Menjalani Transplantasi Hati? Lakukan 6 Perawatan Ini untuk Optimalkan Pemulihan

Apabila baru saja menjalani transplantasi hati maka penting untuk memahami perawatan pasca transplantasi hati tersebut dilakukan.

Hati adalah salah satu organ vital di dalam tubuh yang berperan penting dalam mentralisir racun yang masuk. Racun ini bisa berasal dari udara sekitar, makanan, dan juga minuman yang dikonsumsi.

Penumpukan racun tentu menyebabkan masalah dalam tubuh bahkan bisa menyebabkan kematian.

Secara alami hati akan mentralisir racun tersebut namun ketika kadarnya masih sesuai kapasitasnya.

Apabila sudah diluar kapasitas maka akan memicu masalah kesehatan, yakni keracunan dan bisa menyebabkan kematian.

Langkah Melakukan Transplantasi Hati

Peran vital hati di dalam menjaga kesehatan tubuh seseorang membuatnya rawan menghadapi masalah.

Terutama bagi siapa saja yang menjalani gaya hidup tidak sehat, sehingga menyebabkan masalah kesehatan serius.

Gangguan kesehatan pada hati ini jenisnya beragam mulai dari hepatitis sampai gagal hati.

Bagi pasien yang dinyatakan mengalami gagal hati maka langkah terakhir adalah dengan menjalani donor hati.

Dalam dunia medis disebut sebagai tindakan transplantasi hati sehingga nantinya pasien akan mendapatkan organ hati dari orang lain.

Tentunya terdapat sejumlah prosedur yang musti dijalani pasien dan pendonor, baru kemudian transplantasi ini bisa dilakukan.

Permintaan transplantasi hati ini cukup tinggi sementara pasokannya masih sangat minim, maka terdapat sederet persyaratan yang menyertainya.

Pasien gagal hati sebelum menjalani tindakan medis ini perlu memperhatikan beberapa detail berikut:

  • Perhatikan gejala gagal hati, apabila sudah mempengaruhi kualitas hidup maka bisa dipertimbangkan.
  • Memperhatikan kualitas hidup pasca transplantasi dilakukan.
  • Sudah lulus secara fisik dan juga mental.
  • Siap finansial.
  • Sudah ada donornya.

Perawatan Selepas Tranplantasi Hati

( Baca Juga : 9 Jus Yang Bisa Membantu Terapi Hepatitis B )

Apabila sudah merasa siap, maka transplantasi pun sudah bisa dilakukan. Tak kalah penting adalah pasien memahami perawatan pasca transplantasi hati.

Sebab termasuk perhatian penting sebelum tindakan medis ini dilalui, karena tanpa perawatan yang tepat.

Tak pelak kesehatan dan keselamatan pasien terancam, apalagi pasca transplantasi akan dijumpai beberapa efek samping.

Meminimalisir masalah kesehatan pasca transplantasi dilakukan, maka lakukan beberapa perawatan berikut ini:

 

1.Pemeriksaan Rutin,

Pasca transplantasi hati dilakukan usahakan tidak langsung anti terhadap jasa dokter dan tindakan medis di rumah sakit.

Sebab terdapat sejumlah efek samping pasca operasi besar ini dilakukan.

Efek samping ini kompleks karena munculnya organ hati baru di dalam tubuh dianggap sebagai hal asing oleh kekebalan alami tubuh.

Maka secara alami tubuh akan menunjukan reaksi melawan dan memerangi organ hati baru tersebut, dan berimbas pada kesehatan pasien.

Maka tetap perlu rutin melakukan pemeriksaan atau kontrol ke dokter yang menangani transplantasi tersebut.

Dokter umumnya akan meresepkan obat yang mampu menekan kinerja kekebalan alami tubuh menyerang hati baru.

Sehingga perlu dikonsumsi secara rutin untuk meminimalisir efek samping negatif yang dapat terjadi.

Selain itu tim dokter juga akan memantau kondisi organ hati baru yang ditanamkan apakah kondisinya bagus atau sebaliknya.

Pasien diharapkan tidak kaget dan jengah mengikuti serangkaian tes darah untuk memantau kondisi hati.

2.Konsumsi Makanan Sehat,

Proses penyembuhan usai transplantasi hati dilakukan akan lebih cepat dan efektif jika ketat dalam menjaga pola makan.

Usahakan di dalam perawatan pasca transplantasi hati memperhatikan betul asupan nutrisi harian.

Paling tidak bisa memastikan sudah mengkonsumsi makanan yang sehat, yakni makanan yang dimasak sendiri dan nutrisinya lengkap.

Perbanyak mengkonsumsi menu sempurna dengan kandungan sayur dan buah lebih banyak.

