Mengenal Tuberkulosis dan Pengobatannya

Tuberkulosis atau yang sering kita dengar TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Kuman TB ( Mycrobacterium Tubercolosis). Kuman ini berbentuk batang yang cepat mati dengan sinar matahari langsung, akan tetapi dapat bertahan hidup berjam-jam di tempat yang gelap dan lembab.  Penyakit ini dikatakan penyakit menahun (kronik ) sehingga gejala akan muncul jika sudah parah, sehinga cara pengobatan tbc paru dibutuhkan waktu yang lama dan intens.

Penyakit ini merupakan penyakit menular yang proses penularannya melalui batuk dahak yang mengandung basil TB.  Pada saat penderita Tuberkulosis batuk, bulir air akan berterbangan yang mengandung basil TB tersebut terhisap oleh orang yang sehat. Selama kuman TB masuk pada tubuh manusia melalui pernapasan, kuman tersebut dapat menyebar dari bagian paru ketubuh lainnya melalui sistem peredaran darah, sistem saluran linfe, saluran napas, atau penyebaran langsung kebagian tubuh lainnya.  Inkubasi kuman tuberkulosis pada orang sehat 4-8 minggu setelah terinfeksi dengan rentang waktu 2-12 minggu . Rentang waktu tersebut tumbuh 103-104 kuman TB pada tubuh.Organ yang dituju oleh TB tidak hanya paru-paru namun bisa menyarang bagian tubuh lainnya seperti Otak, Tulang dan Ginjal.

Gejala Penyakit TBC

Terdapat dua macam gejala penyait TB yaitu gejala umum dan gejala khusus yang timbul  sesuai dengan organ tubuh yang diserang.

Gejala umum :

  1. Terjadinya batuk selama lebih dari 3 minggu yang bisa juga disertai dengan batuk darah
  2. Terjadinya penurunan berat badan dan berkurangnya nafsu makan
  3. Adanya demam disertai keringat pada malam hari yang tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama dan demam influenza yang bersifat hilang timbul
  4. Lemah, perasaan yang tidak enak (malaise).

Gejala Khusus:

  1. Gejala khusus diasakan tergantung dari organ mana yang terserang, apabila terjadi sumbatan pada sebagian bronkus (saluran menuju paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar akan mengeluarkan suara “mengi” (suara nafas melemah yang disertai sesak )
  2. Apabila terdapat cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru ) dapat disertai keluhan sakit dada
  3. Apabila mengenai tulang, akan terjadi infeksi tulang yang dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit yang mengeluarkan nanah.
  4. Pada anak-anak dapat menyerang bagian otak (radang selaput otak), gejala yang terajadi yaitu demam tinggi, penurunan kesadaran dan kejang.

Diagnosis Penyakit TBC

Diagnosis yang dilakukan apabaila seseorang dicuragai terinveksi Tb adalah :

  1. Anamnesa pada pasien maupun keluarga
  2. Pemeriksaan fisik
  3. Pemeriksaan laboratorium (dahak, darah, cairan otak)
  4. Pemeriksaan patologi (Anatomi)
  5. Rontgen dada( thorax photo)
  6. Uji tuberkulin

Komplikasi pada penderita Tuberkulosis

Pada penderita tuberkulosis yang sudah terinfeksi kuman namun tidak diobati secara intensif tanpa terputus akan menyebabkan komplikasi pada penderita tersebut. Berikut adalah beberapa komplikasi yang timbul :

  1. Hemoptisis berat. Hal ini merupakan pendarahan dari saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kematian akibat tersumbatnya jalan napas.
  2. Pneumotoraks spontan merupakan kolaps spontan yang disebabkan adanya kerusakan jaringan paru.
  3. Penyebaran infeksi yang lebih luas yaitu penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, ginjal dan sebagainya.
  4. Insufiensi Kardio Pulmoner.

