bisa membantu mengurangi efek infeksi yang terjadi di saluran pernafasan yang menjadi salah satu pemicu batuk kering.

Opsional terakhir adalah menghisap permen pelega tenggorokan yang kini sudah tersedia bebas dan banyak pilihan di pasaran.

3.Menjaga Lingkungan Sekitar Tetap Lembab

Debu dan udara yang terlalu kering bisa membuat batuk kering menyerang lebih sering, sehingga kelembaban udara menjadi solusi mengatasi batuk kering tersebut.

Cobalah untuk menjaga udara di ruangan tetap lembab terutama di ruang kerja dan ruang tidur.

Pertimbangkan untuk mempergunakan difuser yang kini tengah naik daun.

Beragam aroma minyak esensial yang bisa digunakan pada difuser efektif menjadikan ruangan lebih lembab dan menenangkan.

Pilih aroma yang sekiranya cocok dan sesuai dengan kebutuhan maupun selera.

Apalagi beberapa aroma minyak esensial bisa memberi efek meredakan dan mencegah batuk, flu, maupun pilek.

Kelembaban tidak hanya bisa didapatkan dengan mempergunakan difuser akan tetapi bisa pula dengan kegiatan mandi.

Pilih mandi dengan memakai air hangat karena bisa memberi sensasi lembab lebih lama.

Pertimbangkan pula untuk menghirup uap air dari air panas yang dituangkan ke dalam baskom. Uap air ini akan melegakan dan melembabkan tenggorokan.

4.Konsumsi Obat-Obatan yang Tepat

Konsumsi obat yang memang meredakan batuk kering dan baiknya dikonsumsi secara teratur.

Namun utamakan mengkonsumsi obat batuk yang diberikan oleh dokter bukan obat warung, kecuali untuk kondisi mendesak.

Apabila obat warung bisa dihindari maka baiknya dihindari karena bisa jadi kurang sesuai dengan kondisi tubuh dan keluhan.

Apalagi masih banyak masyarakat yang tidak dapat membedakan mana obat batuk kering dan mana obat untuk batuk berdahak.

Jenis batuk yang berbeda otomatis memerlukan obat yang berbeda pula agar segera reda dan bukannya semakin parah.

Dosisnya pun perlu disesuaikan maka obat yang diresepkan oleh dokter menjadi prioritas.

Batuk kering yang berlangsung lebih dari seminggu sebaiknya segera diperiksakan pula ke dokter.

Tujuannya untuk mengetahui penyebab dari batuk kering tersebut, sebab bisa jadi ada masalah kesehatan yang lebih serius.

Sekalipun tidak ada maka setidaknya sudah memastikan dan mendapatkan obat yang tepat dan dosisnya pun disesuaikan kebutuhan tubuh.

Batuk kering memang tidak menghasilkan dahak, namun bukan berarti tidak mengganggu aktifitas penderitanya.

Pasalnya batuk kering ini akan lebih sering menyerang dibandingkan dengan batuk berdahak sehingga aktifitas yang dilakukan menjadi kurang maksimal.

Menanganinya dengan segera menjadi tindakan tepat, namun jangan asal apalagi jika melibatkan obat-obatan.

Redakan dulu batuk kering ini dengan cara alami, sebab dengan pengobatan dan perawatan yang tepat akan reda dengan sendirinya.

Mengingat batuk kering paling sering terjadi sebagai reaksi tubuh dalam mempertahankan diri saat ada infeksi di saluran pernafasan.

Gangguan kesehatan ringan biasanya menyertainya, namun agar tetap beraktifitas dengan lancar lakukan kiat mengatasi batuk kering di atas.

( Baca Juga : Formula Pulmohealer Efektif Atasi Batuk Kering )

Related Posts