Penuhi pula kebutuhan protein tubuh yang bisa diperoleh dari daging, ikan, telur, maupun susu dan olahannya.

Kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak, kolesterol, dan juga sodium berlebihan.

Meski pasca transplantasi pasien akan mengalami mal nutrisi karena nafsu makan berkurang drastis bahkan hilang sama sekali.

Sebaiknya pihak keluarga sudah mengetahuinya sejak awal sehingga membantu pasien melawan efek samping tersebut.

Sehingga pasien tetap menyantap makanan kaya nutrisi agar proses penyembuhan lebih cepat.

3.Cukup Minum Air Putih,

Konsumsi air putih dalam jumlah cukup akan membantu proses perawatan pasca transplantasi hati agar berhasil.

Sebab air putih mengandung mineral alami yang diperlukan oleh tubuh, untuk menjaga metabolisme.

Proses pembersihan atau detoks juga memerlukan asupan cairan dalam jumlah cukup sehingga meringankan kerja organ hati baru dalam menjalankan fungsinya.

Supaya proses pembersihan racun di dalam hati lebih cepat dianjurkan bagi pasien untuk menambahkan perasan buah sitrus.

Bisa memakai lemon, jeruk nipis, maupun jenis sitrus lainnya sebagai detoks alami selain air putih tadi.

Asalkan rutin dikonsumsi maka akan meringankan kerja hati yang baru ditanamkan, sehingga efek sampingnya lebih ringan.

 4.Jauhi Alkohol,

Salah satu penyebab organ hati mengalami masalah adalah terlalu sering meminum minuman dengan kadar alkohol tinggi.

Sebab alkohol di dalam minuman termasuk ke dalam jenis racun yang tentu memberatkan kinerja organ hati.

Resiko mengalami gagal hati lebih tinggi bagi para pecandu alkohol.

Meskipun sudah menerima donor organ hati baru tetap perlu teliti dalam memenuhi kebutuhan perawatan pasca transplantasi hati.

Sebab jika masih mengkonsumsi minuman beralkohol maka akan berdampak buruk bagi hati baru tersebut.

Maka kurangi minuman dengan kadar alkohol tersebut masuk ke tubuh, supaya adaptasi hati baru menjadi lebih mudah.

5.Rajin Olahraga,

Aktif bergerak atau berolahraga ringan baik untuk kekuatan tubuh yang tentu berdampak baik untuk organ hati baru.

Meskipun pasca transplantasi tidak memungkinkan untuk berolahraga ke gym, namun bisa melakukan olahraga ringan di rumah.

Tujuannya adalah untuk memastikan tubuh tetap aktif bergerak agar semakin terlatih dan kuat.

Bergerak mengelilingi rumah atau membantu pekerjaan ringan seperti mengiris bahan makanan untuk dimasak.

Sudah menjadi aktifitas yang membuat tubuh bergerak, opsional lainnya adalah rutin jalan santai.

Misalnya jalan santai selama 30 menit dan dilakukan 3 kali dalam seminggu sehingga aman untuk pasien pasca transplantasi hati.

6.Hindari Kondisi Stress,

Tidak ada orang yang terlepas 100% dari stress, kondisi ini dialami pula oleh orang yang sehat apalagi pada orang yang sakit.

Biasanya pasca transplantasi hati dilakukan maka pasien akan didera perasaan marah, frustasi, dan sebagainya.

Sehingga mengarah ke stress yang tentu efeknya berdampak buruk bagi kesehatan organ hati yang baru saja ditanamkan.

Meski stress selalu mewarnai hidup usahakan mengelolanya dengan baik. Libatkan dukungan keluarga untuk bisa menekan stress yang dialami.

Nantinya akan lebih siap menghadapi semua efek samping pasca operasi dan mempercepat pemulihan.

Adaptasi tubuh dalam menerima organ hati baru akan membutuhkan waktu, maka penting untuk mempersiapkan mental mengenai efek samping yang mungkin dialami.

Melakukan perawatan pasca transplantasi hati yang tepat akan membantu proses penyembuhan dan melindungi hati baru tersebut.

Membantu proses pemulihan pasca transplantasi hati bisa mengkonsumsi formula LiverCare yang disediakan PT Autoimun Care Indonesia.

Formula LiverCare membantu memperbaiki fungsi organ hati baru sekaligus mempercepat pemulihan operasi.

Hasilnya akan maksimal jika dikombinasikan pula dengan formula ElderlyCare yang efektif mempercepat metabolisme tubuh.

Melakukan perawatan pasca transplantasi hati yang tepat dengan formula LiverCare dan ElderlyCare akan membantu proses penyembuhan dan melindungi hati baru tersebut.

 

( Baca Juga : Formula Ini Sudah Terbukti Sembuhkan Penyakit Hepatitis )

Related Posts