Terdapat beberapa faktor penyebaran penyakit Tuberkulosis yang pertama adalah faktor ekonomi, pada umumnya penderita tuberkulosis merupakan masyarakat yang status ekonominya menengah kebawah hal ini disebakan dengan keadaan rumah yang kotor dan lembab. orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk lebih beresiko terkena penyakit tubrkulosis dan cara penyembuhan tbc paru harus keluar dari lingkunga  tersebut. Kedua, status gizi yang buruk seperti kekurangan kalori, protein , vitamin, zatbesi dan lain-lain akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Daya tahan tubuh yang lemah memudahkan kuman dan bakteri masuk dan menginfeksi. Ketiga adalah pengaruh gaya hidup. Pada umumnya tuberkulosis lebih banyak menyerang kaum pria karena gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan konsumsi minuman beralkohol. Pada perokok resiko terkena penyakit ini 3 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok, ini disebabkan karena kandungan zat nikotin dan racun dalam rokok dapat melemahkan ketahanan tubuh.

Cara Pengobatan TBC Paru

Pengobatan untuk penderita tuberkulosis bisa dilakukan dengan dengan dua cara yaitu dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan pengobatan alternatif melalui konsumsi obat herbal. Obat Anti Tuberkulosis merupakan obat kimia yang harus dikonsumsi penderita tuberkulosis selama 6 bulan tanpa terputus. Tingkat dari keberhasilan pengunaan OAT bergantung dengan kepatuhan penderita rutin atau tidaknya mengkonsumsi sesuai aturan dan dosis yang diberikan. Pada umumnya penderita tuberkulosis mengalami kegagalan atau tidak kunjung sebuh karena penderita tidak sabar dan berhenti mengkonsumsi obat. Hal ini tentunya berbahaya karena akan menimbulkan resistensi kuman tuberkulosis terhadap obat yang diberikan atau sering kita sebut Tuberkulosis MDR sehingga cara penyembuhan TBC paru semakin sulit. Kelebihan dari pengobatan OAT adalah mudah diakes oleh seluruh kalangan masyarakat karena obat ini disediakan oleh pemerintah untuk menanggulangi penyakit tuberkulosis. Cara pengobatan TBC paru dengan menggunakan  OAT memiliki kelemahan yaitu dalam konsumsi waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping seperti terjadinya kerusakan organ ginjal adan lupus akibat residu kimia yang mengendap didalam tubuh.

Cara pengobatan TBC paru lainnya bisa dengan bahan herbal dapat menjadi alternatif untuk penyembuhan penyakit tuberkulosis. Selain murah dan bahanya mudah didapatkan, pengobatah herbal memiliki kelebihan sangat yaitu aman dikonsumsi karena tidak memiliki efek samping, dan tidak merusak organ tubuh lain terutama ginjal. Hal ini sesuai dengan konsep pengobatan herbal yaitu tidak hanya mengobati bagian yang sakit, tetapi dapat menyembuhkan dan menyehatkan tubuh. Pengobatan herbal juga dapat memberikan kesembuhan secara total dengan cara memperbaiki sistem tubuh yang rusak secara keseluruhan sehingga sistem tersebut dapat mejalankan fungsinya secara normal.

Bahan herbal yang dapat  menyembuhkan tuberkulosis yaitu Jahe , Samboloto, Sirih, dan Pala. Jahe memiliki efek herbal anti mual, kandungan gingerol berfungsi untuk penghangat badan, mengatasi perut kembung, dan merangsang regenerasi sel. Selain itu jahe berkhasiat untuk mengatasi radang tenggorokan dan melancarkan pernapasan sehingga bisa mengatasi keluahan yang pada umumnya dirasakan oleh penderita tuberkulosis.  Sambiloto mengandung saponin, flavonoid, alkaloid dan tanin. Secara tradisional sambiloto telah teruji klinis digunakan untuk pengobatan tuberkulosis karena mengandung anti bakteri yang dapat membunuh kuman TB, anti sesak nafas dan dapat memperbaiki fungsi hati. Sirih mengandung flavonoid, alkaloid, senyawa polifenolat, tanin dan minyak asitri yang memiliki sifat antinikrobakterium terhadap kuman TB.

Membantu mengatasi TBC dapat menggunakan  Pulmohealer, produk dari PT. Autoimuncare Indonesia ( PT. AICI ) yang khusus mengatasi berbagai penyakit paru-paru. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama 15 tahun membuat Pulmohealer banyak dicari di dalam maupun luar negeri. Pulmohealer bereaksi cepat, dijamin aman, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi Tubuh Anda.

Untuk Pembelian Obat Pulmohealer Bisa Langsung Klik Link Berikut : Pulmohealer

Related Posts