skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyembuhan Penyakit Stroke Secara Aman

Penyembuhan Penyakit Stroke Secara Aman

Penyakit stroke terjadi akibat pasokan darah menuju otak terganggu atau berkurang, sehingga jaringan otak akan kekurangan oksigen dan juga nutrisi. Dalam beberapa menit, sel-sel otak akan mulai mati. Kondisi ini bisa mengancam hidup seseorang dan bisa menimbulkan kerusakan permanen.

Biasanya pasien dengan kondisi stroke tidak bisa mengunyah atau menelan makanan dengan baik. Oleh sebab itu, perencanaan diet bagi pasien sangat perlu diperhatikan. Ketika seseorang terkena kondisi stroke dan harus menjalani pengobatan di rumah sakit, biasanya makanan yang perlu dikonsumsi akan diatur oleh ahli gizi yang termasuk ke dalam tim medisnya.

Makanan yang Dipantang Pada Penderita Stroke

Pasien yang mengalami kondisi tersebut, harus menjalani prinsip diet tertentu yang sesuai dengan kondisinya. Kondisi yang dimaksud disini adalah stroke berat atau ringan. Tentunya, setiap jenis kondisi ini akan membutuhkan makanan yang berbeda-beda pula. Akan tetapi, ada baiknya membatasi, bahkan menghindari, beberapa jenis makanan seperti berikut ini:

  1. Makanan instan dalam kemasan

Pantangan makanan untuk penderita penyakit stroke yang pertama adalah makanan instan. Makanan instan tidak dianjurkan bagi penderita stroke. Pasalnya, kebanyakan makanan instan dalam kemasan banyak mengandung natrium nitrat, dan nitrit. Kedua bahan tersebut sering dipakai sebagai zat pewarna serta pengawet pada daging olahan seperti sosis, daging kemasan, dan produk lainnya.

Begitu juga dengan makanan kemasan lainnya seperti mi instan, kentang, serta camilan kemasan. Natrium nitrat dan juga nitrit bisa merusak pembuluh darah sebab bisa membuat arteri mengeras serta menyempit yang mengakibatkan penyakit jantung dan meningkatkan risiko penyakit stroke kambuh.

  1. Makanan tinggi gula

Setelah terkena serangan stroke sebaiknya Anda membatasi makanan dan juga minuman yang tinggi gula. Konsumsi gula berlebih bisa merusak pembuluh darah dan mengakibatkan obesitas. Jika kedua hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin penyakit stroke kembali menyerang Anda. Maka dari itu itu, Anda harus batasi asupan gula harian. Batas konsumsi gula maksimal per hari yaitu 4 sendok makan.

  1. Makanan tinggi garam

Makanan tinggi garam mengandung natrium yang bisa memicu lonjakan tekanan darah. Jika tidak dikendalikan, maka Anda rentan mengalami hipertensi yang dapat memicu stroke datang kembali. Maka dari itu, Anda perlu membatasi garam atau natrium dalam setiap masakan.

Usahakan untuk tidak mengonsumsi natrium yang lebih dari 1.500 mg setiap harinya yang setara dengan satu sendok teh garam.

  1. Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans

Lemak jahat terdiri dari lemak jenuh serta lemak trans. Lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. LDL yang berlebih di dalam tubuh bisa mengakibatkan penumpukan lemak di arteri. Ini dapat menghambat aliran darah ke jantung dan juga otak sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke.

Selain lemak jenuh, golongan lemak yang sebaiknya dihindari yakni lemak trans. Lemak trans yaitu lemak yang diolah dengan menambahkan hidrogen pada minyak sayur untuk membuatnya lebih padat. Lemak trans terbukti meningkatkan berbagai risiko penyakit yang salah satunya yaitu stroke.

Penyembuhan Penyakit Stroke Secara Aman

Berikut ini berbagai makanan yang mengandung lemak jenuh serta lemak trans yang perlu dihindari, yaitu:

  • Biskuit,
  • Makanan beku olahan,
  • Makanan ringan (contohnya keripik kentang, keripik singkong dalam kemasan, serta camilan sejenis),
  • Gorengan,
  • Makanan siap saji (ayam goreng, kentang goreng, atau burger),
  • Margarin,
  • Donut,
  • Daging merah,
  • Kulit ayam,
  • Produk susu,

 

  1. Minuman beralkohol

Alkohol bisa meningkatkan tekanan darah yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit stroke. Maka selalu konsultasikan ke dokter kapan Anda boleh untuk mengonsumsi alkohol setelah serangan stroke.

