Perjuangan Titiek Puspa Memerangi Kanker Serviks Stadium 3

Nama Titiek Puspa tentu familiar di telinga siapa saja karena termasuk publik figur kenamaan di tanah air.

Namanya pun terlihat tidak pernah tenggelam karena di usia senjanya yakni 80 tahunan masih aktif mengisi berbagai acara di televisi.

Meski sudah tidak muda lagi namun fisik Titiek Puspa diakui masih segar dan bugar, penampilannya pun dikenal awet muda.

Namun siapa sangka artis yang juga memiliki banyak bakat ini sempat melalui masa sulit memerangi penyakit kanker serviks.

Tepatnya di tahun 2012 lalu, ketika memasuki usia 73 tahun beliau diketahui mengidap kanker serviks stadium 3.

Terdapat banyak pengalaman berharga yang membuat Titiek Puspa bisa sembuh 100% dari penyakit mematikan tersebut.

Pertama Kali Menerima Kabar Kanker Serviks

( Baca Juga : 7 Perawatan Pasien Kanker Payudara Pasca Operasi Yang Perlu Diketahui  )

Titiek Puspa mengaku awalnya sempat mengeluhkan perut yang terasa kaku, dan suatu ketika keluhan ini dibahas bersama salah satu anaknya, Petty.

Oleh Petty, disarankan untuk melakukan paps smear sebab melihat riwayat kesehatan keluarga yang memang dekat dengan kanker.

Almarhum ayah Titiek Puspa juga meninggal karena kanker begitupun dengan saudara kandungnya.

Ibu dari Titiek Puspa sendiri menderita penyakit jantung, dengan catatan medis seperti inilah kemudian Titiek Puspa pun melakukan pap smear.

Hasil tes memberikan kabar yang kurang bagus, yakni adanya penyakit kanker serviks stadium 1. Kanker ini kemudian berkembang dengan cepat dan dikabarkan Titiek sempat melewati fase kanker stadium 3.

Rasa takut tentu sempat membayangi Titiek Puspa begitupun dengan keluarga besarnya. Hasil pemeriksaan pap smear pun dibaca oleh Petty yang tidak langsung memberitahu Titiek.

Melainkan memberi kabar dulu pada keluarga besar kemudian bersama-sama disampaikan kepada Titiek. Kecemasan dirasakan Titiek dan keluarga, hingga susah untuk tidur.

 

Keputusan ke Singapura

Menjelang dini hari Titiek kemudian memutuskan untuk menjalani pengobatan di Singapura. Proses pengobatan ini memakan waktu sekitar 2.5 bulan, dan tentu melibatkan kemoterapi.

Selama menjalani pengobatan medis di negara tetangga, Titiek mengaku tidak memiliki pantangan apapun soal makan. Namun, beliau mengaku tetap menjaga pola makan.

Menghindari makanan yang memberi efek merugikan bagi tubuh menjadi pegangan Titiek untuk memperbaiki pola makannya.

Selama penyembuhan ini, Titiek mencoba menjahi sayuran mentah sehingga tidak memakan sayuran sebagai lalap ataupun sebagai salad.

Titiek mengaku menyantap sayuran mentah bukanlah pilihan yang sehat karena ada resiko adanya pestisida yang menempel.

Kemudian masuk ke dalam tubuh yang tentunya bisa memperparah kanker yang diderita sekaligus memicu masalah kesehatan lainnya.

Selain sayuran mentah, Titiek juga mengaku mengurangi asupan daging merah yakni dari daging sapi dan daging kambing.

Beliau mengaku asupan daging merah ini dilakukan paling sering sekali dalam dua minggu. Terkadang malah tidak menyantap daging merah sama sekali.

Menjalani Meditasi

( Baca Juga : Ajaib Nutrisi Ini Bisa Sembuhkan Penyakit Kanker )

Selain menghindari sayuran mentah, Titiek juga mengaku mencoba menjalani meditasi sebagai alternatif.

Namun pengobatan medis yang dilakukan di Singapura masih terus berjalan. Meditasi ini diakui Titiek baru mulai diterapkan ketika pulang dari Singapura.

Pertemuan Titiek dengan seorang Tionghoa membantunya mengenal pengobatan alternatif dengan meditasi.

Titiek mengakui salah satu pengobatan alami atau non medis untuk kanker adalah dengan meditasi tersebut.

Meditasi yang dilakukan Titiek adalah dengan duduk bersila dan menjaga punggung tetap tegak. Lidah dilipat ke belakang dan mengatur pernafasan.

Meditasi ini dilakukan selama lima jam dengan pola lima jam meditasi, istirahat sebentar, lalu meditasi lagi lima jam. Begitu seterusnya dan Titiek mengaku meditasi ini berlangsung selama 13 hari.

Awal melakukan meditasi Titiek mengaku kesakitan, sebab seluruh badan terasa mengalami kesemutan.

Berjuta rasa dirasakan tubuh Titiek selama meditasi tersebut namun sengaja didiamkan. Keinginan untuk menggaruk bagian tubuh yang sakit atau pegal pun diurungkan.

Hingga di meditasi hari ke-13 Titiek mengaku terlihat tersenyum dan tubuhnya terasa lebih ringan.

Teman yang mengajari meditasi mengungkapkan jika Titiek sudah sembuh dari kanker, namun tentunya sulit untuk dipercaya.

Begitupun dengan keluarga besar Titiek, akhirnya terbang ke Singapura kembali untuk melakukan kontrol rutin. Pemeriksaan kanker dinyatakan bersih, begitupun dengan kondisi kesehatan bagian tubuh lainnya.

Karena memang sulit dipercaya, maka oleh tim dokter diminta untuk melakukan kontrol selama 1 tahun.

Hasilnya tetap bersih, kemudian kontrol lagi selang enam bulan kemudian. Hasil pemeriksaan puin dinyatakan bersih.

Pernah merasakan sakit parah dan sempat mengaku ingin menyerah selama berada di Singapura. Namun kemudian berakhir dengan kesembuhan usai menjalani kemoterapi dilengkapi meditasi.

Diakui Titiek menjadi salah satu mukzizat bagi hidupnya apalagi penyakit ini datang ketika sudah tidak lagi muda.

Kesembuhan yang dirasakannya kemudian menegur Titiek untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat.

Titiek kemudian memutuskan untuk menciptakan lagu anak-anak, total ada 100 lagu yang berhasil dilahirkan. Total lagu ini kemudian diringkas hanya menjadi 10 lagu.

Titiek juga mengaku setelah sembuh mencoba tetap menjagalni gaya hidup sehat, terutama pada pola makan.

Konsistensi untuk hidup sehat ini membuahkan hasil manis karena di usianya yang genap 82 tahun November kemarin. Titiek masih memiliki tubuh yang bugar dan terlihat awet muda.

Related Posts