Apakah Obat Penyakit Disentri Amoeba Banyak Macamnya?

Penyakit Disentri adalah infeksi usus yang menyebabkan diare disertai darah dan lendir. Gejala disentri lainnya meliputi kram perut yang menyakitkan, mual atau muntah, dan peningkatan suhu tubuh (demam) sampai 37,5 derajat celsius atau lebih.

Disentri disebabkan oleh mikroorganisme bakteri dan parasit amoeba. Penyebab disentri bakteri terbanyak adalah bakteri Shigella dan beberapa jenis Escherichia coli ( E coli ). Penyebab lain diare berdarah termasuk Salmonella dan Campylobacter.

Sedangkan disentri amuba, disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica, organisme ini paling sering ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia terutama pada daerah padat dengan sanitasi yang buruk.

Penyakit disentri mudah menyebar dari orang ke orang melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Setelah seseorang terinfeksi, organisme penyebab tinggal di dalam usus dan terkandung di dalam tinja.

Apabila tinja atau feses ini mencemari air ataupun makanan, maka orang yang menelannya bisa tertular. Selain itu, beberapa kotoran hewan yang terinfeksi bakteri ataupun parasit penyebab juga dapat menyebarkan penyakit disentri ke manusia dengan cara yang sama.

Gejala Penyakit Disentri

Disentri jenis ini disebut disentri amoeba atau amoebiasis. Kondisi ini sering terjadi di daerah tropis, seperti Indonesia. Disentri amoeba umumnya memiliki masa inkubasi (jangka waktu seseorang terkena bakteri hingga muncul gejala) hingga 10 hari setelah paparan dan infeksi terjadi. Gejala-gejala disentri amoeba biasanya meliputi:

Diare yang disertai darah atau nanah

Sakit perut

Demam dan menggigil

Mual atau muntah

Sakit saat buang air besar

Pendarahan pada rektum

Kehilangan nafsu makan

Penurunan berat badan.

Parasit terkadang bisa masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ lain, terutama hati. Jika ini terjadi, amoeba bisa memicu terbentuknya abses hati dengan gejala-gejala seperti demam, lemas, mual, batuk, kehilangan nafsu makan, sakit kuning, serta berat badan menurun.

Disentri amoeba biasanya berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Tanpa perawatan klinis, amoeba bisa terus hidup di usus selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun, meski pengidap tidak lagi mengalami gejalanya. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan penularan dan kambuhnya diare.

Pada umumnya, kasus disentri yang parah bisa berujung pada dehidrasi. Gejala-gejala dehidrasi perlu diwaspadai, terutama jika disentri terjadi pada anak-anak, karena ketahanan tubuh mereka terhadap dehidrasi tidak setinggi orang dewasa.

Dehidrasi pada anak bisa berujung pada kematian. Jika telah mengalami diare sebanyak 6 kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam, anak Anda sebaiknya segera dibawa ke dokter. Gejala dehidrasi yang patut diwaspadai adalah kulit menjadi pucat, kaki dan tangan yang dingin, frekuensi buang air kecil yang menurun dibanding biasanya, serta kondisi tubuh melemah.

Obat Penyakit Disentri

Inilah Obat Penyakit Disentri, Antara lain:

  1. Kulit buah manggis

Pertama, kulit manggis dicuci dan dipotong-potong. Rebus bersama 4 gelas air sampai menyusut 2 gelas. Tambahkan gula batu kemudian minum 2 kali dalam sehari, masing-masing ½ gelas.

  1. Buah pare (Momordica charantia)

Pare ternyata efektif untuk mempercepat penyembuhan disentri. Cara membuat obat tradisional untuk disentri tidaklah sulit. Setelah dicuci, potong-potong 2 buah pare segar dan haluskan ke dalam blender yang berisi air. Peras, dan minum airnya setiap pagi dan sore.

  1. Buah mahkota dewa

Rebus 5 gram kulit buah mahkota dewa yang telah dikeringkan ke dalam 2 gelas air. Biarkan mendidih selama 15 menit, kemudian angkat. Saring dan tunggu airnya menjadi dingin. Minum ramuan ini, tiga kali dalam sehari.

  1. Madu dan teh hitam

Madu memiliki sifat anti inflamasi dan anti bakteri, yang sangat membantu untuk melawan bakteri dan meredakan gejala disentri. Sedangkan teh hitam mengandung zat tannin yang efektif dalam meredakan peradangan pada usus, dan menenangkan perut.

  1. Tanaman bungur

Sediakan akar dan daun bungur, masing-masing sebanyak 15 gram. Rebus kedua bahan dengan 3 gelas air hingga menyisakan segelas saja. Saring airnya, tambahkan madu kemudian diminum untuk 2 kali di pagi dan malam hari.

  1. Tanaman tali putri (Cassytha filiformis)

Untuk mengobati disentri tanpa obat kimia, gunakan tanaman tali putri. Cara membuatnya, 50 gram tanaman tali putri dicuci dan direbus bersama 3 gelas air bersih. Biarkan mendidih dan airnya berkurang menjadi segelas saja. Setelah menjadi dingin, minum 2 kali dalam sehari sebanyak ½ gelas.

[vc_cta h2=”Apa Itu ElderlyCare?” add_button=”bottom” btn_title=”Klik untuk Lihat Produk!” btn_style=”flat” btn_shape=”square” btn_color=”warning” btn_size=”lg” btn_align=”center” btn_button_block=”true” btn_link=”url:http%3A%2F%2Fwww.autoimuncare.com%2FElderlyCare%2F|||”]Elderlycare adalah Produk PT. Autoimun Care Indonesia yang merupakan Formula Organik yang diciptakan khusus untuk membantu menyembuhkan penyakit Maag, membantu mengatasi Gangguan pada Sistem Pencernaan, dan membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Elderlycare ini di Produksi dengan teknologi canggih Nanotechnology yang dapat menjaga kesehatan dan membantu menyembuhkan gangguan pencernaan tubuh serta membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.[/vc_cta]

Related Posts