Umumnya, orang yang pernah mengalami stroke hanya diperbolehkan mengonsumsi minuman beralkohol sebanyak satu gelas per harinya. Pada perempuan serta dua gelas per hari untuk pria. Namun, ini tergantung juga pada jenis minuman beralkohol tersebut yang Anda minum.

Jika terdapat kondisi lain selain stroke misalnya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol yang tinggi, maka ada baiknya untuk mengonsultasikannya langsung ke dokter gizi untuk mendapatkan panduan makan bagi penderita stroke yang paling tepat.

(Baca Juga: Beberapa Cara Alami Untuk Atasi Stroke  )

 

Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Stroke

Mengingat betapa pentingnya menjaga pola makan setelah stroke, berbagai makanan untuk penderita stroke yang direkomendasikan oleh The American Heart Association dan juga American Stroke Association yaitu:

  • Sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, apel, pir, bayam, dan juga brokoli.
  • Biji-bijian, kacang-kacangan, serta makanan tinggi serat seperti roti gandum, wortel, dan kacang merah.
  • Daging ikan, minimal dua kali dalam seminggu. Asam lemak omega-3 dalam ikan terbukti bisa menurunkan risiko stroke. Contohnya seperti tuna, teri basah, lele, dan nila.
  • Daging sapi serta unggas tanpa lemak dan kulitnya.
  • Produk susu yang rendah lemak seperti yogurt yang bebas lemak untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, makanan yang kaya dengan asam folat vitamin B6, B12, C, dan juga E. Serta makanan yang tinggi akan kalium dan magnesium bisa menurunkan risiko stroke dan juga memperbaiki fungsi tubuh setelah terkena stroke. Contoh makanannya adalah kacang almond, biji labu, tomat, jeruk, sereal, ubi jalar, bawang putih, dan juga pisang.

Konsumsi StrokeCare

Saat ini sudah ada terobosan baru di dalam dunia medis dalam membantu mengatasi penyakit stroke yaitu  Strokecare. Formula organis nanotechnology yang diproduksi oleh PT. Autoimun Care Indonesia atau AICI adalah formula khusus untuk mengatasi penyakit stroke.

Lalu apa kandungan formula StrokeCare ini? Berikut ini beberapa kandungan di dalam StrokeCare:

  1. Apium graveolens,

Salah satu faktor yang menyebabkan penyakit stroke yaitu tekanan darah tinggi. Nah, salah satu bahan alami yang bisa menurunkan darah tinggi yaitu apium graveolens atau daun seledri. Kandungan di dalamnya meliputi flavonoid, saponin, tannin, minyak atsiri, fitosterol, vitamin A, B, C, pthalides, serta apigenin.

  1. Guazuma ulmifolia,

Guazuma ulmifolia merupakan tanaman herbal yang oleh masyarakat dikenal pula dengan sebutan daun jati belanda. Herbal ini memiliki kandungan tannin, alkaloid, flavonoid, sterol, saponin, glukosa, asam fenol, dan kalsium oksalat. Kandungan-kandungan tersebut bisa mengikat molekul kolestrol dan juga lemak yang ada dalam makanan serta menyebabkan turunnya jumlah kolestrol dalam darah.

 

  1. Hibiscus sabdariffa,

Kadar kolestrol yang berlebih merupakan penyebab terjadinya penyakit stroke. Pemberian hibiscus sabdariffa atau bunga rosella sebanyak 0,45 ml dua kali sehari dalam 30 hari dapat menurunkan kadar kolestrol sebanyak 119.2 mg/dl.

Alasan Mengapa Anda Harus Mengonsumsi Stokecare

Pilihan herbal dalam kemasan yang dipromosikan mampu mengatasi stroke memang lumayan banyak. Namun terdapat beberapa alalsan berikut mengapa perlu memilih StrokeCare dari AICI:

  1. Mendapatkan pemantauan perkembangan kesehatan oleh konsultan kesehatan serta customer care dari kami.
  2. Bergaransi 100% uang kembali apabila tidak ada reaksi positif sesudah mengonsumsi StrokeCare.
  3. Tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk mendapatkan hasil yang signifikan dari StrokeCare.
  4. Mudah dan praktis dikonsumsi sehingga dapat melakukan perawatan di rumah.

Nah, untuk Anda yang sedang menjalani pemulihan penyakit stroke sebaiknya untuk selalu menjaga pola makan agar proses pemulihan bisa lebih cepat dan juga dibantu dengan mengonsumsi StrokeCare. Pemesanan StrokeCare silahkan menghubungi kontak kami atau bisa langsung dengan datang ke kantor yang alamatnya tercantum dalam kemasan.

 

( Baca Juga: Agar Pentakit Stroke Cepat Sembuh )