Perjuangan Rachel Amanda Mengobati Kanker Tiroid

Lama menghilang dari dunia hiburan nama Rachel Amanda tentu masih membekas di ingatan masyarakat tanah air.

Rupanya selama rehat dari dunia hiburan Amanda mengaku menjalani pengobatan untuk kanker tiroid yang dideritanya.

Artis yang namanya melambung di usia belia ini memang positif menderita kanker tiroid di usia 19 tahun.

Mengenal Kanker Tiroid

( Baca Juga : 4 Cara Mengatasi Penyakit Hashimoto )

Rachel Amanda saat ini berusia 25 tahun dan tercatat sebagai salah satu sarjana di Universitas Indonesia.

Artis dengan wajah imut ini masuk ke Fakultas Psikologi, dan di tahun 2017 kemarin mulai terbuka kepada publik perihal alasannya rehat dari dunia hiburan.

Amanda mengaku di usianya yang menginjal 19 tahun, tepatnya tahun 2014 silam menerima vonis menderita kanker tiroid.

Kanker tiroid adalah kondisi dimana tumbuhnya sel abnormal yang merugikan tubuh dan tumbuh di kelenjar tiroid.

Kelenjar tiroid sendiri di dalam tubuh memiliki fungsi sebagai pengatur metabolisme tubuh sehingga berkaitan dengan produksi hormon.

Gangguan pada kelenjar ini tak pelak mengganggu metabolisme dan kadar hormonal di dalam tubuh.

Sampai detik ini belum diketahui secara pasti penyebab dari kanker tiroid, namun menilik dari berbagai sumber.

Kasus penderita kanker ini seringkali karena adanya faktor genetik atau keturunan, kekurangan yodium, dan juga mengalami paparan radiasi.

Kabar baiknya kanker tiroid ini masuk ke dalam kategori kanker yang mudah untuk disembuhkan secara total.

Vonis Kanker Tiroid Tahun 2014

Rachel Amanda memang sedikit terpukul pada saat dokter memberikan diagnosa jika menderita kanker tiroid.

Namun ia mengaku bukanlah pribadi yang lebih memilih meratapi nasib dan terpuruk begitu saja.

Berkat dukungan dari keluarga, pacar, dan orang-orang terdekatnya ia kemudian mencoba memupuk semangat untuk sembuh.

Jari-jarinya kemudian menjelajahi berbagai situs kesehatan untuk mengakses informasi apapun terkait kanker tiroid.

Amanda mengaku mendapati berbagai informasi menarik mengenai pengobatan untuk kanker tiroid yang dideritanya.

Ia pun mengaku sempat bahagia karena mengetahui kanker yang dideritanya tergolong lebih mudah disembuhkan.

Namun, iapun tidak ingin terlalu senang karena bagaimanapun penyakit kanker tetaplah kanker dengan potensi membunuh.

Amanda  selain aktif mengakses informasi kanker bahkan nyaris setiap hari, juga bergabung dalam sebuah komunitas.

Amanda mengungkapkan jika komunitas yang dimasukinya tidak hanya berisi penderita kanker tiroid seperti dirinya.

Akan tetapi juga pasien yang bermasalah dengan kelenjar tiroid. Bergabungnya Amanda di dalam komunitas ini membantunya untuk tidak stress.

Beragam informasi mengenai kelenjar tiroid, penanganan, perawatan, dan lain sebagainya juga diperoleh disini selain dari dokter.

Amanda pun mengaku untuk mereguk kesembuhan selalu mengikuti semua saran dokter yang menanganinya.

Kanker Tiroid Stadium I

Sarjana Psikologi ini ketika mendapatkan vonis kanker tiroid mengungkapkan kanker yang dideritanya berada di stadium I.

Ia juga menginformasikan tindakan medis yang diterimanya tidak selalu sama dengan pasien lain dengan penyakit serupa.

Sebab bergantung pada kondisi kesehatan dan mental pasien sekaligus stadium dari kanker itu sendiri.

Secara umum kanker tiroid memang disembuhkan dengan jalur operasi, operasi ini bisa mengangkat semua kelenjar tiroid (tireoidektomi).

Bisa pula hanya mengangkat sebagian kelenjar yang terinfeksi sel kanker (lobektomi) sehingga tidak diangkat semuanya.

Beberapa pasien juga menerima tindakan medis berupa terapi yakni terapi RAI (Radioactive Iodine Ablation).

Ketika Rachel Amanda didiagnosa mengalami kanker tiroid kondisi tubuhnya mengalami hipertiroid.

Yakni kondisi dimana hormon tiroid di dalam tubuhnya terlalu aktif yang membuatnya mudah lelah, metabolisme tinggi, jantung berdebar, dan badan sering gemetar.

Atas kondisi ini pula yang membuatnya menjalani pengobatan untuk kanker tiroid dengan minum obat hipertiroid secara rutin.

Dara berparas manis kelahiran 1 Januari 1995 ini mengaku pasca mengkonsumsi obat hipertiroid memang kadar hormon tiroid normal kembali.

Sayangnya malah memicu bengkak di lehernya karena adanya tumor di leher bagian kanan.

Tindakan operasi pun direkomendasikan dokter untuk mengangkat tumor tersebut.

Awalnya tindakan operasi ini bertujuan untuk mengangkat tumor di kelenjar tiroid kanan Amanda, namun karena kelenjar tiroid satunya terkena sel kanker.

Maka tim dokter memutuskan untuk mengangkat semua kelenjar tiroid di tubuhnya.

Menerima kabar untuk mengangkat kedua kelenjar tiroid ini sempat membuatnya syok.

Namun berkat dukungan orang terdekatnya maka Amanda memutuskan untuk mengikuti metode pengobatan yang direkomendasikan dokter.

Pasca menjalani operasi Amanda kemudian menjalani terapi radiasi sebanyak satu kali.

Setelahnya pula Amanda pun perlu mengkonsumsi obat seumur hidupnya, namun ia dinyatakan sembuh dari kanker tiroid.

Ketika ditanya apa yang menjadi penyebab Amanda menderita kanker tiroid ia pun berujar.

“Kalau kanker tiroid sebenarnya belum jelas apa penyebabnya. Setahuku bisa karena genetik, bisa pula karena radikal bebas. Apalagi aku sering terpapar asap rokok di lokasi syuting…”

Kini usai dinyatakan sembuh, Amanda pun mengaku sudah tidak lagi sungkan untuk meminta perokok mencari lokasi lain.

Apalagi saat ini sudah banyak tempat umum yang menyediakan area khusus bagi perokok. Amanda juga mengaku menjalani hidup dengan penuh kesadaran dengan gaya hidup sehat.

Iapun masih aktif di komunitas kanker tiroid untuk berbagi cerita, informasi, dan tentunya inspirasi terkait pengobatan untuk kanker tiroid.

( Baca Juga : Formula Herbal Yang Mampu Melawan Kanker )

Related Posts